Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Kembali ke Indonesia


__ADS_3

Malam itu Rayyan kembali ke apartemennya dan menekan nomor seseorang di handphonenya.


"Halo, sayang.. " terdengar suara lembut dari balik telepon.


"Halo mah, bagaimana kabar mama?" tanyanya yang merasa sudah hampir seminggu dia tidak menghubungi ibunya itu.


"Alhamdulillah, baik sayang, kamu sehat kan di saya?" tanya Dira dengan nada khawatirnya.


"Sangat sehat mah, Eeemmm.. lusa aku pulang,"


"Oya? baguslah mama sangat rindu kamu," ucap Dira antusias.


"Aku juga rindu mama.. yaudah, aku tidur dulu ya, Love you."


"Love you too sayang." Dira menutup teleponnya.


***


Hari berikutnya Rayyan dan keluarga kemal pun kembali ke Indonesia. Malam itu Rayyan sampai di Indonesia dan di sambut hangat orang tuanya terutama Dira yang merasa sangat merindukan putranya.


Keesokan harinya siang itu Rayyan menghampiri keluarganya yang sedang bersantai di ruang keluarga.


"Pah, mah." Rayyan menghampiri orang tuanya dan duduk di sofa.


"Iya sayang," sahut lembut Dira.


"Hari ini ada yang ingin bertemu kalian."


"Bertemu?" Rai mengerutkan keningnya.


Rayyan mengangguk tak lama terdengar suara bel dari pintu depan.


"Itu orangnya datang, ayo kita temui mereka," ucap Rayyan antusias.


"Siapa sayang?" Dira memasang wajah bingung.


Rayyan hanya tersenyum dan menuntun orang tuanya untuk membuka pintu.


"Assalamualaikum mbak Dira," ucap Shanum dari balik pintu yang datang bersama Kemal dan Reska siang itu.


"Shanum?" mata Dira membulat terkejut melihat sosok wanita yang sudah lama tidak di temuinya.

__ADS_1


"Pah, mah.. ada yang ingin Rayyan bicarakan bersama mereka." Rayyan mempersilahkan keluarga Reska masuk sedangkan Rai dan Dira hanya memasang wajah dingin saat itu.


"Pah, mah selama di Australia Rayyan bertemu dengan Reska dan kami satu kota, Rayyan mencintai Reska," ucap Rayyan tanpa basa basi.


Dira tersenyum lirih."Sayang, bagaimana bisa kamu mencintai wanita yang sudah membuat mu terluka?" Dira memasang wajah tak terima atas ucapan putranya sedangkan Reska hanya menduduk dengan mata yang sudah berkaca kaca.


"Mbak Dira, maafkan aku, ini semua salah ku, aku yang tadinya berniat menjodohkan Reska dengan pria lain karena wasit dari ibuku," jelas Shanum dengan wajah menyesalnya.


"Kamu tidak tau bagaimana hancurnya Rayyan saat itu kamu hampir saja membuatnya putus asa!!" seru Dira yang tidak dapat menahan emosinya.


"Sayang tenanglah," Rai mencoba merangkul Dira.


Shanum beranjak dari duduknya dan bersimpuh di hadapan Dira."Maafkan aku mbak, aku benar-benar menyesal dengan keputusan ku waktu itu dan ternyata itu pun membuat Reska menderita," ucap Shanum dengan beruarai air mata.


"Mah, maafkan tante Shanum. Rayyan ingin menikah dengan Reska," ucap Rayyan kemudian.


"Apa? menikah?" Dira memasang wajah tidak percaya.


"Iya, Rayyan sangat mencintai Reska sampai saat ini."


Dira menggeleng."Mama tidak bisa menerima ini." Dira beranjak dari duduknya dan berjalan menuju kamarnya.


"Tunggulah, aku akan mencoba bicara dengan mama," Rayyan beranjak dari duduknya dan menuju kamar Dira.


Terlihat Dira yang duduk di ujung ranjang dengan wajah sedihnya. Rayyan berjalan menghampiri sanf ibu dan duduk di sebelahnya.


"Maafkan Rayyan," ucap lembut Rayyan.


"Kamu tidak salah,"


Rayyan memegang tangan Dira."Rayyan sangat mencintai Reska. Rayyan mohon maafkan keluarga mereka," Rayyan mengiba.


"Sayang, kenapa kamu seperti ini? masih banyak wanita yang lebih baik dari Reska,"


"Rayyan tau, tapi mama pasti mengerti kan jika kita sudah mencintai seseorang beetahun tahun Rayyan berusaha melupakannya tapi tidak bisa, perasaan seperti ini memang terlihat bodoh dan tanpa logika tapi itu yang Rayyan rasakan, mama bisa mengerti?" Rayyan mencoba bicara selembut mungkin dengan menatap nanar mata sang ibu.


Dira terdiam dan mencoba mencerna ucapan putranya. Benar memang, terkadang cinta membuat seseorang terlihat bodoh meskipun berulang kali telah di kecewakan. Dira seakan teringat kembali saat Rai dulu berulang kali mengecewakannya tapi perasaan sayang itu nyata tidak pernah hilang.


"Reska kebahagiaan Rayyan," sambung Rayyan yang menghapus air mata sang ibu.


Dira memeluk Rayyan."Sayang, kamu benar-benar berhati baik, mama bangga pada mu." seru Dira yang menumpuk air matanya di pelukan putranya untuk sesaat.

__ADS_1


"Mama pun berhati baik, jadi aku bisa tumbuh seperti ini, aku sangat menyayangi mama."


Dira tersenyum dan tidak menyangka anak balita yang dulunya sering membuatnya sakit kepala kini justru tumbuh menjadi pria dewasa dan sangat bijaksana.


"Mama, merestui hubungan kalian, untuk kebahagiaan mu."


"Terima kasih mah, mama yang terbaik." Rayyan tersenyum puas mendengar ucapan sang ibu dan bergegas keluar kamar.


"Mbak Dira?" ucap Shanum yang melihat Dira keluar kamar dan kembali duduk di sofanya.


"Shanum, jujur aku sebenarnya sangat kecewa dengan sikap mu, tapi Rayyan adalah segalanya untuk ku. Aku merestui hubungan mereka untuk kebahagiaan Rayyan putra ku."


Shanum kembali beranjak dari duduknya dan langsung memeluk Dira.


"Makasih mbak.. sekali lagi aku benar-benar minta maaf." seru Shanum dan Dira meresponnya dengan seulas senyum di bibirnya.


"Rai, gue juga minta maaf sama loe," sambung Kemal yang menatap Rai yang duduk di hadapannya .


"Pintu maaf gue udah tertutup buat loe," ketus Rai.


"Oh, belagu bener." cibir Kemal.


"Baru tau, gue belagu, sebagai gantinya anggaran cafe selama setahun loe yang tanggung." ucap Rai kemudian dengan senyum usilnya.


"Yaudah, gue minta mahar 100 sapi buat Reska." tantang Kemal.


"Pah, kok maharnya sapi sih? enggak keren banget??!!" protes sang putri.


"Sayang sapi lebih mahal apa lagi kalau ada 100," bujuk Kemal.


"Yaudah Rayyan kamu dengar kan? nanti kamu kirim 100 sapi ke rumah mereka pasti enggak akan muat." cletuk Rai seraya melirik Rayyan yang memasang wajah heran dengan perdebatan dua bapak bapak aneh di hadapannya.


Mereka semua pun tertawa.


"Ok, kalian berdua akan segera menikah, kita lakukan acara pertunangan kalian di cafe error, bagaimana?" tanya Rai antusias.


Rayyan dan Reska pun mengangguk setuju dan senyum mengembang dari kedua keluarga tersebut setelah sekian tahun perang dingin di antara mereka.



Babang Rayyan mau nikah nih.. kalian vote ya.. kalau enggak vote nanti adegan itunya aku skip nih.. wkwkwk

__ADS_1


__ADS_2