
Pagi hari Dira mulai membuka matanya, terlihat pantulan samar sinar matahari yang menembus ventilasi ventilasi di kamarnya, di lirik jam di dinding di sudut ruangan yang sudah menunjukkan pukul 06.00 pagi.
"Sayang, " Dira menepuk pelan tubuh Rai yang masih berkelana di mimpinya.
" Heeemm, " Sahut nya sambil tetap memejamkan matanya.
" Sayang, bagun, katanya mau olahraga, " ucap Dira yang menagih janji Rai yang akan mengajak nya olahraga pagi itu.
Rai perlahan membuka matanya, di lihat nya Dira yang menatap nya dengan senyum manisnya" Memangnya sudah jam berapa? " tanya Rai dengan suara serak khas bangun tidur.
" Jam 6.. sekarang aja yuk, masih segar udara nya, "
" Oh yaudah, aku cuci muka dulu ya sama gosok gigi dulu ya, " ucap Rai yang beranjak dari tempat tidur nya dengan langkah gontai dan mata yang masih mengantuk.
Tak lama Rai dan Dira bergegas ke luar rumah. Rai mengeluarkan sepeda motor nya.
" Enggak apa apa kan pakai motor? kita ke taman kota ya, " Rai bergegas menghidupkan mesin motor nya.
" Iya enggak apa-apa kok, " balas Dira dengan senyum manisnya dan bergegas menaiki motor Rai.
" Sudah siap? pegangan yang erat, nanti kalau kamu jatuh aku bisa repot, " ucapnya seraya melingkarkan tangan Dira ke pinggang nya.
" iiisshh... iya, pelan pelan ya, " balas Dira yang memeluk erat tubuh Rai dan menikmati suasana jalanan pagi itu yang masih lengang dan terhirup udara pagi yang menyejukan.
" Dingin banyak tangan kamu, " Rai memegang lembut tangan Dira di sela sela perjalanan mereka .
" Iya, sedikit dingin, "
" Pakai jaket aku ya, "
" Enggak usah, baju aku lengan panjang kok, udah tebal juga, bentar lagi juga sampai kan, "
" Oh yaudah, kamu inget enggak pertama kali aku ajak kamu naik motor? "
" Ingat kok, waktu sekolah, pulang sekolah, "
__ADS_1
" Iya, udah lama ya.. masih ganteng banget kan aku waktu itu," ucap Rai sambil tertawa.
"iiisshh.. pede banget sih, " Dira mencubit gemas pinggang Rai yang membuat Rai sedikit meringis kesakitan.
Tak lama mereka sampai di taman kota, yang sudah tampak banyak orang orang yang hilir mudik dan juga banyak yang melakukan olah raga pagi atau sekedar menikmati udara pagi di sana.
Rai mengajak Dira untuk sekedar berjalan jalan pagi, sedangkan Rai berlari lari kecil.
" Sayang, lari nya jangan cepat cepat donk, capek nih, " keluh Dira dengan nafas yang terengah engah karena mencoba mengejar Rai yang seperti asik berlari sendiri.
Rai terkekeh geli melihat Dira yang tampak kesal, dan berjalan perlahan menghampiri Dira.
" Semangat sayang, aku denger kalau mau lahiran harus banyak gerak, ayo semangat! " ucap Rai dengan semangat membara.
" Semangat sih semangat, tapi aku jangan di tinggal lari terus!! capek tau, kamu sih enak enggak hamil, " dengus Dira kesal karena merasa Rai selalu meninggalkan nya lari.
" Hehe... maaf ya sengaja, biar kamu semangat, "
" Semangat apaan yang ada aku lahiran di sini deh, "
" Yaudah, aku laper.. " Sahut Dira sambil mengusap pelan perutnya yang sudah keroncongan.
Rai pun mengandeng Dira menyusuri jalan dan melihat beberapa pedagang di pinggir taman kota tersebut.
" Mau makan apa? " tanya Rai sambil melirik Dira yang sibuk melihat lihat makanan di sekitarnya.
" Emm, beli siomay aja, kayaknya enak, "
" Oh yaudah, tunggu di situ ya, aku pesenin, " titah Rai yang langsung memesan siomay yang di inginkan Dira sedangkan Dira menunggu di bangku tak jauh dari sana.
" Ayo makan, " ucap Rai yang menghampiri Dira dengan sepiring siomay di tangan nya.
" Kok cuma beli satu? kamu enggak beli? " tanya Dira dengan ekspresi bingung.
" Enggak, aku enggak suka siomay, "
__ADS_1
" Yaudah kamu beli yang lain aja? "
" Aku belum laper nanti aku makan mie instan aja di rumah, sudah ayo makan, " Rai menyuapi Dira sampai siomay tersebut habis.Tak lama mereka pun kembali ke rumah.
" Aku mandi dulu ya, " Rai bergegas ke kamar mandi. Selesai mandi Rai mengerikan rambutnya yang masih basah dengan handuk dan Dira masuk ke kamar dengan membawa makanan.
" Sayang, makan dulu ya, "
Rai mengerutkan kening nya" kamu sudah masak? "
" Ini aku buat nasi goreng, tadi kan kamu belum makan, "
" Ya ampun tadi kan aku bilang aku makan mie instan aja, "
" Enggak baik pagi-pagi makan mie instan, ayo makan, "ucap Dira yang menuntun Rai ke ranjang dan menyuapi nya nasi goreng buatan nya.
" Makasih ya, " Rai tersenyum.
" Sayang, jadi besok kamu mulai kerja di kantor Nanda? "
" Iya, emm.. semoga saja bisa langsung masuk ya besok, dan semoga saja banyak lemburan di kantor itu, "
" Lemburan? "
" Iya, aku ingin banyak mengambil lembur nanti, dan mungkin aku akan pulang larut malam, enggak apa apa kan? "
Dira menatap Rai dengan sendu" Kenapa harus seperti itu? "
" Sebentar lagi kan kamu lahiran lalu aku mau bantu papa lunasi sedikit demi sedikit hutang hutang nya pada bank, aku ingin perusahaan papa kembali lagi, papa juga sudah menjual semua villa nya untuk menutupi hutang hutang itu, " sahut Rai seraya berusaha tersenyum.
" Maafkan aku, ini semua karena aku kamu dan keluarga mu harus seperti ini, " ucap Dira dengan suara yang bergetar dan air mata yang mulai jatuh membasahi pipi nya.
Rai menghapus air mata Dira" Sudah lah, sudah aku bilang jangan bicara seperti itu lagi, lagi pula aku sudah cukup puas kok hidup berkecekupan, dulu sejak kecil aku tidak pernah perduli dengan keluarga ku, yang aku tau dulu keinginan aku harus di penuhi, senang senang dan menghabiskan uang dengan cepat, sekarang aku mengerti, aku benar-benar anak yang tidak berguna saat itu, papa benar hanya dengan menikah dengan mu bisa mengubah ku, aku bersyukur bisa menikah dengan mu yang bisa banyak mengubah ku, " ucap Rai yang memegang lembut tangan Dira.
Dira tersenyum dan memeluk tubuh Rai" Aku juga bersyukur bisa menikah dengan mu, " Balas Dira dalam pelukan Rai.
__ADS_1
Guys.. jangan lupa like, komen, dan vote yak ❤️❤️❤️