Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Kenyataan pahit


__ADS_3

Pagi itu Sabrina tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk suaminya. Tak lama Nanda menghampiri Sabrina yang sudah rapih dengan pakaian kantornya.


"Sarapan dulu kak." ucap Sabrina seraya mengambilkan sarapan untuk Nanda di mekan.


Nanda tersenyum dan perlahan menyantap sarapannya.


"Kak, semalam teleponan sama siapa?" tanya Sabrina yang mendengar samar Nanda sedang menganggap telepon tengah malam.


"Oh, itu dari Kemal, istrinya katanya hamil pengen siomay, tanya ke aku.. mana ada tukang siomay jam 2 pagi." sahut Nanda sambil tertawa dan menggelengkan kepalanya mengingat tingkah konyol Kemal semalam.


Sabrina terdiam dan menghentikan makanya "Istri kak Kemal sudah hamil kak?" tanyanya lirih padahal lebih dulu dirinya yang menikah tapi ternyata lebih dulu Shanum yang mengandung.


Nanda menghentikan makanya dan melihat ke arah Sabrina yang tampak murung. Nanda menghampirinya menyeret kursi makan dan duduk di hadapannya.


"Iya, aku yakin sebentar lagi juga pasti kamu akan hamil." ucapnya seraya memegang lembut tangan sang istri.


"Kak, aku ingin periksa kesuburan ku ke dokter." pinta gadis itu dengan mata yang berkaca kaca.


"Sayang, kita ini masih muda, kita juga belum setahun menikah, tidak usah terburu buru, lebih baik kita jalani program hamil saja." usul Nanda.


"Tapi kak, aku ingin tau lebih jelas, entahlah aku merasa aku tidak subur." ucap Sabrina pelan.


"Berhentilah berprasangka buruk." sahut Nanda.


"Kak, aku mohon, aku benar-benar ingin melakukannya." Sabrina memohon dan meremas tangan Nanda.

__ADS_1


Nanda menghela nafas" yasudah, kalau itu mau kamu, besok kita periksa, aku pun akan memeriksakan kesuburan ku." ucap Nanda yang akhirnya mengiyakan keinginan sang istri.


Sabrina tersenyum simpul mendengarnya.


"Aku pergi dulu, jangan berfikir yang macam macam, aku sayang kamu." ucapnya sambil mencium kening Sabrina.


Sabrina pun mencium punggung tangan suaminya dan Nanda bergegas ke luar rumah.


Keesokan harinya setelah pulang berkerja Nanda mendatangi sebuah rumah sakit untuk memeriksan diri mereka berdua. Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan mereka pun di minta menunggu tak lama dokter memanggil mereka ke ruangannya.


Terlihat Sabrina yang tampak gugup saat dokter tersebut membaca hasil pemeriksaannya. Nanda yang menyadari itu memegang lembut tangan Sabrina mencoba lebih menenangkannya.


"Dari hasil pemeriksaan, suami ibu tidak ada masalah." ucap dokter wanita tersebut.


Dokter itu terdiam sesaat.


Sabrina dan Nanda tersentak kaget mendengar ucapan dokter tersebut. Terlebih Sabrina yang merasa mendadak lemas dan harapannya telah hilang.


"Lalu apakah saya tidak subur? tidak bisa mempunyai anak?" tanyanya dengan nada bergetar dan mata berkaca kaca.


Dokter itu tersenyum "Tidak semua rahim bermasalah dapat menghambat kesuburan. Semua tergantung dari seberapa parah kondisi tubuh orang tersebut, maka dari itu kita perlu melalui pemeriksaan lebih lanjut, jika merasa masalah pada rahim dapat menganggu kemungkinan hamil, maka perlu dilakukan pengobatan. pilihannya mulai dari konsumsi obat, terapi hormon, operasi, atau hanya observasi saja." jelas dokter tersebut.


"Secara umum masalah masalah pada rahim dapat di atasi, jadi ibu jangan berfikir yang macam macam dulu ya, selalu berfikir positif juga dapat memengaruhi kesehatan rahim ibu." sambung dokter tersebut seraya menenangkan Sabrina yang terlihat cukup syok dan sedih.


Mereka pun di berikan jadwal untuk pemeriksaan selanjutnya, dan kemudian bergegas masuk ke mobil untuk pulang. Sepanjang perjalanan Sabrina hanya terdiam, berulang kali Nanda tampak berusaha menhibur tapi gadis itu seakan melamun dengan fikirannya sendiri.

__ADS_1


Setelah makan malam, Nanda masuk ke kamar dan melihat Sabrina yang sedang bersandar di ranjang dengan wajah murungnya.


"Sayang, kok masih cemberut aja?" tanya Nanda seraya memegang lembut tangan sang istri.


"Ternyata benar firasat ku, aku tidak subur." ucapnya lirih.


"Sayang, kamu tidak dengar apa yang di katakan dokter tadi? rahim bermasalah bukan berarti tidak bisa hamil, kita bisa melakukan pengobatan apa pun untuk itu." Nanda mengusap lembut rambut Sabrina yang tampak terlihat semakin sedih.


"Kak, kakak bisa menikah lagi, itu lebih baik." ucapnya dengan nada bergetar.


Nanda kaget bukan kepalang mendengar ucapan Sabrina ada seketika perasaan marah dan sedih begitu menusuk hatinya.


"Sesempit itu fikiran mu?!!!" geram Nanda.


"Semua orang yang menikah pasti menginginkan anak, tapi kecil kemungkinan untuk ku bisa memberikan itu, aku iklas jika kakak menikah lagi untuk mendapatkan anak."ucap Sabrina dengan air mata yang sudah tak dapat lagi di bandungnya.


"Tapi tidak semua tujuan orang menikah hanya untuk memiliki anak kan?" sentak Nanda.


Sabrina hanya diam tertunduk dengan beruarai air mata. Nanda mencoba meredam emosinya dan memeluk Sabrina.


"Bukannya kamu bilang kamu mencintai ku karena allah? aku pun begitu, aku mencintaimu karena allah jadi aku tidak mungkin meninggalkan mu atau bahkan menikah dengan yang lain hanya karena anak." ucap Nanda yang terus memeluk Sabrina.


"Percaya padaku, aku sangat mencintaimu, apapun keadaan mu, aku tidak akan meninggalkan mu hanya karena kamu tidak busa memberikan ku anak. Sekarang yang harus kita lakukan hanya berusaha dan terus berdoa, bukankah kamu bilang tidak ada yang tidak mungkin saat kita berdoa, benar begitu?" sambung Nanda.


Sabrina hanya mengganguk pelan dan mencoba melupakan kesedihannya pada suaminya.

__ADS_1


Guys, jangan lupa vote like, dan komen nya ya cinta.. ❤️❤️❤️🤗🤗🤗


__ADS_2