
Minggu yang cerah secerah hati Nanda yang merasa hubungan nya dengan Sang bidadari surga ada kemajuan. Nanda mengambil handphonenya di meja siang itu dan mencoba menghubungi Sabrina.
"Assalamualaikum Sabrina."
"Walaikumsalam kak, ada apa? " suara lembut gadis itu terdengar merdu di telinga Nanda.
"Heeemmm, hari ini kamu ada acara? tanyanya tanpa basa basi.
"Sebenarnya sih enggak, cuma sekarang aku lagi mengajar mengaji di musolah."
"Oh gitu, aku boleh ke sana enggak?"
"Heeemmm, boleh kok."
Nanda pun tersenyum " Yaudah aku kesana sekarang ya, assalamualaikum."
"Walaikumsalam."
Nanda pun bergegas menganti pakaian nya dan melajukan mobilnya ke musolah tersebut. Tak lama Nanda sampai.
"Assalamualaikum." ucanya saat melihat Sabrina di dalam yang sedang mengajar megaji anak anak di musolah tersebut.
Gadis itu pun menoleh dan tersenyum melihat Nanda" Walaikumsalam, bentar ya kak, sebentar lagi selesai kok."
Nanda pun mengangguk dan memperhatikan Sabrina yang tampak sabar dan telaten mengajar mengaji. Nanda mengambil handphonenya dan memotret Sabrina beberapa kali, gadis itu tampak sedikit tersipu malu saat Nanda mengambil fotonya. Tak lama pengajian itu pun selesai, Sabrina menghampiri Nanda yang tetap setia menunggu.
"Maaf ya lama, di munum dulu kak." gadis itu duduk di samping Nanda dan memberikan nya air mineral.
"Enggak apa-apa kok." Nanda tersenyum dan menengguk minuman nya.
"Kamu sudah lama mengajar di sini? " sambung Nanda.
"Lumayan sih, kenapa memang nya?"
__ADS_1
"Kamu pasti pintar baca Al Qur'an ya? suaranya juga td bagus, aku jadi enggak pede ni, aku enggak bisa baca Al Quran." ucap Nanda tanpa malu malu.
Gadis itu tersenyum dan menunjukkan ekspresi biasa saja.
"Muka kamu datar banget? enggak ilfil sama aku? " tanya Nanda heran.
" Kenapa harus ilfil, enggak bisa bukan berarti enggak mau belajar kan?
"Aku mau kok belajar, kamu mau ajarin aku? "
Sabrina mengerutkan kening nya" Kakak enggak malu minta ajarin sama aku? kakak bisa belajar sama ustad."
"Memang nya kalau belanjar harus malu? bisa ajarin aku sekarang?"
Sabrina pun tersenyum dan mengangguk pelan.
"Bentar ya aku wudhu dulu." Nanda bergegas mengambil wudhu.
Tertera nama Arya di handphonenya Nanda bergegas mengangkat nya.
"Halo Assalamualaikum, ada apa? " ucap Nanda.
Arya mengerutkan keningnya dengan ekspresi heran.
Si Nanda bukan sih nih yang ngangkat?
" Walaikumsalam, Nandanya ada? " sahut Arya ragu.
"Ini gue Nanda, loe kira siapa?" dengus Nanda kesal.
"Oh, gue kira handphone loe kecopetan tumben pake assalamualaikum segala." ledek Arya seraya tertawa renyah.
"Berisik loe, ngapain sih telepon? " sahut Nanda yang merasa mahluk itu sudah menganggu moment indahnya bersama Sabrina.
__ADS_1
"Si Rai mau ajak kita survei lokasi cafe."
"Sekarang?"
"Sekarang lah, masa tahun depan."
Aduh ganggu banget sih. batin Nanda semakin kesal.
"Yaudah deh." ucapnya dengan berat hati.
"Jemput gue dong, mobil gue rusak nih." pinta Arya.
"Manja banget loe, naik angkot aja sono." tolak Nanda.
"Takut ibu ibu pada naksir kalau gue naik angkot, udah ke rumah gue sekarang, Assalamualaikum pak ustad." sahut Arya yang langsung menutup teleponnya.
"Walaikumsalam."
minta jemput maksa banget, enggak tau diri emang. dengus nanda kesal.
"Siapa kak? "tanya Sabrina yang sedari tadi hanya diam mematung.
"Oh teman, kayaknya aku harus pergi nih ada urusan." ucapnya dengan berat hati.
"Oh, yaudah engga apa-apa, hati hati ya." gadis itu tersenyum.
"Nanti aku hubungin lagi ya, makasih ya, Assalamualaikum. "
" Iya, walaikumsalam." sahutnya dengan senyum yang lagi lagi merekah di bibirnya.
Nanda pun bergegas meninggalkan musolah untuk ke rumah Arya dan menemui Rai dan Kemal yang sudah menunggu di lokasi cafe tersebut.
Dikit ya? besok aku up lg yak, thor tentang Rai sama Dira donk? di season 2 ini aku emang lebih fokus ke trio error, tapi pasti di selipin keluarga kecil Rai kok biar enggak bosen. Yang jelas season 2 ini enggak akan ada pelakor atau pembinor tapi tetap ada kejutan kok jadi alurnya enggak datar. di tunggu aja yak.. ok semoga enggak bosen yak.. jangan lupa vote ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1