
Kemal dan tania menghampiri rai dan dira yang sudah duduk dan hendak menyantap makanannya malam itu.
" Rai, kita boleh gabung di sini kan? " ucap tania yang sudah ada di hadapan rai
Ehem..
Dira berdehem dengan memasang wajah yang sedikit cemberut. Rai melirik dira yang seperti sudah ingin mengajak nya ribut.
Rai menyikut pelan lengan kemal yang berdiri di samping nya.
Kemal langsung mengerti maksud rai
" Tan, emm... enggak enak nih makan sama pasangan suami istri, mending kita makan di sana aja ya " ucap kemal
" Lho kenapa sih kan lebih enak bareng bareng? " protes tania
" Kalau kumpul di warung enak bareng bareng, kalau di restoran mewah kaya gini enggak enak, enak nya ber dua, yuk berdua sama aku aja " ajak kemal yang langsung mendorong pelan tubuh tania menjauh dari meja rai. Tania hanya bisa pasrah dengan wajah yang cemberut.
" Udah enggak ada tania kok, senyum dong " rayu rai, dira hanya terdiam sambil terus menekuk wajah nya.
Sementara kemal dan tania menikmati makan malam mereka dengan sedikit mengobrol. Kemal memicingkan matanya saat melihat wajah wanita yang tak asing untuk nya sedang menikmati makan malam tak jauh dari meja mereka.
" Gizza? " ucap kemal sambil memperhatikan gizza yang sedang makan malam sendirian.
" Gizza? siapa gizza? " tanya mengerutkan kening nya mendengar ucapan kemal
" Mantan rai " sahut kemal sambil mengunyah makan nya.
" Mantan rai? yang mana? " tanya tania antusias
" Itu yang duduk di sana " kemal menujuk jari nya ke arah gizza.
Tania memutar pandangan nya mengikuti arah telunjuk kemal dan tampak wanita cantik yang sedang menyantap makan malam nya sendirian.
__ADS_1
" Cantik banget " ucap tania yang cukup terkesima dengan paras wanita yang di lihat nya.
" Kayak nya dia masih cinta deh sama rai, arah mata nya ke rai terus? " sambung tania yang memperhatikan gizza sedang memandang rai dari jauh
" Iya kali masih cinta " cletuk kemal
" Emang rai udah enggak cinta gitu sama dia? " tanya tania
" Ya enggak lah, rai kan udah punya istri " sahut kemal yang gemas dengan pertanyaan tania.
Tania langsung memutar pandangan nya ke meja rai, tampak rai yang sedang berusaha mengajak dira bicara tapi dira seperti mengacuhkan nya.
kaya nya rai cinta banget deh sama istrinya.. pupus deh harapan aku. batin tania lirih.
Selesai makan rai dan dira keluar dari restoran tersebut.
" Jangan ke kamar " ucap rai sambil menahan lengan dira
" Kita jalan jalan sebentar dulu ya " ajak rai yang langsung mengandeng dira ke luar hotel. Rai mengajak dira ke pantai tak jauh dari hotel mereka.
" Di sini dulu ya, besok kan udah harus pulang, maaf ya enggak bisa lama di sini soalnya ini cuma acara kantor " ucap rai saat mereka mulai duduk di tepi pantai malam itu.
" Enggak apa apa " sahut dira singkat dan fokus melihat ombak pantai yang menyapu pasir di hadapan mereka
" Kamu kenapa sih? " tanya rai yang melihat dira sangat bersikap dingin pada nya.
" Kenapa kamu enggak jujur rai, kamu sering ketemu gizza di kantor papa? " ucap dira dengan nada yang sedikit bergetar
" Bertemu? " rai mengerutkan kening nya
" Iya tadi gizza bilang gitu kan kalau dia pernah ke kantor kamu, pasti kalian sering ketemu kan di belakang aku? " tuduh dira
" Astaga dira, kamu salah paham itu dulu memang dia pernah ke kantor aku sekali, dia mengatakan hal hal yang tidak penting dan aku tidak merespon nya " jelas rai
__ADS_1
" Mengatakan apa? mengatakan dia masih mencintaimu? " dira menoleh ke arah rai dengan mata yang sudah berkaca kaca.
" Iya dia masih mencintai ku, tapi aku mengatakan aku sudah menikah dan aku mencintai istri ku " jelas rai
Rai mencoba memegang tangan dira
" Dira, aku memang banyak berkencan dengan wanita dulu tapi hanya untuk senang senang saja, sekarang aku bahkan bingung harus bagaimana meyakinkan wanita yang benar benar aku sayangi. Coba lah lebih percaya sama aku, aku
sudah berusaha membuktikan semampuh ku, aku sudah meninggalkan kebiasaan aku ke club dan jujur awal awal itu terasa sangat sulit, aku sudah berkerja di tempat lain, supaya kamu percaya kalau aku menikahi mu bukan untuk perusahaan papa, sekarang aku benar-benar tidak tau harus membuktikan dengan cara apa lagi, aku benar-benar bukan palyboy yang romantis dira " ucap rai
Dira melihat rai di samping nya, tampak binar mata rai sungguh sungguh mengatakan itu.
" Kalau kamu bukan palyboy yang romantis lalu bagaimana cara mu dulu menaklukkan wanita? " tanya dira sambil tersenyum simpul
Rai memundurkan duduk nya, dan memeluk tubuh dira dari belakang, menyandarkan dagu nya di bahu dira dan mengenggam erat tangan dira.
" Seperti ini, seperti ini cara aku menaklukan nya " ucap rai
" Dengan sentuhan? sudah berapa wanita yang kamu sentuh? "
" Tidak ingat "
" Tidak ingat, karena terlalu banyak? " dira menoleh ke arah rai yang masih menyandarkan dagu di bahu nya dan memeluk nya semakin erat
" benar-benar tidak ingat, karena sekarang aku hanya ingin menyentuh satu wanita saja" ucap rai yang langsung memegang dagu dira mencium bibir nya untuk beberapa saat.
Rai tersenyum saat melepas ciuman nya.
" Aku cinta kamu, percaya pada ku " ucap rai sambil meyingkirkan rambut dira yang sedikit menutupi wajahnya karena kibasan angin pantai malam itu. Rai kembali mencium bibir dira untuk waktu yang lebih lama.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang sedang mengamati mereka dan tampak tidak suka dengan pemandangan yang di lihat nya.
guys.. aku crazy up nih.. aku lagi kejar vote yang tertinggal karena waktu itu aku enggak up beberapa hari, bantu aku kejar vote ya untuk masuk ke 20 besar lg.. vote lebih banyak lagi ya.. ok cinta ❤️❤️
__ADS_1