Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Kembali dari nol


__ADS_3

Pagi itu Dimas kembali ke apartemen nya, dengan perasaan yang penuh emosi karena semua rencana yang sudah di impikan nya tidak berjalan sesuai keinginan nya.


BUUUKKKHH!!


Di pukul nya dinding apartemen dengan kuat untuk sekedar melupakan emosi nya, darah segar mengalir di punggung tangan nya. Dimas mengambil handphone nya.


"Jalankan rencana selanjutnya, " ucap nya pada pria di balik telepon.


" Baik pak, "


" Pastikan tidak ada investor yang mau berkerja sama dengan perusahaan  nya, sampai mereka benar-benar bangkrut, " titah Dimas.


" Baik pak, "


***


Pagi itu Rai membuka matanya dan menatap lekat wajah Dira yang masih tertidur di samping nya.



Setelah ini semua pasti semua nya akan menjadi rumit, tapi aku tidak akan melepaskan mu lagi, aku akan selalu berusaha membahagiakan mu. gumam Rai.


Tak lama Dira perlahan membuka matanya, di lihat nya Rai yang sedang memandang nya.


Dira tersenyum " Sudah bangun?"


" Sudah, "


" Apa ada yang aneh dengan wajah ku? kenapa memandang ku seperti itu? "


" Aku hanya takut kau meninggalkan ku lagi, "


.


Dira tersenyum dan memegang lembut wajah Rai" Tidak, tidak akan pernah, "


" Kamu tau, sejak dulu aku selalu meninggalkan wanita dan tidak pernah merasa takut kehilangan mungkin banyak yang sakit hati dengan ku, apa mungkin kamu jawaban dari doa doa wanita itu, sekarang keadaannya jadi terbalik seperti ini, "

__ADS_1


Dira hanya terkekeh geli mendengar ucapan dan ekspresi Rai yang tampak lucu" Mungkin, " ucap Dira.


" Sudahlah yang penting sekarang aku sudah jadi suami yang paling setia, "


" Yakin? "


" iiiiyyaaaaa.. " Rai mendekatkan tubuhnya ke tubuh Dira dan memeluk nya erat pagi itu.


***


Beberapa bulan kemudian.


Keadaan perusahaan Rai semakin tidak stabil, tidak ada investor yang mau berkerja sama dengan perusahaan nya, membuat Rai dan papa nya kerap kekurangan modal dan mencari beberapa kali pinjaman ke bank, sampai pada puncaknya perusahaan Rai dan papa nya terlilit hutang dan membuat perusahaan itu benar-benar bangkrut dan perusahaan serta rumah papa Rai harus di sita dengan pihak bank. semua berjalan begitu saja, dan keluarga Rai benar-benar dalam keadaan jatuh.


" Pah, mah, semua nya sudah di packing? kita rumah aku saja ya? " ucap Rai pada orang tuanya pagi itu saat hendak meninggalkan rumah papa nya.


hiks.. hiks..


Mama Rai tidak dapat menyembunyikan kesedihan nya pagi itu, Rai mencoba memeluk dan menengkan nya.


" Sudah lah, mama enggak usah sedih, semua pasti akan lebih baik, sekarang kita berangkat ke rumah aku saja ya, " bujuk Rai.


" Assalamualaikum, sayang, " ucap Rai membuat Dira yang sedang membereskan rumah menoleh ke arah nya.


" Walaikumsalam, pah, mah? " Dira menghampiri orang tua Rai dan mencium punggung tangan mereka.


" Sayang, papa sama mama tinggal di sini ya, " ucap Rai yang membuat Dira terdiam sedih dan langsung mengerti alasannya tanpa harus Rai menjelaskan.


" Iya, mama sama papa tinggal di sini saja, aku senang kok, " Dira mencoba tersenyum menutupi kesedihan nya.


" Sayang, maafkan kami ya, padahal kamu sebentar lagi melahirkan tapi keadaan kami malah seperti ini, " mama Rai mengelus lembut pelan perut Dira dengan air mata yang membasahi pipinya.


Dira meneluk erat mama Rai" Mama jangan bicara seperti itu, Dira enggak apa-apa kok, yang penting mama dan papa sehat sehat itu saja sudah cukup, " ucap Dira yang mencoba menenangkan mertua nya.


" Makasih sayang, " sahut mama Rai yang menangis di pelukan menantu nya.


Tak lama Rai dan Dira kembali ke kamar mereka. Dira duduk di sudut ranjang dan tampak menangis.

__ADS_1


" Kok nangis lagi sih? belum cukup memang nya tadi nangis di bawah? ucap Rai yang duduk di samping Dira.


Dira memeluk tubuh Rai dan kembali menumpahkan air matanya.


" Maafkan aku, ini semua karena Dimas, kalau saja aku tidak pernah kenal dengan nya ini semua tidak akan terjadi, " ucap Dira dengan nada terbata bata.


Rai melepaskan pelukan nya" Kamu ini ngomong apa sih? sudahlah, yang penting kamu tetap di sisi ku, itu sudah lebih dari cukup untuk ku, " Rai menghapus air mata Dira.


" Oia aku sudah menyewakan rumah untuk kita, besok kita pindah ya, " sambung Rai.


" Lho kenapa, kita tidak tinggal sama orang tua kamu saja? "


" Tidak, aku lebih suka hidup ber dua saja, biar rumah ini mama dan papa saja yang menempati, memang sih rumah yang aku sewakan tidak sebesar rumah ini, tapi percayalah ini hanya sementara, aku akan berusaha untuk selalu membahagiakan mu, kamu percaya kan? "


Dira kembali memeluk tubuh Rai dengan erat" Aku percaya kamu, aku sangat mencintaimu, "


ucap nya yang di respon senyuman dari Rai.


Keesokan harinya Rai dan Dira menghampiri orang tua Rai yang sedang duduk di ruang keluarga dengan membawa tas besar yang berisi pakaian mereka.


" Pah, mah, " ucap Rai saat menghampiri orang tuanya.


" Sayang, kalian mau ke mana? kok bawa tas besar gitu? " ucap mama dengan ekspresi bingung.


" Rai dan Dira mau tinggal di tempat lain, Rai sudah menyewakan rumah untuk Dira, " jelas Rai.


" Sayang kenapa harus tinggal di tempat lain? kenapa tidak tinggal di sini saja? " mama tampak keberatan dengan keputusan Rai.


" Rai kan sudah berkeluarga, Rai lebih nyaman hidup berdua, enggak apa-apa kan? nanti Rai sama Dira akan sering ke sini kok, " sahut Rai.


" Tapi sayang.. "


" Yasudah, kalau itu mau mu, bagaimana kalau papa dan mama ikut ke sana kami ingin tau tempat tinggal mu, " sambung papa.


" Tidak usah pah, lusa saja kesana nya rumah nya juga masih berantakan, mau Rai rapih kan dulu, Yasudah Rai dan Dira pergi dulu ya, " pamit Rai dan Dira yang langsung meninggalkan rumah itu.


" Pah, kenapa papa ijinkan Rai pergi, mama tidak tega membiarkan Rai seperti itu, " protes mama atas keputusan suaminya.

__ADS_1


" Sudah lah, kamu harus mengerti putra mu yang sekarang, dia bukan lagi anak manja yang sering menghabiskan uang orang tua nya seperti dulu, sekarang dia sudah menjadi suami yang sangat bertanggung jawab, " ucap papa Rai dengan senyum tipis yang menghiasi wajahnya.


Guys, jangan lupa like, komen dan vote yak ❤️❤️


__ADS_2