Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Rencana


__ADS_3

"RAINAN!" ucap Dira yang tampak terkejut dengan sosok pria yang tak asing untuk nya.


"Sayang, ini bukannya teman SMA mu dulu yang pernah ke rumah kan? " tanya mama Dira yang masih mengingat dan hafal betul wajah Rainan karena sampai saat ini pun hanya Rainan yang pria yang berkunjung ke rumah Dira.


"Lho,  kalian sudah saling kenal?? " tanya papa Dira dengan ekspresi bingung.


"Iya pah, ini teman sekolah Dira,  dulu dia pernah main ke rumah kita yang lama..iya kan nak? siapa nama mu tante lupa? " tanya mama Dira sambil menatap Rai.


"Iya tante saya teman SMA Dira dulu, saya Rainan, " jawab Rai sambil tersenyum.


"Wah kebetulan donk kalau kalian sudah saling mengenal,  jodoh itu tidak akan kemana ya pak Bayu??? " ucap papa Rai sambil tertawa.


"Iya benar pak wijaya jadi kita tidak usah repot repot mengenalkan mereka lagi, " jawab pak Bayu yang juga tertawa.


Rai dan Dira pun hanya terdiam dan saling menatap dengan fikiran masing masing.


"Ya ampun kenapa harus Dira sih.. kenapa harus cewek culun ini sih, " gumam Ra.


"Jadi bagaimana?? apa rencana kita selanjutnya? mau tunangan dulu atau bagaimana? " tanya pak Bayu setelah mereka duduk dan mulai meminum teh di hadapan nya.


"Langsung menikah saja lah pak Bayu.. toh mereka juga kan sudah dewasa, " ucap papa Rai.


"Pah, " Rai mencoba protes.


"Diam saja, " bisik papa Rai.


"Dira kamu bagaimana? mau kan menikah dengan Rainan? " tanya pak Bayu pada putri nya itu yang hanya terdiam mematung sedari tadi.


"Jelas mau dong pah.. Rainan kan anak yang baik, ya kan sayang, " jawab mama Dira yang tampak senang akan mendapatkan menantu seperti Rainan.


"Ya sudah bagaimana kalau lusa kita makan malam bersama untuk menentukan tanggal pernikahan mereka? " ucap pak Wijaya .

__ADS_1


"Oh, boleh boleh.. ide yang bagus," jawab papa Bayu tersenyum.


Dua keluarga itu pun terus mengobrol seakan sudah sangat akrab.. berbeda dengan Rai dan Dira yang hanya terdiam seolah sibuk dengan fikiran mereka masing-masing. Setelah cukup lama Rai dan keluarga nya pun pamit pulang dari rumah Dira.


"Pah, aku tidak ingin menikah dengan Dira, " ucap Rai saat mereka sampai di rumah dan papa dan mama nya tengah duduk di ruang keluarga


"Lho kenapa Rai? itu kan teman sekolah mu? " tanya mama Rai yang seperti sudah setuju dengan rencana perjodohan itu.


"Tapi mah Dira itu bukan tipe Rai.. Rai tidak menyukai nya, " protes Rai.


"Lalu seperti apa tipe mu?? seperti wanita di klub malam? begitu tipe mu? " tanya papa Rai yang mulai  terpancing emosi.


"Ya enggak gitu juga,  pokoknya Rai engga mau sama Dira, "


"Rai keputusan papa sudah bulat!! papa yakin Dira itu anak yang baik dia juga pintar bahkan dia sudah berkerja di perusahaan besar tidak seperti kamu yang hanya senang senang saja!! " tegas papa Rai .


"Papa tuh benar-benar egois, " ucap Rai yang langsung meninggalkan papa nya.


***


"Sayang, makan malam dulu yu, " ucap mama Dira yang masuk ke kamarnya dan membuyarkan lamunan nya .


"Iya mah, mah, " ucap Dira yang langsung bangkit dari tempat tidur nya dan duduk di samping  mama nya.


"Iya sayang, kenapa? " tanya nya sambil  melihat wajah putri nya itu tampak risau.


"Mah.. kayak nya dira enggak mau di jodohkan dengan Rai, "


"Lho kenapa? Rai kelihatannya anak nya baik kok, "


"Tapi mah," Dira pun menghentikan ucapan nya, tidak mungkin dia cerita apa yang sudah dia lakukan pada Rai malam itu saat tidak ada orang di rumah, rasanya teralu memalukan dan akan membuat orang tuanya marah.

__ADS_1


"Sudahlah sayang , mama yakin kok Rai bisa jadi suami yang baik untuk mu, udah sekarang kita makan malam aja ya, " ucap mama Dira sambil tersenyum.


***


Setelah beberapa hari keluarga rai mengundang keluarga dira untuk makan malam bersama sambil membicarakan tanggal pernikahan mereka.


"Jadi sudah pasti kan mereka sebulan lagi akan menikah? " tanya pak Bayu di sela sela makan malam mereka.


"Iya, tanggal nya juga sudah cocok, nanti saya akan mengurus untuk acara resepsi mereka, " jawab papa Rai sambil tersenyum.


"Baiklah.. oh iya Rai.. Dira setelah makan mending kalian keluar cari angin sambil mengobrol.. supaya lebih akrab, " ucap pak Bayu yang melihat Rai dan putri nya itu tampak canggung.


Setelah makan orang tua mereka pun terus mengobrol.. Dira memilih keluar rumah rai dan duduk di teras sambil memperhatikan kolom ikan yang berada di halaman rumah Rai.


"Eheeemmm,  " Rai pun berdehem yang membuat dira kaget dan menoleh ke arah Rai yang sudah berdiri di samping nya.


"Kamu suka ikan? " tanya Rai saat memperhatikan Dira terus memperhatikan ikan di perkarangan nya.


"Bukan urusan mu, " ketus Dira.


"Oh, jutek banget, " ucap Rai sambil menatap Dira yang terus memalingkan wajah nya seolah enggan untuk melihat wajah Rai.


Dira melangkah kan kaki nya menjauhi Rai tapi Rai menahan lengan nya.


"Kamu tidak suka dengan perjodohan ini? " tanya Rai sambil menatap tajam Dira.


"Iya, sangat tidak suka, " jawab Dira yang membalas tatapan tajam Rai.


"Kenapa tidak menolak saja? "


"Karena orang tua ku memaksa dan aku tidak ingin mengecewakan mereka," jawab Dira sambil terus mencoba melepaskan tangan Rai yang semakin erat memegang nya.

__ADS_1


"Sama dong.. berarti kita ber dua sama sama korban ya? "ucap Rai sambil sedikit tersenyum kecut.


"Ingat ya Rai, aku enggak akan pernah lupa atas apa yang udah kamu lakukan ke aku dulu.. dan sampai saat ini aku masih membenci mu Rai, sangat membenci mu,  " ucap Dira yang akhirnya bisa melepaskan tangan Rai dari lengan nya dan bergegas meninggalkan Rai yang hanya diam mematung.


__ADS_2