Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Baby boy


__ADS_3

Malam itu Dimas sedang menikmati Coffee pekarangan rumahnya, sampai datang seorang pria menghampiri nya.


" Malam pak, saya mau memberitahu Rainan wijaya telah menyelidiki dan mengenetahui identitas bapak," ucap pria tersebut.


Dimas terdiam, pandangan nya tetap fokus pada pemandangan di sekitarnya dan menyruput Coffee yang di pegang nya.


"Oh, baguslah, ternyata dia bergerak cepat,"


" Lalu, bagaimana selanjutnya? apa kita jalankan rencana selanjutnya? "


Dimas tersenyum tipis" Tidak usah terlalu terburu buru, biarkan saja dulu, buat dia lengah setelah itu baru kita berikan kejutan manis untuk nya, "


Pria itu mengangguk dan meninggalkan Dimas sendiri.


Rainan wijaya, aku akan bersabar sebentar sampai aku benar-benar bisa menghancurkan kehidupan mu. gumam dimas.


***


Malam itu Rai dan Dira sedang menikmati makan malam mereka.


" Sayang, kita ke dokter kandungan ya, sudah jadwalnya pemeriksaan, " ucap Dira sambil mengunyah makanan nya.


" Oya? yaudah habis makan kita langsung berangkat ya " sahut Rai tersenyum.


Setelah makan Rai dan Dira bergegas ke rumah sakit untuk memeriksakan kandungan Dira yang sudah berusia 5 bulan. Setelah menunggu antrian Dira masuk ke ruang pemeriksaan untuk USG dira berbaring di ranjang perawat pun menarik selimut dan menutupi bagian bawah perut Dira lalu mengoleskan cairan pelumas dan dokter wanita menempelkan drop di perut nya , mata Dira dan Rai tertuju pada layar monitor di hadapan mereka.


" Bayi kalian sehat ya, jaga terus pola makan nya ya bu, " ucap dokter tersebut sambil menjelaskan tentang keadaan janin nya.


" Oia Dok apa jenis kelamin nya sudah terlihat? tanya Rai.


"Sudah pak, jenis kelamin nya laki laki, " jawab dokter tersebut dengan senyum ramahnya.


Dira dan Rai tersenyum sumringah mendengar nya, sampai pemeriksaan selesai mereka keluar dari rumah sakit menuju mobil. Rai menutup pintu mobilnya.


" Sini aku lihat, " ucap Rai sambil menedengkan tangan nya.


Dira mengerutkan kening nya" Lihat apa nya? "


" Foto USG jagoan kita, "


" Oh, " Dira membuka tas nya dan memberikan foto USG yang tadi di terima nya dan memberikan nya pada suami nya. Rai tersenyum sumringah sambil memandangi foto tersebut.


" Kamu seneng banget ya? " ujar Dira.

__ADS_1


" Astaga.. pertanyaan macam apa itu, " sahut Rai.


" Maksudnya? "


" Ya jelas lah aku senang, harusnya kamu tanya habis bikin anak cowok mau bikin anak cewek enggak yank, " Goda Rai sambil tertawa.


" Iiiiisshhh.. dasar, "


Rai mengelus lembut perut Dira yang sudah tampak membesar" Aku senang banget anak pertama kita cowok, sehat sehat ya, kalau sudah lahir jangan nakal seperti papa, " ucap Rai sambil terus mengelus perut Dira.


" Tumben sadar diri? " ledek Dira yang di respon tawa kecil dari Rai.


" Oia, baru jam 7 gimana kalau kita ke mall dulu, beli perlengkapan bayi, " ajak Rai.


" Perlengkapan bayi? tapi kan masih lama lahirnya sayang? kata orang tua tuh enggak boleh, nanti aja ya, "


" Ya ampun kamu tuh kaya hidup di jaman sejarah aja percaya kaya gitu, udah pokoknya kita beli sekarang, " Desak Rai yang langsung menyalahkan mesin mobil nya.


Ya ampun.. keras kepala banget sih. gerutu Dira yang akhirnya hanya bisa pasrah.


Tak lama mereka sampai di sebuah mall dan melangkah kan kaki nya ke sebuah toko perlengkapan bayi di sana.


" Lucu lucu ya, " ucap Dira sambil menyusuri dan melihat perlengkapan bayi yang tampak mengemaskan.


" Ini bagus, ini bagus, ini juga bagus, "ucap Rai sambil memasukkan beberapa pakaian bayi lelaki ke dalam keranjang belanjaan nya.


Dira yang ada di belakang nya hanya mendelik kaget melihat Rai yang sudah banyak memilih pakaian bayi tersebut.


" Yank, ini kebanyakan, terus lihat kamu kok beli nya yang ukuran gede gede ini sih kayaknya ukura satu tahun, " gerutu Dirs yang tampak gemas dengan Rai.


" Lho memang nya kenapa? nanti juga di pakai kan? "


" Iya, tapi beli yang ukuran kecil aja dulu nanti keburu bulukan deh baju nya, "


" Ya ampun kamu kira kue bulukan, kalau nanti yang ada keburu ada yang beli bajunya, udah kamu diem aja, selera cowok aku aja yang pilih, selera aku bagus kok, " sahut Rai yang tetap mengambil baju baju bayi yang di sukai nya.


Ya ampun, kok jadi dia yang ngatur sih, kan


aku yang hamil. gerutu Dira.


Setelah cukup lama Rai dan Dira pun selesai berbelanja. Rai tersenyum puas dengan barang barang yang di pilih nya.


Sampai terdengar suara handphone Rai berbunyi dan segera mengangkat nya.

__ADS_1


" Hallo Rai, loe di mana? " terdengar suara Kemal di balik telepon.


" Oh, gue lagi di mall nih sama Dira, kenapa emang? "


" Gue lagi di cafe biasa nih sama Arya sama Nanda juga, tadi nya mau nyuruh ke sini,"


" Oh cafe biasa kan di mall ini juga, yaudah gue ke situ deh, " ucap Rai yang langsung menutup telepon nya.


" Siapa yank? " tanya Dira saat mereka hendak keluar dari toko perlengkapan bayi tersebut.


" Oh, ini teman teman aku, dia lagi ada di cafenya di sini, kita ke sana ya, " ajak Rai.


" Yaudah kamu ke sana aja aku mau ke toko buku aja ya, " tolak Dira yang sebenarnya tidak suka jika bersama dengan teman teman Rai.


" Enggak boleh, masa kamu sendirian ke toko buku, nanti habis ke teman aku kita ke toko buku ya sayang, " bujuk Rai dengan wajah setengah memaksa.


Dira hanya bisa pasrah dan mengikuti kemauan nya untuk ke cafe tersebut. Tak lama mereka sampai, dan melihat teman teman Rai yang sudah duduk di sana.


" Set dah abis ngeborong loe Rai, " ucap nanda yang melihat beberapa paper bag yang di pegang Rai.


Rai dan Dira duduk dan bergabung dengan mereka" Iya lah, sirik loe, " sahut Rai yang langsung meminta Dira memilih makanan di daftar menu di hadapan nya.


" Belanja apa Rai? banyak bener? " tanya Arya.


" Oh, belanja perlengkapan buat bayi gue, "


uhuk..uhuk..kemal tersendak mendengar ucapan Rai.


" Tumben otak loe lempeng, " ledek kemal sambil tertawa.


" Kan mau jadi bapak masa belok terus otak  nya, " sambung Nanda yang juga tertawa.


" Berisik loe, anak gue cowok nih, mending loe pada nabung dari sekarang buat beli hadiah buat bayi gue, gue enggak terima barang murah, " cletuk Rai.


" Yaudah ntar kita patungan deh beli hadiah buat bayi loe, " sahut kemal sambil menyantap makanan nya.


" Enak aja patungan, enggak terima gue hadiah duitnya di gabung gitu, putuslah pertemenan kita kalau gitu, " ancam Rai.


" Kasian banget tuh anak punya bapak nyebelin kaya gini, " cletuk Arya


" Anak gue nanti pasti ganteng kaya gue, ya enggak sayang, " ucap Rai sambil merangkul Dira yang duduk di samping nya. Dira hanya tersenyum simpul mendengar ocehan enggak jelas dari orang orang di hadapan nya.


Guys.. tolong bantu vote ya.. ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2