Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Obrolan malam hari


__ADS_3

Selesai mandi Dira melihat Rai yang masih berbaring di ranjang.


"Dudah yank mandi nya? " tanya Rai sambil duduk di samping Dira.


"Sudah, kamu enggak mandi? "


"Enggak lah, baru juga jam 1 siang, nanti sore aja deh, "


"Kan biar segar, kan habis perjalanan jauh? " bujuk Dira.


"Minta jatah dulu ya, baru mandi," pinta Rai yang sudah memeluk Dira dan bibirnya mencium lembut punggung Dira.


"Geli Rai, aku mau makan dulu ya, " ucap Dira yang perlahan melepas pelukan Rai.


"Sebentar aja, " bujuk Rai.


"Rai ini kan masih siang, nanti malam aja ya, lagian kita ke sini kan mau jalan jalan masa mau kaya gituan terus. " ucap Dira dengan wajah yang di tekuk.


Rai menatap wajah Dira yang sedikit cemberut, Rai merasa mungkin benar yang di katakan Dira kalau dia berniat ke sini untuk mengajak Dira jalan jalan bukan selalu melakukan aktifitas di ranjang bersama nya, tapi entah kenapa hasrat Rai selalu timbul saat di dekat Dira.


"Emm, yaudah aku mandi dulu ya, habis itu makan terus kita jalan jalan, " ucap Rai sambil mengusap lembut pipi Dira.


Dira pun tersenyum sumringah mendengar ucapan Rai. Selesai mandi mereka pun makan dan bergegas pergi ke tempat wisata di sana, Dira merasa sangat bahagia karena bisa menghabiskan waktu bersama pria  yang di cintai nya.


Sampai malam hari mereka bergegas pulang.


"Rai, berhenti Rai " ucap Dira yang tiba-tiba meminta Rai memberhentikan mobilnya.

__ADS_1


"Ada apa? " tanya Rai panik.


"Aku mau makan jagung bakar, " sahut Dira sambil menunjuk penjual jagung bakar di pinggir jalan.


"Oh, kirain ada apa, yaudah ayo,"


Rai dan Dira keluar dari mobil dan memesan jagung bakar sambil duduk dan menikmati suasana malam hari di kota tersebut . Tak lama pesanan mereka pun datang, Dira dengan semangat menyantap jagung di hadapan nya.


"Kamu suka jagung memang nya? " tanya Rai


"Suka," sahut Dira sambil terus mengunyah makanannya tanpa memperdulikan Rai yang sedang menatap nya.


"Kalau sama aku suka? "


"Kenapa bertanya kaya gitu? " Dira menoleh ke arah Rai.


"Kan kamu bilang waktu itu enggak suka sama aku, benci sama aku? "


" Bisa kan mulai saat ini menyukai ku? " tanya Rai sambil memegang tangan Dira.


" Dulu kamu juga pernah merayu ku seperti ini, waktu kamu menjebak ku untuk taruhan kan, " sahut Dira yang kembali mengingat ingat kata kata manis Rai sewaktu sekolah dulu.


" Itu kan dulu, sekarang aku udah enggak kaya gitu lagi.  "


Dira hanya terdiam, rasanya sulit sekali percaya dengan ucapan ucapan manis yang keluar dari bibir Rai mengingat apa sudah rai lakukan padanya dulu.


" Dir, mau kan mulai saat ini percaya sama aku? "

__ADS_1


" Aku.. "


tiba-tiba terdengar suara handphone Dira, jantung Dira seolah berdegup kencang saat sedikit mengintip handphone yang dia keluar kan dari saku celana nya tertera nama Dimas.


" Dari siapa? kenapa enggak di angkat?? " Rai menatap dengan curiga.


" Emmm" Dira hanya terdiam tak tau harus menjawab apa sampai Rai merampas handphone di tangan nya.


" Dimas? " ucap Rai cukup terkejut.


" Aku enggak tau, kenapa dia hubungin aku, " ucap Dira dengan nada bergetar.


" Jawab jujur, apa kamu pernah dekat dengannya? " tanya Rai dengan nada dingin.


" Iya, dulu waktu di kantor, sebelum aku di jodohkan dengan mu," Dira mencoba berkata jujur.


" Pantas saja, " terdengar suara serak Rai yang terlihat sedang menahan emosi nya.


Rai membongkar handphone Dira.


" Rai mau apa? " tanya Dira panik.


Terlihat Rai membuka sim card Dira dan melempar nya ke jalan.


" Rai kenapa buang sim card aku? "


" kenapa memang nya kalau aku buang? sudah tidak berkerja kan? tidak ada orang kantor yang menghubungi mu? atau takut dimas mu itu tidak bisa menghubungi mu lagi? "

__ADS_1


" Tidak, tidak seperti itu, "


" Aku tidak suka milik ku di ganggu dengan orang lain, jangan memancing emosi ku atau aku bisa berbuat kasar padamu," ucap Rai yang langsung berlalu pergi masuk ke mobil nya.


__ADS_2