
Rai melajukan mobil nya ke rumah, dan bergegas masuk ke kamarnya. Terlihat kamar yang sepi, tak seperti biasanya saat dia membuka pintu ada dira yang sudah menunggu nya.
Rai membebahkan dirinya di ranjang seraya memejamkan matanya.
Dira, di mana kamu. batin rai
Selama beberapa hari Rai mencoba mencari Dira dari mulai menyusuri berbagai tempat sampai mencoba mencari informasi pada teman teman nya dulu, tapi Rai tetap tidak menemukan nya.
kring.. kring.. terdengar suara handphone Rai siang itu saat Rai sedang mengerjakan pekerjaan nya di kantor.
"Halo Rai," terdengar suara Nanda dari balik telepon.
"Ada apa? " tanya Rai sambil tetap fokus pada perkerjaan nya.
"Gue kemarin 2 hari ke puncak sama gebetan gue," ucap Nanda.
"Mau curhat loe? gue sibuk," ketus Rai yang hendak mematikan telepon nya.
"Bukan, gue ngelihat Dira." ucap Nanda.
Seketika Rai mendelik kaget dan menghentikan perkerjaan nya.
"Serius loe? " tanya nya antusias.
"Iya, gue lihat dira di villa, di villa loe," sahut Nanda, dan Rai pun bergegas menutup telepon nya.
Rai bergegas melajukan mobilnya siang itu juga ke arah puncak. Setelah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya rai sampai di tempat tersebut dan bergegas masuk ke dalam villa.
"Den rainan? " ucap pak ujang penjaga villa tersebut yang cukup terkejut dengan kedatangan Rai.
"Pak, dira nya ada di sini kan? " ucap Rai dengan nafas yang tak beraturan karena tergesa gesa.
"Dira istrinya den Rainan? " tanya pak ujang.
"Iya, yang waktu itu ke sini sama saya," jelas Rai.
"Enggak den, enggak ada.. " jawab pak ujang dengan ekspresi heran.
Rai yang tidak percaya pun bergegas masuk ke dalam dan mencari Dira ke seluruh ruangan, tapi Rai tetap tidak menemukan nya.
kenapa tidak ada?
Rai mengambil handphone nya.
__ADS_1
"Halo Rai, ada apa? " terdengar suara Nanda dari balik telepon.
"Loe jangan maenin gue deh, gue udah di villa nih tapi Dira enggak ada, " ucap Rai dengan nada emosi.
"Serius Rai, gue lihat Dira lagi siram tanaman waktu gue lewat villa itu," jelas Nanda.
astaga kenapa gue jadi bodoh begini, bokap gue kan punya villa banyak pasti dira bukan di villa ini.
"Loe lihat villa yang di mana? kenapa tadi enggak kasih tau alamat nya," gerutu Rai.
"Ya gue kira loe tau,"
"Mana gue tau , loe enggak kasih tau,"
"Ya kalau enggak tau itu nanya,"
"Udahlah mending sekarang loe sms alamat villa nya." Rai langsung menutup telepon nya. Tak lama Nanda pun memberi tau alamat villa tersebut.
Benar ini alamat villa milik bokap gue, ternyata selama ini dira sembunyi di sini, astaga kenapa gue enggak kepikiran.
Rai pun bergegas masuk ke mobilnya dan menuju ke tempat tersebut. Sampai tak lama Rai tiba di villa tersebut.
"Maaf, cari siapa ya? " tanya seorang wanita penjaga villa yang melihat Rai tampak seperti mencari sesuatu di depan mobil nya.
"Oh, aden anak pak Wijaya," ucap wanita paruh baya tersebut dengan senyum ramah nya.
"Iya bi, oia benar di sini ada istri saya namanya Dira? "
"Oh non Dira, iya ada den, sudah beberapa hari ada di sini." jawab wanita tersebut dengan sedikit ekspresi heran karena suani istri tersebut seperti hidup terpisah
"Oh, yaudah saya temuin Diradulu ya bi." pamit Rai yang langsung masuk ke dalam villa dan mencari Dira di beberapa ruangan.
"Dira," panggil Rai saat melihat Dira di dapur dan tengah memasak.
Dira pun menoleh ke arah suara yang menurutnya tidak asing baginya.
" Rai? " ucap nya pelan dan cukup terkejut dengan kedatangan Rai sore itu.
Rai perlahan menghampiri Dira dan memeluk nya dengan erat.
"Aku merindukan mu," ucap Rai dengan perasaan senang bercampur sedih.
Dira dengan cepat melepaskan pelukan Rai.
__ADS_1
"Kenapa kamu ke sini? " tanya Dira dengan nada dingin.
"Karena kamu istri ku, pulang lah Dira," bujuk Rai.
"Tidak, aku tidak ingin bersama mu lagi,"
"Dira, aku minta maaf." Rai mencoba memohon.
"Aku sudah sering memaafkan mu Rai, tapi kamu tidak pernah puas mempermainkan ku,bahkan saat aku sudah menjadi istri mu dan sedang mengandung anak mu," ucap Dira dengan mata yang berkaca kaca.
"Dira, aku bisa menjelaskan nya, aku tau kamu sakit hati karena mendengar perkataan Arya, aku minta maaf Dira." Rai kembali memohon dan mencoba memegang tangan Dira tapi dengan sigap Dira menepis tangan Rai.
"Benar kamu menikahi ku hanya untuk maksud tertentu? " tanya Dira yang sudah tidak bisa menahan air matanya.
"Iya awalnya aku memang berniat seperti itu." Rai mencoba berkata jujur.
"Ternyata benar, kamu tidak pernah berubah, kamu selalu mempermainkan ku." Dira semakin tidak bisa membendung air mata nya yang mengalir deras.
"Itu dulu, sebelum aku mencintaimu, dan sekarang aku mencintaimu, aku mencintaimu, " Rai tetap berusaha memegang tangan Dira tapi Dira tetap menepis nya.
"Aku sudah tidak percaya dengan mu." lirih Dira.
"Astaga, harus bagaimana aku membuktikan nya? " tanya Rai yang mulai frustrasi.
"Tidak perlu membuktikan Rai, aku hanya ingin kita berpisah."
"Apa? berpisah? kamu sadar apa yang kamu katakan? kamu sedang hamil Dira! " ucap Rai yang semakin tidak bisa mengontrol emosi nya.
"Aku sadar, kita tidak akan berpisah sekarang, tapi setelah aku melahirkan aku akan langsung mengajukan surat perpisahan kita." tegas Dira.
"Kamu sudah gila Dira! tidak, aku tidak ingin berpisah!!"
"Aku ingin berpisah Rai, aku ingin berpisah aku ingin hidup dengan pria yang mencintai ku," seru Dira sambil terus menangis.
" AKU MENCINTAIMU DIRA " sentak Rai yang sudah mulai habis kesabaran nya.
"Aku tidak ingin hidup dengan mu Rai, aku tidak mencintaimu lagi, tolong mengerti, tolong mengerti, aku sudah benar-benar tidak ingin hidup dengan mu!!! " pekik Dira.
Rai terdiam sesaat, hati nya terasa sangat sakit mendengar perkataan dan penolakan Dira.
"Baiklah, jika itu mau mu, kita berpisah. " ucap Rai yang langsung meninggalkan Dira dan tempat tersebut.
Dira hanya duduk terkulai di lantai sambil terus menangis dan mencoba menahan sesak di dada nya.
__ADS_1
Penasaran kan kelanjutan nya?? vote dulu donk yang banyak.. ok.. ❤️❤️❤️