
Sore itu rai kembali ke rumahnya, dan melihat dira yang tengah memasak di dapur.
" Ehem " rai berdehem yang membuat dira sedikit kaget dan menoleh ke arah nya.
" Sudah pulang? " ucap nya sambil tersenyum menghampiri rai dan mencium tangan suami nya itu.
" Sudah selesai masak nya? masak apa? "
" Sudah, masak makanan ke sukaan kamu, cepet mandi sana habis itu makan ya " ucap dira yang kembali tersenyum.
Rai membalas senyuman istrinya tersebut, entah kenapa ada perasaan gusar di hati nya, antara ingin menceritakan tentang gizza yang sekarang sudah berkerja satu kantor dengan nya. Rai takut dira akan semakin merasa cemas dan tidak percaya pada nya jika dia bercerita tentang itu.
Rai merasa sangat tidak ingin membuat hati istrinya itu cemas atau tidak percaya dengan nya lagi , dan masih ada rasa tidak percaya di hati nya kalau dia bisa mendapatkan istri baik baik seperti dira, padahal dulu dia berfikir mungkin dia akan berjodoh dengan wanita club malam, tempat yang sangat di sukai nya dulu.
"Kok ngelamun? " tanya dira yang melihat rai hanya terdiam sambil memandang nya.
Rai sedikit kaget karena dira membayar kan lamun nya" Enggak kok, aku mandi dulu ya " ucap nya sambil mencium kening dira dan bergegas ke kamar mandi.
Tok, tok, tok
Terdengar suara ketukan pintu saat dira sedang menyiapkan makan malam di dapur. Dira bergegas membuka pintu.
" Assalamualaikum sayang " ucap wanita dengan seulas senyum di bibir nya.
" Walaikumsalam mama, papa, kok enggak kabarin mau ke sini? " tanya dira sambil mencium tangan mertua nya tersebut.
" Enggak apa, kita mau nengokin calon cucu saja " sahut mama rai dengan senyum ramah nya.
Dira tersenyum dan mempersilahkan mertua nya tersebut masuk dan duduk di ruang tamu.
" Mama, papa? " ucap rai yang baru menuruni tangga dan melihat orang tua nya.
" Sayang, sudah pulang kerja? " tanya mama rai
Rai menghampiri dan mencium tangan kedua orang tua nya tersebut" Sudah, kok enggak kabarin mau ke sini? "
" Enggak apa apa mau nengokin calon cucu saja " sahut mama rai
" Mah, pah, belum makan kan? kita makan dulu yuk, dira sudah masak " ucap dira
" Yaudah ayo makan dulu " sahut rai yang langsung mengantar orang tuanya ke meja makan.
" Dira, ini semua kamu yang masak? " tanya mama rai yang melihat banyak makanan di meja makan.
" Iya mah, ini semua makanan kesukaan rai " sahut dira dengan senyuman di bibir nya
" Ya ampun, beruntung nya rai punya istri kamu, baik, cantik, pintar masak pula " puji mertua nya tersebut yang membuat pipi dira sedikit merona.
__ADS_1
" Iya, dira memang yang terbaik, rai bersyukur bisa menikah dengan nya " sahut rai sambil tersenyum.
"kamu itu harus nya berterima kasih sama papa, papa dari awal sudah yakin dira pasti bisa merubah mu, pilihan papa tidak salah kan" ucap papa rai memuji diri nya sendiri.
"Sudah ayo mah, pah kita makan dulu " ucap dira. Mereka pun menikmati makan malam tersebut dengan kehangatan.
Setelah selesai mama rai dan dira sibuk merapihkan meja makan.
" Rai papa mau bicara " ucap papa rai yang langsung menuju ruang keluarga, rai mengerutkan kening nya dan mengikuti langkah kaki papa nya.
" Mau bicara apa?? " tanya rai saat papa nya sudah duduk di hadapan nya.
" Bagaimana perkerjaan mu di kantor baru mu? "
" Biasa saja, lancar saja " sahut rai dengan nada santai
" Kalau kamu mau kamu bisa berkerja lagi di perusahaan papa "
Rai mengerutkan kening nya dan tersenyum kecut" Sudah percaya sama aku? "
" Papa tidak percaya pada mu, papa hanya percaya pada istrinya mu "
" Baguslah, aku sudah tau itu jawaban papa "
" Jadi bagaimana? "
Bagaimana ini? jadi bingung gue. batin rai
"Tidak, aku ingin berkerja di sana saja dulu, lagi pula papa belum sepenuhnya percaya pada ku kan? " ujar rai
Papa rai tersenyum mendengar ucapan rai" Ya jelas belum, kamu selalu mengecewakan papa selama belasan tahun karena ulah ulah mu, sekarang mana mungkin kamu bisa berubah dalam waktu sesingkat ini "
Rai kembali tersenyum kecut mendengar ucapan papa nya, hubungan anak dan orang tua ini memang selalu terlihat panas, karena papa nya yang keras dan rai yang kerap kali membangkang.
" Ok, kita bahas itu lagi jika papa sudah benar-benar percaya padaku, aku keluar sebentar "ucap rai yang langsung bangkit dari kursi nya dan meninggalkan papa nya yang masih duduk di ruang keluarga.
Anak tengik, sebenarnya papa tau kamu sudah banyak berubah, tapi kamu belum sepenuhnya dewasa, semoga dira bisa terus merubah mu menjadi lebih baik lagi. batin papa rai.
***
Pagi itu rai kembali berkerja di kantor seperti biasanya. Rai melirik jam tangan yang di kenakakan nya.
Sudah jam makan siang. gumam nya
Rai memutar pandangan nya mencari kemal, biasanya dia selalu menghampiri meja kerja rai saat jam makan siang tiba.
kemana tuh anak? tumben enggak kelihatan?
__ADS_1
Rai berjalan menuju meja kerja kemal yang tampak kosong.
"Rai, cari kemal ya? " tanya tania saat melihat rai terdiam di meja kerja teman nya tersebut.
" Iya, kemana dia? "
" Enggak masuk, katanya sakit " sahut tania
Rai mengerutkan kening nya dan sedikit tertawa dalam hati" Palingan mabuk tuh anak, terus bangun kesiangan " gumam rai yang sudah hafal kelakuan teman nya tersebut.
" Oh gitu, kamu enggak makan siang? " tanya rai pada tania yang masih berdiri di samping nya.
" Oh, ini aku sudah pesan makanan online tadi " jawab nya sambil menunjukkan makanan yang sedang di pegang nya.
" Oh gitu, yaudah deh aku makan dulu " ucap rai sambil tersenyum dan meninggalkan tania ke luar kantor .
Aduh senyum nya, jadi nyesel pesen makan deh harus nya tadi bisa makan ber dua ya sama rai. batin tania sambil menekuk wajah nya.
Rai berjalan untuk makan siang ke sebuah cafe.
" Rai " panggil tomy sambil melambaikan tangan nya yang sudah duduk di cafe tersebut.
Rai menghampiri tomy dan duduk dengan nya siang itu.
" Kemal kemana? " tanya tomy sambil menyantap makanannya.
" Kata nya si sakit " sahut rai sambil memesan makanan pada pegawai cafe yang menghampiri nya.
" Tumben sakit, oia rai kemarin sore loe ngobrol apa sama gizza? "
Rai mengerutkan kening nya dan tidak menyangka kalau tomy melihat nya dengan gizza di depan kantor kemarin sore" Apa ya, ngobrol biasa aja " jawab rai
" Kok dia bisa kenal loe? "
" Dia teman kuliah gue "
" Lah, kenapa enggak bilang, pantes akrab, pas loe jalan ke parkiran dia masih liatin loe aja tuh, suka atau emang udah jadi simpanan loe tuh? " ledek tomy sambil mengangkat sebelah alis nya.
Rai tersenyum kecut dengan ledakan tomy, rai merasa tomy lah yang seperti nya sangat menyukai gizza" Kalau loe suka sama dia bilang aja, enggak usah nuduh gue " sahut rai sambil menyantap makanan nya yang baru datang.
Tomy terkekeh geli mendengar ucapan rai" iya, iya, gue suka tau aja loe.. tapi masa loe enggak tau gue juga udah punya istri "
Rai cukup terkejut mendengar ucapan tomy, rai mengira tomy belum menikah dan rai juga masih karyawan baru yang tidak terlalu mengenal teman teman kantor nya.
" Udah nikah ngapain loe suka sama dia? " ucap rai
" Ya enggak apa lah, habis tuh cewek menggoda banget sih " sahut tomy sambil tersenyum
__ADS_1
Gila..ada yang lebih bejat dari gue ternyata. batin rai sambil menggeleng kan kepala nya.