Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Cemburu menguras hati


__ADS_3

Sore hari Rai kembali ke rumahnya.


" Sayang, sudah pulang? " sambut Dira seraya nencium tangan suaminya.


" Iya, Rayyan masih tidur? " tanya nya saat melihat bayi mungil nya sedang tertidur di box bayi.


" iya baru tidur,"


" Oh yaudah aku mandi dulu ya," Rai bergegas mengambil handuk.


"iya, aku mau bantu mama masak untuk makan malam dulu ya." sahut Dira yang juga langsung bergegas keluar kamar.


Tak lama Rai selesai mandi dan mengganti pakaian nya.


Tadi gue lupa bawa laporan kerja, di taruh di mana ya? aduh lupa lagi. gerutu Rai tampak sibuk mengeledah kamarnya untuk mencari laporan kerjanya.


Rai terus mengeledah beberapa tempat di kamarnya. Sampai matanya tertuju pada kotak kecil yang berada di laci lemari.


kotak apa ini? gumam nya.


Rai duduk di ranjang dan membuka kotak tersebut, matanya membulat sempurna dengan ekspresi bingung melihat beberapa lembar foto Dira di dalamnya. Sampai tak lama Dira kembali ke kamar nya.


" Sayang, Rayyan enggak bangun kan? " tanya Dira.


" Foto apa ini? " tanya Rai dengan raut wajah yang tampak serius.


Dira menghampiri Rai dan melihat foto yang sedang di pegang Rai adalah foto yang tadi pagi di berikan Dimas pada nya.

__ADS_1


" Oh, ini foto aku." jawab Dira tenang.


" Aku tau ini foto kamu siapa bilangin ini foto kemal, maksud aku ini bukan kamu sendiri kan yang foto? di lihat dari pose pise kamu yang seperti tidak sadar sedang di foto? " ucap Rai dengan analisanya.


" iya, itu memang bukan aku yang foto,"


"Benar? latar belakangnya seperti di area kantor semua? Oh.. aku mengerti pasti si dimas yang mengambil foto foto ini kan? " ucap Rai yang bertanya tapi dia menjawab nya sendiri.


" iya memang Dimas, tadi dia kesini dan memberikan foto ini sama aku," ucap Dira dengan ekspresi tenang yang sangat berbanding terbalik dengan Rai yang seperti sudah mengeluarkan asap di kepalanya.


"Astaga.. istri ku ini jujur sekali bilang ada pria yang mendatangi nya tanpa wajah berdosa," geram Rai.


"Dosa? memang nya aku berbuat dosa apa? " tanya Dira dengan ekspresi bingung.


" Ya ampun kamu menemui pria yang sangat mencintaimu tanpa aku? bagaimana jika kamu terhasut dan berniat meninggalkan ku lagi??" sahut Rai dengan emosi yang semakin memuncak.


" Oh dia mau pergi? tadi ucapan perpisahan begitu maksud mu? lalu apa dia mencium mu sebagai salam perpisahan? "


Dira beranjak dari kasur" Maksud kamu apa sih? apa aku serendah itu berciuman dengan pria lain? " ucap Dira yang mulai terpancing emosi.


" Lalu ini apa? dia mau memberitahukan mu kalau selama ini dia sering mengambil foto mu menandakan dia sangat mencintai mu? "


" Kamu itu apa apaan sih? kalau pun dia mencintai ku dari dulu tapi aku tidak menyukai nya," sahut Dira yang semakin merasa cemburu Rai sangatlah berlebihan.


" Oh jadi benar semacam penggemar rahasia ya, romantis sekali ya kisah kalian, sepertinya bagus kalau di jadikan film" ucap Rai seraya tersenyum kecut.


" Kamu sendiri bagaimana? kisah cinta kamu juga sama gizza lebih romantis, kalau di jadikan film judulnya cinta tak di restui seperti nya cocok," balas Dira tak mau kalah.

__ADS_1


" Kenapa kamu jadi ungkit dia? aku tidak pernah merespon nya,"


" Aku juga tidak pernah merespon nya,"


" Terserah lah," ucap Rai yang langsung keluar kamar.


Dira terduduk lemas di kasur air mata sedikit terjatuh dari pelupuk matanya.


kenapa sih kamu enggak pernah berubah, cemburu kamu selalu saja berlebihan, padahal aku selalu setia. gumam Dira sambil mengusap air matanya.


Sampai malam hari Rai tidak menghampiri Dira dan hanya terus berada di kamar tamu rumahnya.


"Sayang, Rai kok tadi enggak makan malam? sekarang dia di mana? " tanya mama Rai saat masuk ke kamar Dira untuk kembali tidur bersama menantu dan cucunya.


" Mungkin dia ada di kamar tamu," sahut Dira yang sedang bersandar di ranjang sambil menyusui bayi nya.


Mama Rai menghampiri Dira dan duduk di samping nya terlihat mata Dira yang tampak sembab.


" Kamu sedang bertengkar sayang? " tanya mama Rai menerka neraka.


" Enggak kok mah." elak Dira.


Mama Rai tersenyum " Kalau bertengkar juga enggak apa-apa kok, wajar, dan mama tau ini pasti salah Rai kan? Sayang, mama minta maaf ya kalau mungkin sifat Rai kadang terlalu kekanak kanakan, tapi mama rasa setelah menikah dengan mu Rai sudah banyak berubah, Rai itu dari kecil selalu saja membangkang sampai papa nya kadang tekanan darah nya mendadak naik karena ulah nya, mama juga kadang tidak bisa mengsturnya, tapi sama kamu dia seperti nya sangat menurut..mama yakin Rai pasti sangat mencintai kamu," ucap Mama Rai seraya mengusap lembut rambut Dira.


Dira tersenyum simpul mendengar ucapan mertua nya " Dira  juga sangat mencintai Rai, Dira akan berusaha lebih sabar untuk menghadapi Rai." sahut Dira yang juga di balas seulas senyum dari mertua nya.


Guys.. jangan lupa, like, komen dan vote yak ❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2