
Rayyan kembali ke rumahnya dan menuju kamarnya. Di rebahkanya tubuhnya di ranjang.
"Pacar? jadi dia udah punya pacar? penasaran gue kaya apa pacarnya." gumam Rayyan sambil menatap langit langit kamarnya.
***
Malam hari.
Malam itu Rayyan dan teman temannya sedang berkumpul di suatu cafe.
"Ada undangan nih." Devan melemparkan undangan ke meja mereka.
"Undangan apa nih?" Rayka membuka undangan tersebut lalu membacanya.
"Undangan reuni akbar SMA kita, harus dateng nih siapa tau gue ketemu jodoh." Devan cengengesan sendiri dengan khayalannya.
"Berhayal aja terus, semoga khayalan loe tercapai." sahut Elang yang melihat geli wajah Devan.
"Si Reska udah di kasih tau?" tanya Rayka.
"Enggak usah di kasih tau, dia enggak mungkin dateng, sibuk sama pacarnya." cletuk Rayyan dengan nada sinis.
"Pacar?" ucap Rayka, Devan dan Elang bersamaan dengan ekspresi yang tampak terkejut.
"Iya pacar, emang loe enggak pada tau si Reska punya pacar?" tanya Rayyan yang melihat aneh ekspresi ke tiga temannya.
"Si Reska setau gue enggak punya pacar deh." sahut Devan.
"Iya, dia juga enggak pernah cerita tuh gue juga enggak pernah liat dia deket sama cowok." sambung Elang.
Rayyan hanya terdiam mendengar ucapan teman temannya.
"Dia bilang dia punya pacar? apa dia bohong sama gue?" batin Rayyan.
***
Keesokan harinya Reska sedang mengingat sesuatu di kamarnya."kayaknya besok ada tugas yang mesti di setor deh." gumamya.
"Ya ampun, tuh tugas kan gue kasih Rayka, dia bisa ngerjainnya enggak ya? atau jangan jangan belum di kerjain??!!" Reska bergegas mengambil handphonenya dan menghubungi Rayka.
"Halo Res, kenapa?" terdengar suara Rayka di balik telepon.
__ADS_1
"Tugas gue yang tempo hari udah di kerjain belum? besok mau di setor nih." tagih Reska.
"Oh, udah nih tadi gue lupa kasih ke loe."
"Yaudah gue ambil sekarang deh,"
"Oh yaudah gue di cafe biasa."
"Ok." Reska pun bergegas menutup teleponnya dan menaiki taxi menuju cafe tersebut.
Tak lama Reska sampai dan memicinngkan matanya lalu sesaat kemudian menghela nafas karena melihat tidak ada Rayyan di antara teman temannya yang sedang berada di cafe.
"Syukurlah, enggak ada Rayyan." batinya lega yang langsung berjalan menghampiri mereka.
"Mana tugas gue?" pinta Reska yang langsung duduk bersama teman temannya.
"Mana upahnya?" pinta Rayka kembali.
Reska mengambil beberapa uang dari dompetnya."Nih." memberikannya pada Rayka.
Mereka pun akhirnya makan dan mengobrol di sana. Sampai tak lama datang Rayyan yang langsung menghampiri mereka.
"Gue fikir loe enggak jadi dateng." ucap Devan yang sedikit terkejut melihat Rayyan.
"Dateng lah." sahut Rayyan yang langsung duduk di hadapan Reska.
Reska mencoba tidak memperdulikannya dan tetep fokus menyantap makanannya, walaupun dirinya menyadari Rayyan beberapa kali memandangnya, membuat perasaan Reska kembali tak menentu.
"Perasaan ini muncul lagi, tetap sama..kalau dekat sama dia, lebih baik gue pergi." batin Reska yang mulai tak nyaman dengan perasaannya.
"Gue balik dulu." pamit Reska yang bergegas mengambil tasnya, beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan teman temannya.
"Balik buru buru banget?" tanya Devan heran.
"Gue balik juga." ucap Rayyan kemudian yang juga langsung beranjak dari duduknya dan pergi meninggalkan teman temannya.
"Lah balik semua sih?" ucap Elang yang juga heran.
Rayyan mempercepat langkahnya dan melihat Reska yang sedang menunggu taxi di luar cafe.
"Balik sama gue, ada yang mau gue omongin." menarik paksa tangan Reska menuju mobilnya.
__ADS_1
Reska sangat terkejut dan mencoba melepaskan tangannya dari Rayyan tapi Rayyan mencengkramnya semakin erat.
"Lepasin!! gue mau pulang sama pacar gue." tolak Reska kembali.
"Nunggu pacar atau taxi??" tanya Rayyan dengan nada mengejek.
"Pacar."
Rayyan melepaskan tangan Reska."Ok, gue mau kenal pacar loe, gue tunggu di sini juga."
"Apa??" Reska tidak mengerti dengan ucapan Rayyan.
"Gue, mau kenalan sama pacar loe, cepet telepon suruh cepet ke sini." perintah Rayyan yang menatap tajam Reska.
"Nanti juga gue kenalin kok, dia datangnya agak lama, loe pulang aja." mencoba mencari alasan.
Rayyan kembali menarik tangan Reska dan memasukkan ke mobilnya.
"Rayyan loe apa apaan sih??!!" pekik kesal Reska.
"Sini handphone loe, gue aja yang telepon pacar loe." menadahkan tangannya pada Reska.
"Enggak usah, gue bisa telepon sendiri." tolak Reska.
"Yaudah telepon." tantang Rayyan.
"Aduh telepon siapa ya? pura pura telepon aja deh." batin Reska yang tampak bingung dan pura-pura menekan ni telepon di handphonenya.
"Lospeker." perintah Rayyan.
"Apa?" ucap gugup Reska.
"Lospeker.. " mengulangi ucapannya.
"Nomernya enggak aktif." Reska mencari alasan.
"Oh begitu.. " Rayyan tersenyum tipis dan melakukan mobilnya menuju rumah Reska. Mereka hanya saling terdiam sepanjang perjalanan.
Sampai mobil Rayyan berhenti tepat di depan rumah Reska. Reska hendak turun tapi Rayyan menahan lengannya kembali.
"Titip salam buat pacar loe itu.. kalau memang ada." goda Rayyan yang yakin Reska hanya berbohong padanya.
__ADS_1
"Oh, iya pasti gue salamin." ucapnya gugup, melepaskan tangan Rayyan dan bergegas turun dari mobil Rayyan.
Jangan cuma minta up aja dong sayang... votenya juga...mana nih.. ❤️❤️❤️❤️❤️