Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Baru mendengarnya


__ADS_3

"Selamat datang di istana kita," ucap Rayyan yang mengantar Reska dan keluarganya ke rumah baru yang sudah di siapkannya.


Reska memutar pandangannya pada rumah besar dan desain yang cantik.


"Kamu suka?" tanyanya pada Reska yang masih memutar matanya pada pemandangan sekitar.


Reska mengangguk dengan seulas senyum di bibirnya."Makasih ya, aku suka banget." Reska memeluk Rayyan.


"Tamu enggak di persilahkan masuk nih?" cletuk Kemal sang mertua yang sedari tadi di belakang mereka.


"Oh iya, ayo masuk pah," Rayyan mempersilahkan mertua dan orang tuanya masuk ke rumah mereka.


"Si Rayka mana pah?" tanya Rayyan yang tidak melihat adik semata wayangnya itu.


"Oh pergi tadi sama Devan sama Elang juga, enggak tau ke mana," sahut Rai.


Mereka pun menyusuri rumah besar tersebut.


"Lah, ini perkarangan belakang polos banget kaya lapangan bola?" ucap Kemal seraya melirik Rayyan saat melihat hanya ada rerumputan rapih di perkarangan belakang rumah tersebut.


"Emang loe maunya gimana?" sambar Rai.


"Ya harusnya ada permainan gitu buat cucu gue, kolam renang mini juga kalau perlu pakai kolom ikan tuh di pojokab bagus." Kemal menunjuk beberapa sudut halaman tersebut sesuai imajinasinya.


"Lah kan di perkarangan rumah loe udah gue buat gitu?" Rai memasang wajah heran.


"Itu kan di rumah gue, masa iya cucu gue kalau mau main di perkarangan minggat dulu ke rumah gue?" sahut Kemal tak mau kalah.


"Lah kan luh mintanya gitu, yaudah loe renov lagi aja,"


"Sama aja bohong donk kalau gitu pakai uang gue juga," gerutu Kemal.


Rai cengengesan.


"Papa, kok jadi ribut sih," ucap Reska yang melihat keributan dua orang tua aneh di hadapannya.


"Sudah, nanti biar Rayyan yang renov," Rayyan menengahi.


"Kamu memang menantu yang baik." Kemal menepuk bangga pundak Rayyan.


Rai hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan besannya tersebut. Mereka pun makan malam bersama dan meninggalkan pengantin baru tersebut di rumah barunya.


***


Pagi hari Rayka sampai di kantornya dan bergegas keluar dari mobil. Rayka memicingkan matanya melihat wanita cantik yang sedang berjalan menuju loby


"Itu kan Friska?" gumamya yang langsung mengejar langkah kaki Friska.


"Friska."


Gadis itu menoleh melihat Rayka yang sudah ada di belakangnya.


"Rayka?"


"Kamu ngapain di sini?" tanyanya penasaran.


"Oh, Alhamdulillah, aku hari ini sudah berkerja di sini." sahut Friska sambil tersenyum.


"Serius?" tanya Rayka antusias.


Friska mengangguk.


"Syukurlah, aku senang bisa satu kantor dengan mu,"


Friska tersenyum."Ya sudah, aku masuk dulu ya," pamit Friska.


"Ya allah, bener bener jodoh gue tuh cewek." batin Rayka dengan senyum sumringahnya.

__ADS_1


Sore hari Friska merapihkan meja kerjanya karena waktu pulang kantor sudah tiba. Friska beranjak dari duduknya dan hendak berjalan keluar kantor. Friska masuk ke mobilnya dan menyalahkan mesin mobilnya namun mobil itu tak kunjung menyala.


"Kenapa nih mobil?" gumamya seraya terus menyalahkan mesin mobilnya.


Friska pun keluar dari mobil dan mencoba mengecek ban mobilnya.


"Ban nya enggak bocor kok?" gumamya bingung.


"Friska?" panggil seorang pria.


Friska menoleh tampak Rayka yang sudah ada di belakangnya.


"Rayka?"


"Kenapa Fris?" tanyanya yang melihat ekspresi wajah Friska tampak bingung.


"Oh, enggak tau nih mobil aku kok enggak bisa jalan gini ya?"


Rayka mencoba mengecek ban dan mesin mobil tersebut.


"Kayanya mesinnya ada masalah nih,"


"Oya? aduh gimana ya?"


"Yaudah mending di bawa ke bengkel aja dulu mobilnya, aku telepon bengkel yang bisa di panggil ke sini deh,"


"Oh, yaudah makasih ya." Friska tersenyum.


Rayka pun menelepon bengkel yang di panggilnya.


"Sudah? yaudah aku pulang dulu ya," ucap Friska yang melihat Rayka menutup teleponnya.


"Kamu pulang sama aku aja," ajak Rayka.


"Enggak usah, aku naik taksi aja," tolak sopan Friska.


"Tapi, aku mau ke supermarket dulu," jelas Friska.


"Oh, kebetulan aku juga mau ke supermarket," sahut Rayka yang sebenarnya tidak tau akan membeli apa nanti di supermarket.


"Oh gitu, yaudah deh kalau enggak ngerepotin." Friska akhirnya menyerah.


Rayka tersenyum puas dan segera melajukan mobilnya ke supermarket terdekat. Mereka pun berbelanja bersama meskipun Rayka hanya asal memasukkan apa saja ke keranjangnya.


"Rayka, bentar ya aku cari bumbu dapur dulu,"


"Oh iya,".


Friska pun berjalan menuju ke tempat banyak bumbu dapur berjejer rapih di supermarket tersebut. Sampai keranjangnya menyenggol seseorang.


"Maaf, maaf." ucap panik Friska.


"Enggak apa apa kok," sahut seorang pria dengan nada santainya.


Friska mendongkakan wajahnya melihat wajah pria yang tak asing untuknya.


"Kak Rayyan?" Melihat Rayyan yang juga sedang berbelanja di sana.


"Friska?"


"Kak Rayyan lagi belanja juga?"


"Iya, aku ke sini sama Reska."


Rayka yang hendak menghampiri Friska menghentikan melihat Rayyan dan Friska yang sedang mengobrol di sana.


"Kak Rayyan ngapain dia di sini? Friska kayaknya seneng banget ketemu abang gue?" Rayyan melihat ekspresi gadis itu yang sedikit berbeda.

__ADS_1


"Friska?" Seru Reska yang menghampiri mereka.


"Reska, kebetulan banget ya kita ketemu di sini." Friska tersenyum.


"Iya, kamu ke sini sama siapa?!"


"Sama gue," sahut Rayka yang berjalan menghampiri Friska.


"Rayka?" Rayyan dan Reska tampak terkejut melihat Rayka.


"Oh iya, mobil aku mogok dan Rayka yang mengantarkan aku." jelas Friska.


"Kayaknya adik kamu gerak cepet deh," bisik Reska pada Rayyan dan Rayyan hanya angguk angguk setuju.


Mereka pun keluar dari supermarket tersebut bersama. Sampai handphone Friska berbunyi dan menerima telepon dari seseorang.


"Rayka, kayaknya aku berhenti di cafe depan deh, kakak aku kebetulan nunggu di sana," ucap Friska usai menutup teleponnya.


"Oh gitu, yaudah."


Rayka pun memberhentikan mobilnya di perkiraan cafe tersebut.


"Lho, aku turun di depan aja enggak apa-apa kok." ucap Friska yang tampak bingung.


"Enggak apa-apa aku mau mengantar kamu ke kakak kamu dengan selamat,"


"Ya ampun sampai segitunya sih," gadis itu tertawa kecil dengan perlakuan Rayka.


Mereka pun menghampiri Sony kakak Friska yang sudah duduk di cafe tersebut.


"Kak,"


"Lama banget," Sony melirik Rayka yang berdiri di samping adiknya.


"Oia kenalin ini Rayka, temannya Reska, dia juga satu kantor sama aku." jelas gadis cantik itu.


"Iya kak tadi mobil Friska mogok jadi aku antar dia, ehmm.. kalau gitu aku pulang dulu," pamit sopan Rayka.


"Loh, ngapain buru buru sini makan bareng dulu," ajak Sony yang langsung di respon antusias oleh Rayka.


Mereka pun memesan makanan dan makan bersama di sana.


"Aku ke toilet dulu ya," ucap Rayka yang merasakan ingin buang air kecil dan bergegas ke toilet.


"Dek, kamu enggak tau kalau Rayka itu adiknya Rayyan?" ucap Sony seraya mengunyah makanannya.


Uhuk.. uhuk..


"Serius kak?" Friska memasang wajah tak percaya.


"Iya, Rayyan bilang waktu kita ke resepsi pernikahannya tempo hari."


Friska hanya terdiam.


"Kamu sudah enggak suka sama Rayyan lagi kan?" tanya Sony dengan nada khawatir.


Friska tersenyum." Kakak itu ngomong apa sih? kak Rayyan kan sudah menikah mana mungkin aku masih suka."


"Maaf ya andai waktu dulu kakak enggak berniat jodohkan kamu sama dia." sesal Sony yang merasa membuat adiknya itu bersedih.


"Itu bukan salah kakak, sudahlah itu semua sudah berlalu." Friska tersenyum seraya meyakinkan kakaknya.


Rayka yang hendak menghampiri mereka menghentikan langkahnya saat mendengar percakapan mereka.


"Jadi Friska pernah suka sama kak Rayyan? apa dia teman kuliahnya kak Rayyan sewaktu di Australia?" gumam Rayka dengan wajah bingungnya.


Hay guys.. aku mau kasih tau, mungkin untuk S3 ini aku enggak akan membuat panjang episodenya karena ada alasan yang engga bisa aku jelasin sama kalian.. jadi maaf ya kalau alurnya agak aku cepetin sedikit.. semoga kalian tetap menikmati dan jangan lupa vote yak..terima kasih 🙏🙏❤️❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2