Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Terjebak di kamar


__ADS_3

"Gue mencintai loe Areska." Rayyan mengulangi ucapannya, membuat pandangan mereka saling bertemu dengan jarak yang sangat dekat.


Rayyan hendak mendekatkan bibirnya ke bibir mungil itu, Reska memejamkan matanya dan memalingkan wajahnya.


"Jangan." ucapnya pelan seraya mendorong pelan tubuh Rayyan yang membuat dia hampir kehilangan oksigen di buatnya dengan Degupan jantung yang semakin berdetak cepat.


Rayyan tersenyum tipis melihat ekspresi mengemaskan gadis itu.


"Rayyan, lebih baik loe keluar sekarang." pinta Reska dan hendak menarik tangan Rayyan untuk keluar kamar tapi dengan cepat Rayyan menarik tangan Reska dan memeluknya membuat jarak wajah mereka lagi lagi sangat dekat.


"Loe belum jawab pertanyaan gue?!" tanya Rayyan yang sudah dua kali mengungkapkan perasaannya namun Reska tak kunjung memberi jawaban.


"Gue.. " tangan Reska bergetar dan sedikit menundukan kepalanya.


" Sayang..." terdengar suara wanita dari luar kamar yang sontak saja membuat Reska refleks melepaskan pelukan Rayyan dari tubuhnya.


"Ya ampun!! itu pasti nyokap gue!!" serunya panik.


"Sayang.. kamu di kamar?" suara Shanum kembali memanggil yang terdengar semakin mendekat ke arah kamar.


"Rayyan loe harus sembunyi!!" ucapnya yang semakin panik dengan bola mata yang mencari cari tempat untuk Rayyan bersembunyi .


"Kenapa gue harus sembunyi?" Rayyan terlihat santai dan duduk di ranjang.


"Ya ampun mereka pasti akan mikir yang macam macam tentang kita!!"


"Yaudah enggak apa-apa, kita tinggal nikah aja." Rayyan tersenyum jahil.


"Rayyan gue masih kuliah, enggak mau nikah muda," ucap asal Reska yang menarik tangan Rayyan.


"Jadi loe lebih suka kalau gue nikah sama cewek lain?" godanya kembali.


Reska terdiam."Udah ayo cepat sembunyi." mengalihkan pembicaraan dan hendak memasukkan Rayyan ke kamar mandi.


"Aduh kalau di kamar mandi gimana kalau mama tiba-tiba ke kamar mandi?" batinya kemudian.


"Rayyan di sini aja." menarik kembali tangan Rayyan ke arah lemari besarnya.


"Loe mau sembunyiin gue di lemari? gue bisa kehabisan nafas!!" tolak Rayyan yang sudah membayangkan betapa pegapnya bersembunyi di lemari untuk beberapa saat.


"Gue yakin umur loe panjang kok." Reska memasukkan paska Rayyan ke lemari.


"Sayang.. " Shanum mengetuk pintu kamar putrinya yang tertutup.


Reska menarik nafas panjang dan merapihkan rambutnya serta perasaannya yang sempat tak karuan karena Rayyan.


"Mah.." membuka pintu dan berusaha memasang wajah tenang.

__ADS_1


"Sayang, kok lama banget sih buka pintunya?" tanya Shanum heran.


"Emm.. aku lagi ganti baju tadi," sambil tersenyum kaku.


"Oh gitu, yaudah mama tunggu makan malam ya, papa juga udah pulang kok."


"Oh,iya mah." kembali tersenyum dan menutup pintu.


Reska bergegas membuka lemarinya.


"Rayyan,"


Tampak Rayyan yang masih berada di dalam perlahan keluar dan menjatuhkan tubuhnya di pelukan Reska.


"Rayyan, loe enggak apa-apa?" ucap panik Reska yang melihat Rayyan tampak pucat.


"Ya ampun!! jangan jangan beneran ke habisan nafas nih di lemari," ucapnya kembali yang langsung memapah Rayyan dan merebahkannya di ranjang.


"Rayyan, bangun??!" menepuk pelan pipi Rayyan yang masih memejamkan matanya.


"Ya ampun gimana nih." gumamya.


Rayyan menarik tangan Reska sampai tubuhnya tersungkur di pelukan Rayyan.


"Rayyan!! loe ngerjain gue!!" ucapnya kesal.


Rayyan bangun dan kembali tersenyum tipis melihat wajah gadis itu yang tampak malu dan merona.


"Loe belum jawab pertanyaan gue.. " kembali mempertanyakan pernyataan cintanya pada Reska yang belum terjawab.


"Gue.."


"Reska.. " terdengar suara pria yang memanggilnya.


"Ya ampun itu suara bokap gue!!" seru Reska.


"Serius?"


"Iya," ucapnya yang semakin panik karena suara Kemal yang kian mendekat.


"Loe jangan bergerak." Reska merebahkan tubuh Rayyan di ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut tebalnya.


"Reska," mengetuk pintu kamar putrinya.


Reska menarik nafas dan bergegas membuka pintu.


"Iya pah," kembali berusaha memasang wajah tenang.

__ADS_1


"Lama banget buka pintunya?" ucap Kemal dengan nada curiga.


"Heemm.. tadi lagi buang air pah," mencari alasan dan tersenyum kaku.


"Oh, kamu enggak makan malam? mama udah nunggu tuh,"


"Oya Reska ke bawah bentar lagi."


Kemal melirik kamar putrinya tersebut dan memicingkan matanya melihat sesuatu yang sedikit terlihat aneh.


"Itu bantal guling?" tunjuknya melihat gundukan yang cukup tebal di balik selimut Reska.


"Oh.. iya.. iya pah bantal guling." ucapnya sedikit gugup.


"Bantal guling besar banget?" Kemal memasang wajah heran.


"Itu.. yang ukuran jumbo pah, kemarin Reska baru beli."


"Oh.. baru tau papa ada guling ukuran jumbo, yaudah papa tunggu di meja makan." ucapnya yang berlalu pergi.


Reska menutup pintu dan menghela nafas lega lalu bergegas menghampiri Rayyan.


"Rayyan?" membuka selimut dan melihat Rayyan yang tertidur."


"Kok tidur? yaudah gue makan malam dulu deh nanti mereka curiga lagi." batin Reska yang bergegas keluar kamar untuk makan malam.


Selesai makan Reska kembali ke kamar dan melihat Rayyan yang masih tertidur. Reska pun memilih berbaring di sofa yang perlahan merasa mengantuk dan tertidur. Tengah malam Rayyan membuka matanya dan melihat Reska yang sudah tertidur di sofa.


"Kenapa gue ketiduran?" gumamya yang langsung beranjak dari ranjang dan menghampiri Reska.


Rayyan berjongkok dan melihat Reska yang tetap tertidur pulas.


"Gue harus pulang, tapi enggak tega juga banguninya." gumamya seraya menatap wajah gadis cantik itu.


Rayyan menyibakan rambut yang sedikit menutupi wajah Reska.


Cup.


Mengecup pelan kening gadis itu. Reska yang merasa ada yang menyentuhnya perlahan membuka matanya.


"Rayyan?" ucapnya gugup yang melihat wajah Rayyan begitu dekat dengannya.


"Gue cinta sama loe, kenapa enggak jawab? loe mau jadi istri gue? " tanyanya lembut dengan sorot mata tajam menatap Reska.


" Istri ?" tanyanya bingung .


Reska mematung, memandang wajah Rayyan yang sangat menantikan jawaban darinya.

__ADS_1


Sesuai janji aku up lagi.. aku up lagi kalau votenya banyak lagi.. ok.. terima kasih.. ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2