Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 First date


__ADS_3

Sore hari Reska kembali ke rumahnya setelah kuliahnya selesai dan bergegas menuju kamarnya. Tak lama handphonenya berdering tertera nama "My Dear" di layar dan Reska bergegas mengangkatnya.


"Halo sayang?" terdengar suara Rayyan di balik telepon sore itu.


"Iya, kenapa?"


"Aku mau ke rumah kamu nih, kita pergi sekarang ya."


"Hah sekarang? katanya malam?" protes Reska.


"Iya, aku mau sekarang."


"Kok gitu? kenapa?" tanya heran Reska.


"Enggak ada alasan, cuma rindu aja." goda Rayyan.


"Gombal.." wajah Reska merona mendengarnya.


"Yaudah aku ke sana sekarang." Rayyan menutup teleponnya.


"Aduh.. kenapa sekarang sih, belum beli baju baru lagi.. pakai baju apa nih?" gumam bingung sambil membuka lemari dan melihat lihat semua bajunya yang ada di dalam.


"Ini aja deh," mengambil satu baju dan meletakkannya di ranjang lalu bergegas mandi.


Selesai mandi Reska segera memaikai make up tipis, merapihkan rambutnya dan menyemprotkan parfum sewangi wanginya.


Tok Tok Tok.


"Masuk."


"Non,ada den Rayyan datang," ucap pembantunya.


"Oya, aku turun bentar lagi." sahutnya, pembantunya pun mengangguk dan bergegas menutup pintu.


"Kayaknya udah cantik deh." ucapnya pada dirinya sendiri seraya terus memandangi pantulan wajahnya di cermin dan bergegas ke luar kamar.


Reska berjalan ke luar rumah dan melihat Rayyan sedang duduk di teras menunggunya.


"Sayang," panggilnya manja.


Rayyan menoleh dan melihat penampilan Reska yang tampak cantik sore itu.


"Sudah siap?"


Reska mengangguk.


"Yaudah, aku pamit dulu sama orang tua kamu."


"Mama sama papa belum pulang, langsung pergi aja." pinta Reska.


"Oh, yaudah." Mereka pun bergegas masuk ke mobil dan Rayyan melajukan mobilnya ke suatu tempat.


Tak lama Rayyan memberhentikan mobilnya ke sebuah restoran.


"Kita makan di sini ya." ucapnya saat memarkirkan mobilnya.


Reska mengangguk dan mereka pun masuk dan berjalan ke lantai dua restoran tersebut. Tampak kursi makan yang tertata rapih dengan view yang menghadap ke luar menyajikan pemandangan yang asri di sekitarnya.


Rayyan menuntun Reska untuk duduk lalu memesan makanan di sana.


"Kamu suka enggak tempatnya?" tanya Rayyan saat mereka mulai menyantap makanannya.


"Suka." Reska tersenyum sumringah.


Selesai makan mereka duduk bersantai menikmati suasana yang mulai gelap karena matahari sudah mulai tenggelam.

__ADS_1


"Sayang," panggil Rayyan.


"Iya," jawabannya yang duduk di samping Rayyan dan menyandarkan manja kepalanya di bahu Rayyan.


"Bagaimana, kalau minggu depan kita jalan jalan ke pantai." ajaknya.


"Serius?" tanya Reska antusias.


Rayyan mengangguk."Mau?"


"Tapi, aku enggak suka pantai.. gimna kalau kita hiking lagi?" tawar Reska.


Rayyan mengerutkan keningnya." Hiking?"


"Iya.. aku kangen suasana di gunung."


"Berdua aja kan?"


"Sama Devan dan yang lainnya lagi.. "


Rayyan menghela nafas."Enggak romantis dong kalau mereka ikut." protes Rayyan.


"Romantis kok, lagi pula kalau aku pergi bermalam berdua sama kamu aja pasti enggak akan di ijinin sama papa." jelas Reska.


"Ribet juga ya.. " keluh Rayyan.


"Jadi pacaran sama aku ribet gitu?" Reska cemberut.



"Enggak kok, yang ribet itu kalau aku udah kebelet nikah sama kamu." goda Rayyan.


Reska tersipu malu mendengarnya.


"Nanti aku obrolin dulu sama yang lain, kamu enggak ajak pacar kamu?"


Reska mengerutkan keningnya."Pacar? maksudnya?"


Rayyan tertawa kecil."Pacar kamu siapa itu namanya? nico ya? atau sutejo?" cibir Rayyan yang mengetahui kebohongan Reska setelah membaca buku catatannya.


Reska memukul gemas lengan Rayyan."Apaan sih," ucapnya malu.


Rayyan tertawa."Namanya sutejo tapi mukanya ganteng juga ya.. cocok lah sama kamu." cibir Rayyan kembali.


"Nyebelin banget sih." Reska cemberut.


"Aku cemburu." ucap Rayyan yang menatap Reska.


"Cemburu?"


"Iya, cemburu liat kamu sama dia waktu itu." ujar Rayyan.


"Maaf.. " sesal Reska.


"Jangan ulangi lagi." Rayyan mencium kening Reska. Gadis itu tersenyum dan kembali menyandarkan kepalanya di bahu Rayyan.


Setelah menghabiskan waktu cukup lama di sana Rayyan pun mengantar Reska pulang. Tak lama mobil Rayyan berhenti di depan rumah Reska.


"Makasih ya, aku masuk dulu." ucap Reska yang membuka pintu dan keluar dari mobil Rayyan.


"Sayang," panggil Rayyan yang keluar dari mobilnya dan menghampiri Reska yang hendak masuk ke dalam rumah.


"Ada apa?" tanyanya sambil menoleh ke arah Rayyan.


"Ada yang lupa."

__ADS_1


"Apa?" tanyanya bingung.


"Hadiah kecil lagi, untuk Areska wijaya yang cantik." kembali memberikan setangkai mawar cantik pada gadis itu.


"Makasih, Rayyan Bramasta yang tampan." ucapnya dengan senyum yang merekah.


Cup.


Memberikan kecupan di kening Reska.


"Love you." ucapnya yang berlalu pergi.


Di tempat lain Kemal tanpa sengaja menangkap pemandangan itu.


"Astaga.. adegan apa itu??!!" gerutunya.


Reska dengan langkah riangnya masuk ke dalam rumah.


"Reska." panggil Kemal begitu putrinya itu menutup pintu.


"Papa?"


"Papa mau bicara," menuntun Reska untuk duduk di sofa.


"Bicara apa pah?"


"Kamu habis dari mana?" tanyanya mengintrogasi.


"Pergi sama Rayyan." jawab jujur sang putri.


"Kemana?" semakin menyelidik.


"Makan malam aja." sahutnya santai.


"Serius makan aja?" memasang wajah tidak percaya.


Reska mengangguk.


"Terus cium cium tadi apa maksudnya?"


"Papa ngintip??!!" wajah Reska memerah.


"Enggak ngintip, kalian aja yang keterlaluan pamer adegan seperti itu di depan rumah." gerutu Kemal.


Reska terdiam dengan wajah malu.


"Kamu pacaran sama Rayyan?"


Reska mengangguk.


Kemal menepuk jidat."Kenapa harus pacaran sama si belatung nangka itu?" protes sang ayah.


"Belatung nangka? Rayyan ganteng papa kok di bilang belatung nangka." Reska tidak terima dan membela sang pujaan hati.


"Cari yang lain saja ya.. " mengelus lembut rambut Reska.


"Rayyan memanngnya kenapa?"


"Rekam jejaknya dulu tidak baik." mengingat masa kecil Rayyan yang seperti belatung nangka.


"Rekam jejak kan dulu, Rayyan baik kok..Reska cinta mati sama Rayyan." beranjak dari sofa dan meninggalkan sang ayah.


Kemal menghela nafas." Gue mesti konsultasi nih sama si Rai." gumamya kemudian.


Guys.. jangan lupa komen dan votenya yak.. ❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2