Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Di ujung tanduk


__ADS_3

Dira bergegas meninggalkan berkas berkas itu pada sekretaris Rai dan pergi meninggalkan kantornya. Tak lama Dira sampai di rumah nya dan merebahkan tubuhnya di kasur dengan air mata yang semakin deras membasahi pipi nya.


kenapa rai? aku fikir kamu sudah benar-benar mencintai ku? kenapa kamu selalu mrmpermainkan dan memanfaatkan ku? bahkan saat aku sedang mengandung anak mu.


Teett.. teet.. terdengar suara bel dari pintu depan.


Dira beranjak dari kasurnya dan menghapus air mata di pipinya dan bergegas membuka pintu.


"Assalamualaikum sayang. " ucap seorang wanita sambil tersenyum di balik pintu.


"Walaikumsalam, mama? papa? " Dira sedikit kaget dengan kedatangan mertuanya siang itu, dan langsung mencium tangan mertua nya tersebut.


"Lagi sibuk ya? " tanya mama Rai.


"Enggak kok, kok tiba-tiba ke sini? terus papa enggak ke kantor? " tanya Dira yang merasa ini adalah hari kerja tapi papa Rai berkunjung  ke rumahnya.


"Perkerjaan papa sedang sedikit di kantor lago pula sekarang ada Rai yang banyak membantu, jadi kami ingin melihat kamu dan calon cucu kami." ucap mertuanya tersebut dengan senyum ramah nya.


Dira pun tersenyum dan mempersilahkan mereka masuk.


"Bentar ya, Dira bikin minum." Dira ke dapur untuk membuat minum.


Tak lama Dira kembali membawa minum dan makanan kecil.


"Bagaimana keadaan mu? dan kehamilan mu? " tanya mama Rai yang sudah duduk di samping menantu nya tersebut.


"Baik mah. "Dira berusaha tersenyum.


"Dira, kamu sedang sakit? mata mu juga sembab? " mama Rai memperhatikan wajah menantu nya tersebut yang tampak sedih dan matanya yang sembab.


Dira hanya terdiam sambil sedikit menunduk.


"Papa mau lihat halaman belakang dulu ya. " ucap papa Rai yang seolah memberi ruang untuk menantu nya bercerita pada istrinya.

__ADS_1


"Dira, kamu kenapa? " mama Rai kembali bertanya dan sangat yakin kalau menantu nya tersebut sedang dalam keadaan tidak baik.


Dira hanya menggeleng pelan. Mama Rai memeluk menantu nya tersebut.


"Cerita sama mama? ada apa? kamu bertengkar dengan Rai? cerita Dira." ucap nya yang seketika tau pasti ini adalah ulah putranya sambil terus memeluk Dira.


Dira pun tidak dapat lagi menahan air matanya dan menumpahkan kesedihan nya pada pelukan mertuanya tersebut.


"Rai, enggak pernah mencintai Dira mah.  "ucap Dira dengan nada yang bergetar.


Mama Rai melepaskan pelukan nya dan mencoba menatap lebih lekat wajah Dira.


"Dira, kenapa kamu bicara seperti itu? "


"Dari sekolah Dira sudah mencintai Rai, tapi Rai hanya mrmpermainkan Dira, dan sekarang sudah menikah Rai tetap sama, Rai menikahi Dira hanya untuk mendapatkan kembali fasilitas nya dan mengambil alih perusahaan." ucap Dira sambil terus menangis.


"Sayang, kamu tau dari mana Rai seperti itu? " tanya mama Rai yang cukup terkejut.


"Dira dengar percakapan nya dengan teman nya di kantor."


"Maaf, maafkan anak mama Dira. "


"Dira maafkan  Rai mah, tapi Dira enggak bisa seperti ini terus, Dira ingin berpisah dengan Rai."


"Dira, jangan bilang seperti itu sayang. " mama Rai meng iba sambil menatap Dira dengan wajah yang sedih.


"Dira, papa mahon, jangan berpisah dengan Rai." terdengar suara papa Rai yang ternyata mendengar percakapan mereka.


"Papa? " Dira sedikit terkejut karena papa Rai trnyata mendengar nya.


"Dira, ini semua kesalahan kami, kami selalu memanjakan Rai bahkan sebelum Rai meminta kadang kami selalu sudah memberikan kebutuhan nya, dulu kami juga sering membela rai walau dia berbuat salah, itu sebabnya dia tumbuh menjadi anak yang tidak mempunyai rasa tanggung jawab bahkan untuk dirinya sendiri, maafkan kami Dira, maafkan anak kami yang tidak tau diri itu. " sesal papa Rai.


"Tidak, aku tidak menyalahkan papa atau mama, tapi aku benar-benar tidak ingin bertemu dengan Rai lagi. " jawab Dira dengan wajah yang semakin sedih.

__ADS_1


"Papa mengerti, kalau kamu tidak ingin bertemu dengan Rai dulu itu tidak apa apa, papa bisa memberikan mu tempat untuk menjauh dari Rai, tapi papa mohon fikiran dengan matang, jangan cepat cepat memutuskan untuk berpisah." pinta papa Rai.


"Iya Dira, mama tidak keberatan kalau kamu tidak ingin bertemu dengan Rai dulu, tapi tolong jangan terlalu cepat memutuskan untuk berpisah, kamu juga sedang hamil." bujuk mama Rai.


Dira hanya terdiam dan mulai memikirkan tentang ucapan mertua nya tersebut


***


"Pak, ini ada titipan berkas berkas dari istri bapak? " ucap sekretaris Rai siang itu.


"Berkas? tadi istri saya ke sini? " tanya Rai sambil mengerutkan kening nya dan mengambil berkas berkas tersebut.


"Iya pak, tadi istri bapak ke sini. "


"Kenapa tidak di suruh masuk? "


"Saya sudah menyuruh nya masuk pak, tapi istri bapak tidak mau dan hanya menitipkan ini. " ucap sekretaris Rai yang langsung meninggalkan ruangan nya .


apa dia masih marah?


Rai mencoba mengambil handphone nya dan menghubungi Dira.


kenapa handphone nya tidak aktif?


Rai menghela nafas dan memijat pelan kening nya yang mulai pusing menghadapi sikap Dira padanya.


Sore hari Rai pulang dan memanggil Dira beberapa kali, tapi tidak ada jawaban sama sekali. Rai bergegas ke kamar dan mencari Dira tapi tetep tidak menemukan nya, Rai berlari kecil ke arah lemari dan melihat pakaian Dira yang sudah tidak ada.


Shiiit!!! ternyata kamu benar benar pergi dira padahal aku sudah coba menjelaskan nya.


Rai kembali mengambil handphone nya dan mencoba menghubungi Dira beberapa kali tapi nomernya tetap tidak aktif. Rai mengusap kasar wajah nya dan melempar handphone nya ke lantai.


ke mana kamu? kenapa meninggalkan ku begitu saja.

__ADS_1


hayy untuk semua yang sudah like dan komen terima kasih yak. . tapi  yang minta lanjut boleh juga donk aurthor minta vote nya. . boleh yak. . maksa nih. . 😂😂❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2