Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Identitas sebenarnya


__ADS_3

Dira masih terus memandangi wajah rai yang masih belum sadar, mengusap pipi nya yang terdapat beberapa luka lebam dan darah yang sudah mengering di sudut bibirnya , air mata jatuh perlahan membasahi pipi dira.


Aku yakin ini perbuatan dimas, kenapa dia melakukan ini pada rai? gumam nya.


"Dira " terdengar suara pria yang baru masuk ke ruangan nya.


" Nanda? " ucap dira yang melihat nanda perlahan menghampiri rai yang masih berbaring.


" Kenapa jadi kaya gini? " tanya nanda yang iba melihat kondisi rai di hadapan nya.


Dira hanya terdiam, sampai tak lama rai mulai mengerakan jarinya dan perlahan membuka matanya. Pandangan nya sesaat terlihat samar, rasa sakit menjalar di seluruh tubuhnya.


" Rai, kamu sudah sadar? " seru dira yang dengan sorot mata yang bahagia.


Rai tersenyum simpul, melihat dira ada di samping nya.


" Rai, loe sebenernya kenapa? habis di pukulin warga apa berkelahi sama geng motor kaya waktu SMA dulu? " ucap nanda dengan pertanyaan konyolnya.


Rai sedikit tertawa dengan ucapan nanda dan mencoba bersandar di ranjang.


" Aaaaarrrgghh.. " desis rai yang mersakan nyeri yang teramat sangat di bagian punggung nya.


" Jangan banyak bergerak dulu, kamu mau apa, aku ambilin ya? " ucap dira panik


" Apa tulang belakang ku patah? kenapa rasanya sakit sekali? " tanya nya dengan ekspresi bingung


" Enggak, tadi kata dokter kamu mengalami cedera punggung, habis ini makan ya nanti minum obat penghilang nyeri " jelas dira


Rai terdiam dan mencoba mengingat kembali apa yang sudah terjadi pada nya, Rai sedikit teringat dia berkelahi dengan dua orang pria dan merasakan ada yang memukul tubuh belakang nya dengan sangat keras.


" Kamu enggak apa apa kan? makan ya " ucap dira yang melihat rai hanya terdiam sambil meneteskan air mata.


Rai menoleh ke arah dira dan menghapus air matanya.


" Kenapa menangis? aku enggak apa apa kok " ucap nya tersenyum dan memegang lembut tangan dira.


Aduh.. kaya lagi nonton film india gue. batin nanda yang melihat pemandangan di hadapan nya.


" Enggak usah nangis dir, dia udah biasa hampir mati kaya gini, nyawa nya kan ada sembilan " guyon nanda sambil tertawa yang juga membuat dira sedikit tersenyum di buat nya.


" Iya aku udah biasa kok, jangan nangis lagi ya " bujuk rai

__ADS_1


" Iya dir, terakhir dia berkelahi sama di bawa ke IGD juga, tapi bokap nya engga sedih tuh malah bersyukur, hidup juga ngeribetin katanya " sahut nanda yang mencoba menghibur dira yang masih terlihat sedih di respon sedikit tawa oleh dira.


" Oia nan, bisa tolong jaga rai sebentar, aku mau pulang dulu ambil baju ganti " pinta dira


" Oh yaudah, gue temenin dia "


" Hati hati ya " ucap rai yang di respon senyuman dari dira dan bergegas ke luar dari ruangan tersebut.


" Sebenarnya loe di pukulin sama siapa? " tanya nanda yang langsung duduk di samping ranjang rai begitu dira keluar dari ruangan tersebut.


" Enggak tau, gue enggak kenal "


" Masa iya orang enggak kenal maen pukul aja " ucap nanda heran


" Ada satu orang yang gue curigai " sahut rai


" Siapa? "


Rai hanya terdiam dengan tatapan lurus ke depan mencoba meredam semua emosi nya.


***


" Apa kamu ada waktu? aku ingin bertemu "


" Aku selalu ada waktu untukmu " sahut pria dari balik telepon


" Baik, aku tunggu di taman kota"


Dira menutup telepon nya dan bergegas menaiki taxy menuju tempat tersebut. Tak lama dira sampai dan menunggu dengan tenang pria tersebut.


"Sudah lama? " ucap dimas yang sudah berdiri di hadapan dira.


" Baru saja, duduk lah, aku ingin bicara


dengan mu " sahut dira tanpa menoleh dan tetap fokus melihat lurus ke depan.


" Mau bicara apa? " tanya dimas begitu sudah duduk di samping dira.


" Kenapa melakukan ini? "


Dimas mengerutkan kening nya" melakukan apa? "

__ADS_1


" Aku sudah tau semuanya, kamu yang menyuruh orang untuk memikuli rai bukan? aku mengikuti mu " jelas dira


Dimas merasa tersentak mendengar ucapan dira tapi dia berusaha tenang.


" Baguslah, ternyata kamu sudah tau lebih awal " dimas tersenyum kecut


" Kenapa melakukan itu? "


" Karena aku tidak menyukai nya, dan aku mencintai mu "


Dira menoleh dan merasa ucapan dimas sangat konyol untuk nya" tapi aku tidak mencintaimu " tegas dira


" Aku akan membuat mu mencintai ku "


Dira kembali merasa risih mendengar ucapan pria di hadapan nya" Bagaimana bisa kamu mencintai wanita yang sudah bersuami dan tengah hamil seperti ku? kamu tampan, banyak wanita yang masih mau pada mu " ucap dira yang berdiri dari kursinya tapi dimas menahan lengan nya.


" Kamu belum mengenal aku dira? aku bukanlah karyawan biasa yang berkerja satu kantor dengan mu, papa ku punya banyak perusahaan besar tapi hubungan ku dengan nya tidak harmonis, aku memutuskan untuk tidak bernaung di belakang bayang bayang papa ku dan berkerja di kantor itu, tapi papa ku tetap memberikan banyak fasilitas untuk ku, aku bisa melakukan apa pun yang


aku mau, termasuk mendapatkan mu, karena dari awal aku sudah menginkan mu, tapi pria itu lebih dulu menikahi mu " jelas dimas


Dira tersentak dengan ucapan dimas, dira hanya berfikir dimas hanyalah pria biasa dan pria yang baik tapi malam ini dira merasa melihat sisi yang sangat buruk dari pria di hadapan nya, dira melepaskan tangan nya dari dimas.


" Aku tidak mencintaimu, aku sangat mencintai suami ku jangan pernah buat dia terluka lagi "


"Aku bisa membuat nya lebih terluka lagi, bahkan lebih menderita dari ini "


" Aku akan melindungi nya, karena aku mencintai nya " ucap dira yang langsung bergegas meninggalkan dimas yang mssih diam mematung.


Aku bisa melakukan apapun, tunggu lah saatnya. gumam dimas.


Tak lama dira kembali ke rumah sakit dan melihat rai yang sudah tertidur dan nsnda yang masih setia menemani nya.


" Udah selesai? rai udah minum obat tadi, gue balik dulu ya " pamit nanda


" Iya, makasih ya "


Nanda pun bergegas keluar dari ruangan tersebut , Dira kembali duduk di samping rai yang sudah tertidur, menatap lekat wajah nya dan memegang lembut tangan nya.


Maafkan aku, ini semua karena aku.. aku tidak akan membiarkan dimas melukai mu lagi, aku tidak akan pernah membiarkan hal buruk terjadi pada mu aku mencintaimu. gumam dira sambil meneteskan air mata.


*Guys belum bosen kan bacanya? jangan bosen ya 😀 konflik besarnya di simpen dulu ya buat ending.. kalau nanti ada yg tanya, thor ceritanya muter muter terus itu lagi itu lagi orang nya, sebenarnya sih bukan muter muter cuma aku mau buat setiap konflik itu saling berhubungan dari awal cerita soalnya aku enggak suka masukin pemain baru atau konflik baru yang nanti bikin alur nya makin ke mana mana.. semoga tetap setia membaca yak.. love you all ❤️❤️❤️ jangan lupa vote yak 😀😀❤️❤️**

__ADS_1


__ADS_2