
1 tahun kemudian.
Pagi itu tampak balita mungil sedang berjalan dengan tertatih tatih. Derran Wijaya kini sudah menjadi balita yang menggemaskan dan tubuh layaknya balita pada umumnya.
Reska yang baru selesai mandi pun bergegas mengenakan pakaiannya dan menuju halaman belakang rumahnya.
"Sayang, Derran mana?" Reska menghampiri Rayyan yang sedang berjongkok di dekat kolam ikan.
"Lagi main tuh." melirik ke arah samping tapi putra kesayangannya itu sudah tidak ada.
"Mana?"
"Tadi sih di sini?"
Mereka pun memutar pandangannya tampak Derran yang sedang duduk di genangan lumpur.
"Ya ampun!!" seru Reska yang langsung menghampiri Derran.
"Ya ampun kenapa sih enggak di jaga yang benar, ini baru jam 9 pagi tapi Derran sudah 3 kali mandi!!" omel Reska yang sangat jengkel dengan Rayyan.
"Dia maunya main di belakang terus yank," jelas Rayyan.
"Ya di lihatin donk jangan lihatin ikan hias kamu terus!!" omel kembali Reska yang langsung menggendong Derran dan memandikanya kembali.
"Maaf ya, aku janji enggak ulangi lagi," ucap Rayyan dengan wajah memelasnya.
Tak ada jawaban dari Reska yang tetap fokus memaikan Derran baju.
"Ngomong dong, aku rindu suara kamu," merayu seakan sudah lama tak mendengar suara sang istri.
"Udahlah BT, aku mau ke rumah mama sama Derran,"
"Oh yaudah, aku antar ya,"
"Iyalah, memanf harusnya begitu, mau di antar siapa lagi coba,"
Rayyan tersenyum dan bergegas mengambil kunci mobilnya lalu mengantar Reska ke rumah orang tuanya. Tak lama mereka sampai Reska mengetuk pintu dan mengucap salam.
"Assalamualaikum,"
"Walaikumsalam, ya ampun ada Derran genteng." seru Shanum yang membuka pintu dan melihat cucu kesayangannya.
Mereka pun masuk dan menuju ruang keluarga.
"Sayang, aku pergi dulu ya." ucap Kemal yang menghampiri Shanum." Lho ada si ganteng?" tanyanya yang langsung mencium gemas sang cucu.
"Iya, baru datang," jelas Shanum.
"Paoa mau ke mana?" tanya Reska yang melihat Kemal sudah berpakaian rapih siang itu.
"Mau ke mall, survei tempat untuk cabang cafe di sana, yaudah papa pergi dulu ya," hendak beranjak dari duduknya tapi balita mungil di sampingnya menarik baju sang opa dengan gumaman khas bayi.
__ADS_1
"Derran, opa mau pergi," Rayyan menggendong Derran tapi balita itu meronta ke arah Kemal.
"Sepertinya Derran mau ikut," ucap Shanum yang melihat gelagat sang cucu.
"Jangan, Derran di sini saja ya," bujuk Reska tapi balita tersebut makin menangis kencang.
"Ya sudah, Derran ikut saja." ucap Kemal yang akhirnya merasa tak tega.
"Enggak ngerepotin pah?" tanya ragu Reska.
"Enggak, cuma survei aja kok." mengambil Derran dan gendongan Rayyan dan bergegas menuju mall tersebut bersama cucu semata wayangnya.
Tak lama Kemal sampai, dan menuju sebuah cafe, tampak Rainan, Nanda dan Arya menunggu di sana.
"Loe, bawa si Arjuna ganteng?" tanya Rai yang melihat Kemal menghampiri mereka dengan Derran di gendongannya.
"Iya, nangis mau ikut," Kemal duduk bersama mereka dan Rai langsung mengambil Derran dan gendongan Kemal
"Namanya udah ganti jadi Arjuna emang?" tanya Nanda heran.
"Orang ngaco sih enggak usah di dengerin," sahut Kemal melirik ke arah Rai.
Rai terkekeh geli."Arujana tampan penerus Playboy masa depan," ucap Rai bangga.
"Error," cletuk Arya.
Tak lama mereka pun menuju sebuah tempat di mall tersebut yang akan di jadikan cabang cafe mereka.
Mereka tampak sibuk dengan argumen mereka tentang konsep cafe yang akan di buatnya di sana.
"Derran mana?" menyenggol lengan Rai yang masih sibuk berkicau.
"Bukannya sama loe?" tanya balik sang besan.
"Tadi kan terakhir di gendong sama loe, jadi tanya ke gue sih," sahut gemas Kemal.
"Tadi Derran mau turun, gue bilang lihatin bentar, loe enggak denger?" Rai tak mau kalah.
"Berisik banget sih loe berdua," cletuk Arya yang tampak gemas melihat perdebatan mereka.
Rai dan Kemal pun memutar pandangannya tapi sosok mungil tersebut tak ada.
"Derran hilang," seru panik Rai.
"Enggak heran gue, loe berdua emang enggak becus, udah ayo cari." geram Nanda.
Mereka semua pun bergegas berpencar mencari Derran. Sampai tak lama handphone Rai berbunyi.
"Halo Nan, udah ketemu?"
"Derran ada di toko mainan, loe cepat ke sini."
__ADS_1
Rai pun bergegas menuju toko mainan yang tak jauh dari tempat awal mereka. Terlihat Kemal dan Arya yang sudah ada di sana.
"Derran mau beli mainan nih," Kemal menyerahkan keranjang mainan pada Rai.
"Lah bayarin lah.. pelit banget," melirik keranjang yang sudah penuh dengan mainan yang di pilih Derran.
"Gue lupa bawa dompet, buru buru tadi," jelas Kemal.
"Alesan model lama," cibir Arya.
"Serius, geledah deh, kalau enggak percaya." Kemal meyakinkan.
"Aduh gimana, dompet gue di sita sama Dira," Rai tampak bingung.
"Kok bisa?" tanya Nanda heran.
"Loe tau kan dompet keramat gue ternyata masih nyelip foto Gizza, yaudah Dira murka deh," jelas Rai dengan wajah nelangsanya.
"Sengaja di selipin itu sih," ucap Arya tak percaya
"Serius, masa iya gue masih suka main cewek," Rai meyakinkan.
"Mana ada yang tau, kalau loe masih gitu," cibir Nanda sampai terdengar suara Derran yang merasa di abaikan karena mahluk mahluk tersebut malah asik mengobrol.
"Aduh nangis kan si ganteng," Rai bergegas menggendong Derran.
"Ar, gue pinjem uang loe dulu deh," ucap Kemal kemudian.
"Gue cuma bawa uang 200rb," ucap Arya seraya melirik harga mainan tersebut yang melebihi isi kantongnya.
"Makin tua makin kere loe," cibir Kemal.
"Gue masih banyak cicilan," jujur Arya.
"Dari baru nikah hutang enggak lunas lunas tuh," timpal Rai.
"Hutang enggak mandang umur," sahut Arya yang di respon tangisan kencang Derran yang membuat gendang mereka semua hampir pecah mendengarnya.
"Aduh.. jangan nangis donk sayang, jadi kelihatan orang susah kita." bujuk Kemal seraya melirik beberapa pengunjung yang melihat ke arah mereka yang tampak repot.
"Yaudah, yaudah pakai uang gue dulu!!" Jawab Nanda dengan berat hati yang membuat mereka tersenyum lega.
Nanda pun menggendong Derran dan ke kasir untuk membayar mainan tersebut.
"Nih totalnya 1.5, gantiin besok." menyerahkan mainan tersebut pada Rai.
"Loe emang bisa di andalin," puji Rai.
"Dari jaman dulu keturunan loe emang suka bikin repot sama malak." gerutu Nanda yang di respon tawa mereka semua.
Mereka pun kembali ke tempat awal dan membicarakan tentang masalah cafe yang akan di buatnya. Tampak Derran yang asik dengan mainan mainan yang di belinya.
__ADS_1
Guys.. mau tambah eksta partnya? spesial trio error? tambah juga votenya yak.. 😁😁❤️❤️❤️