Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Hari menyebalkan


__ADS_3

Hari berikutnya Rayyan dan Reska tengah bersiap mempacking barang barangnya untuk chek out dari hotel.


"Sayang, aku sudah mempersilahkannya rumah untuk mu," Rayyan memeluk tengkuk belakang Reska yang sedang sibuk mempacking baju bajunya.


"Oya?!" Reska menoleh dengan binar mata yang bahagia.


Rayyan mengangguk."Tapi masih di renovasi, bentar lagi selesai kok, kita tinggal di rumah ku dulu ya untuk sementara waktu,"


Reska berbalik badan menghadap Rayyan yang masih melingkaran tangannya di pinggang rampingnya.


"Oh, pantas papa tadi chat untuk pulang ke rumah, sepertinya papa sudah tau dan ingin kita tinggal di rumahnya untuk sementara waktu?" jelas Reska.


Rayyan terdiam.


"Aduh, tinggal di rumahnya lagi, perasaan gue enggak enak nih." batin Rayyan yang mulai gelisah.


"Sayang, kok diam aja? kita tinggal di rumah ku aja ya.. kalau di rumah kamu juga ada Rayka enggak enak pasti dia usil deh," bujuk Reska.


"Mungkin sebenarnya lebih usil papa kamu deh kayaknya dari pada Rayka." batin Rayyan lagi.


"Sayang, kok diam aja sih? jawab dong." Rayyan masih belum memberikan jawaban.


"Oh, yaudah deh kita tinggal di rumah mu dulu." Rayyan akhirnya pasrah dan tak kuasa menolak keinginan sang istri.


Reska pun tersenyum puas dan mereka bergegas keluar dari hotel menuju rumah Reska. Tak lama mereka sampai tampak Shanum dan Kemal yang menyambut kedatangan mereka dengan senang hati.


***


Pagi itu Reska mulai membuka matanya tubuhnya terasa sangat pegal dengan rutintas ranjang mereka semalam seolah tak ada kata bosan untuk Rayyan mengulanginya.


"Aduh pinggang aku kayaknya mau patah nih," gumam Reska yang hendak beranjak dari ranjang tapi Rayyan menahan dan memeluknya erat.


"Mau mandi?" bisiknya.


"Iya,"


"Aku mau lagi," Rayyan kembali meminta jatah.


"Hah? enggak capek kan semalem sudah?" Reska mendelik kaget.


"Bukan cowok kalau seperti ini bilang capek,"


"Oh gitu,"


Rayyan kembali mencium bibir Reska dan melakukan aktifitas kesukaannya pagi itu. Sedang di meja makan tampak Shanum dan Kemal yang bersiap siap untuk sarapan.


"Mereka enggak sarapan?" tanya Kemal yang belum melihat Rayyan dan Reska pagi itu.


"Sepertinya belum bangun," Shanum mengambilkan nasi untuk suaminya.


"Belum bangun? udah siang lho?"


"Biarkan saja, mungkin mereka capek."


Kemal terdiam dan mencoba mengerti sepasang pengantin baru tersebut. Sampai hari sudah tampak siang tapi Rayyan dan Reska tak juga menunjukkan batang hidungnya.


"Tuh anak pingsan kali di kamar ya?" gumam Kemal yang sedang bersantai di rumahnya karena hari libur.


Di dalam kamar Reska masih berbaring di pelukan Rayyan.


"Udah ya, aku mandi dulu," ucap Reska yang mengibarkan bendera putih karena tidak sanggup melayani Rayyan yang seolah tidak ada lelahnya.


"Sekali lagi sayang," pintanya.


"Ya ampun kamu kok kuat banget sih?" tanya Reska yang tak tau harus merasa bangga atau merinding pada suaminya.


"Namanya juga baru ngerasain," Rayyan tersenyum tipis dan hendak kembali menjamah tubuh Reska.

__ADS_1


Tok Tok Tok.


"Reska Rayyan bangun, kalian masih bernafas di dalam?" tanya Kemal seraya mengetuk pintu.


Sontak saja Rayyan refleks menghentikan aksinya.


"Sayang, papa?" Reska melepaskan pelukan Rayyan.


"Reska.. " panggil Kemal kembali.


"Iya, pah, udah bangun kok," teriak Reska dari dalam kamar.


"Yasudah, sarapan dulu." langkah kaki Kemal berlalu pergi meninggalkan kamar Reska.


"Iya," sahut Reska.


"Sayang, aku mandi dulu ya," Reska beranjak dari ranjang tapi Rayyan kembali menahannya.


"Tanggung sayang," rengek Rayyan.


"Ya ampun sayaw, enggak enak sama orang rumah kita di kamar terus." Reska bergegas ke kamar mandi.


Rayyan menghela nafas."Tau gini mending sewa hotel aja sampai renov rumah selesai." gerutu Rayyan.


Mereka pun bergegas sarapan selesai sarapan Reska berjalan kembali menuju kamarnya di ikuti dengan Rayyan.


"Rayyan, tunggu," panggil Kemal yang membuat Rayyan menghentikan langkahnya.


"Kenapa pah?!"


"Bantu papa yuk."


Rayyan mengerutkan keningnya dan mengikuti langkah kaki Kemal.


"Kita bersih bersih," ucap Kemal yang mengajak Rayyan ke halaman belakang perkarangan rumahnya.


"Lho, kata papa kan nanti di renov?" Rayyan memasang wajah heran.


"Tuh kan bener bener nyesel nih gue enggak sewa hotel atau apartemen aja," sesal Rayyan dalam hati yang akhirnya pasrah dan bersih bersih bersama mertua kesayangannya.


Setelah selesai Rayyan kembali ke kamarnya, membersihkan diri dan melihat Reska yang sedang tertidur di ranjang siang itu.


"Sayang," bisiknya yang memeluk tengkuk belakang sang istri.


"Habis ngapain?" Reska membuka matanya.


"Bantu papa bersih bersih perkarangan,"


"Oh, menantu yang baik, " puji Reska.


Rayyan tersenyum dan mulai meraba gundukan sintal Reska membuat Reska mengerti jika Rayyan ingin melakukan kembali candu barunya. Reska memejamkan matanya, merasakan tangan Rayyan yang semakin liar meraba tubuhnya.


Tok Tok Tok.


"Rayyan," panggil Kemal dari luar kamar.


"Astaga...!!" gerutu Rayyan.


"Bilang aku tidur," Rayyan memasang wajah malas.


"Rayyan tidur pah," teriak Reska dari dalam kamar.


"Masa? tadi papa denger suaranya samar samar di kamar?"


Rayyan dan Reska tercengang dengan ucapan Kemal.


"Apa papa mu dari tadi di balik pintu?" tanya heran Rayyan.

__ADS_1


"Mungkin?" Reska merasa tidak enak.


Dengan langkah berat akhirnya Rayyan membuka pintu.


"Ada apa pah?" Rayyan kembali memasang wajah malas.


"Temani papa yuk," ajaknya kembali.


Rayyan kembali mengikuti langkah kaki Kemal yang menuju ruang keluarga. dan mengeluarkan sesuatu dari dalam laci.


"Nih sudah lama papa mau main ini tapi berhubung di rumah enggak ada cowok jadi susah, syukurlah sekarang ada kamu." Kemal menaruh catur punyanya di meja.


"Main catur?" Rayyan tampak terkejut.


"Iya,"


"Besok aja pah," tolak Rayyan.


"Besok papa mulai kerja,"


"Bagus deh jadi enggak ganggu lagi," batin Rayyan.


Akhirnya dengan berat hati Rayyan menemani mertuanya itu bermain catur dengan mata yang sangat mengantuk.


"Bentar ya papa ke toilet dulu," Kemal beranjak menuju toilet.


Rayyan dengan cepat berjalan menuju kamarnya.


"Sayang, kamu habis ngapain?" tanya Reska yang melihat Rayyan baru memasuki kamarnya.


"Kalau papa tanya bilang aku mendadak diare," Rayyan membenamkan wajah frustrasinya di bantal.


Reska tertawa kecil." Di kerjain ya sama papa?"


"Besok kita ke rumah ku saja,"


"Besok papa mulai ke kantor kok jadi enggak akan ganggu lagi, lusa juga kamu mulai ke kantor kan? jadi di sini saja ya."


Rayyan terdiam dan hanya bisa pasrah menuruti kemauan istri tercintanya.


***


Keesokan harinya Rayka tengah bersiap melakukan rutintasnya seperti biasa. Rayka kini pun telah lulus kuliah dan berkerja di salah satu perusahaan besar. Berbeda dengan Rayyan, Rayka lebih tertarik untuk mencari pengalaman berkerja di perusahaan lain walaupun Rainan kerap menyuruhnya untuk mengurus perusahaannya saja.


Pagi itu Rayka memarkirkan mobilnya di area kantor dan berjalan perlahan menuju loby kantor. Rayka memicingkan matanya melihat sosok gadis yang tak asing untuknya gadis berjilbab yang pernah di temuinya tempo hari.


"Itu bukannya cewek bening yang waktu di resepsi pernikahan waktu itu?"


Rayka mempercepat langkahnya menghampiri gadis yang juga sedang berjalan menuju loby kantor.


"Friska?"


Gadis itu menoleh dan sesaaat memasang wajah bingung.


"Aku Rayyan, temannya Reska yang waktu itu ketemu di resepsi pernikahan?" Rayka mencoba memulihkan ingatan gadis itu.


"Oia, aku ingat," Friska tersenyum.


"Kamu ngapain di sini?"


"Aku ada jadwal interview di kantor ini, kamu sendiri kenapa di sini?"


"Jadi dia mau melamar di kantor ini? benar benar anugerah," batin Rayka yang tersenyum dalam hati.


"Aku kerja di sini," jelas Rayka.


"Oya? wah bagus sekali bisa berkerja di perusahaan ini," puji Friska.

__ADS_1


"Heeemmm.. semoga interview kamu lancar ya, dan aku bisa terus ketemu kamu," ucap Rayka yang membuat wajah gadis itu merona mendengarnya.


Jangan lupa votenya yak say.. ❤️❤️❤️


__ADS_2