
" Bocah tengik itu selalu saja membuat ulah." ucap papa Rai seraya menahan emosi nya yang sudah memuncak.
"Sabar pah." mama Rai mencoba menenangkan suaminya.
"Jangan beritahu keberadaan Dira, biarkan dia tenang dulu, biar bocah brengsek itu menyadari kesalahan nya." tegas papa Rai yang hanya di respon anggukan dari istrinya.
***
Rai hanya terus berbaring sambil memejamkan matanya sore itu mencoba mendinginkan kepalanya yang sudah memanas seperti lahar panas.
pasti dia ke rumah orang tuanya. batin rai
Rai beranjak dari kasurnya, mengganti pakaian kantor nya dengan tshirt dan jaket, lalu bergegas pergi ke rumah Dira.
"Assalamualaikum." ucapnya sambil mengetuk rumah orang tua Dira.
"Walaikumsalam." terdengar suara wanita dari dalam yang langsung membuka pintu.
"Rainan? " ucap mama Dira yang tampak terkejut dengan kedatangan menatunya, Rai segera mencium tangan mertua nya tersebut.
"Tumben ke sini? "
"Iya mah." Rai hanya bisa tersenyum dan tampak bingung harus berkata apa, sampai mama Dira mempersilahkan nya masuk.
"Mah, Dira nya ada kan? " ucap Rai sambil meminum teh yang di sediakan mertua nya tersebut.
" Dira? Lho dira kan harus nya sama kamu? " mama Dira tampak terkejut.
****** gue, ini mertua gue lagi bohong apa jujur ya kalau dira enggak ada di sini? kalau enggak di sini dia ke mana?
"Emm, tadi dia sms katanya mau ke sini, jadi Rai susul ke sini, mungkin enggak jadi ya. " Rai mencoba berkilah
"Iya, dira enggak ke sini kok Rai."
"Emm gitu, mah Rai numpang ke toilet dulu ya."
__ADS_1
"Oh yaudah, kamu tau kan toilet nya "
Rai mengangguk dan kemudian bergegas meninggalkan mertua nya.
gue harus memastikan nya. batin nya
Rai berjalan perlahan sambil melihat situasi bak maling yang akan melakukan aksi nya, sampai Rai di depan kamar Dira, dan bergegas membuka pintu kamar yang tidak terkunci dan mencari Dira di seluruh ruangan tapi Rai tetap tidak menemukan nya.
ternyata benar tidak ada, astaga.. kemana kamu dira.
Rai kembali menemui mertua nya dan kemudian pamit pulang dengan perasaan kecewa.
apa mungkin di rumah orang tua gue ya?
Rai segera melajukan mobil nya menuju rumahnya.
"Assalamualaikum." ucapnya sambil menghampiri orang tuanya yang sedang ada di ruang keluarga.
"Walaikumsalam, Rainan. " ucap mama Rai.
"Mah, Dira ada di sini enggak? " tanya Rai tanpa basa basi.
"Suami macam apa kamu, sampai keberadaan istri sendiri pun kamu tak tau. " sahut papa Rai sambil tetap fokus membaca koran nya.
"Ya sudah kalau enggak ada. " Rai hendak bangkit dari kursi nya.
"Rainan, apa kamu mencintai istri mu?" tanya papa Rai yang langsung juga bangkit dari kursi nya.
"Papa ini bicara apa? " Rai memasang ekspresi bingung.
"Apa niat mu menikah dengan Dira? "
"Pertanyaan aneh." jawab Rai yang melangkah kan kaki nya menjauh dari papa nya.
"Benar kamu menikah dengan Dira hanya untuk mendapatkan fasilitas mu kembali dan mengambil alih perusahaan?!! " sentak papa Rai dengan suara yang mengelegar dan cukup membuat Rai terkejut.
__ADS_1
"Papa ini bicara apa? "
"Tidak usah berlagak bodoh kamu, Dira sudah mengetahui semua nya." sahut papa Rai.
apa dira mengetahui nya? apa jangan jangan dira mendengar percakapan gue sama arya tadi pagi.
Jantung Rai bergedup kencang, aliran darah nya seakan terhenti, dan tubuh nya seperti melemas, Rai seketika menyadari alasan Dira meninggalkan rumah.
" JAWAB RAINAN!! BENAR BEGITU?!! " sentak papa Rai.
"Iya, awalnya Rai memang berniat begitu. "
PLAAKK!! tamparan mendarat di pipi Rai.
"Dasar anak bodoh!! papa menjodohkan kamu supaya kamu bisa lebih bertanggung jawab, bukan malah menjadi manusia yang tidak berguna dan menyakiti istri mu!! " ucap papa Rai yang sudah tidak lagi bisa mengontrol emosi nya.
Rai hanya terdiam dan tak tau harus menjawab apa.
"Rai kenapa kamu melakukan itu sayang? Dira itu anak yang baik." ucap mama Rai dengan wajah sendu nya.
"Sekarang di mana Dira? kalian pasti tau kan? aku ingin menjelaskan nya."
"Dia sudah tidak ingin bertemu dengan mu, dia ingin berpisah dengan mu." ucap papa Rai.
"Apa? berpisah? cepat beritahu aku di mana Dira? " tanya Rai dengan nada panik.
"Untuk apa, biarkan saja dia berpisah, kasian dia jika harus hidup dengan suami seperti kamu. "
"Dulu papa kan yang paksa Rai untuk menikah? sekarang dengan mudah nya papa suruh Rai untuk berpisah? " ucap Rai yang sudah mulai habis kesabaran nya.
"Sekarang papa menyesal, menikah kan wanita baik seperti Dira pada anak bodoh seperti kamu. "
"Kalian benar benar egois, aku akan mencari Dira sendiri." Rai bergegas pergi meninggalkan rumah nya.
Shiiitttt!!!
__ADS_1
Rai memukul stir mobil nya dengan sangat kencang seraya berusaha melupakan emosi nya yang sudah memuncak.
Dira, di mana kamu? aku benar-benar menyesal dira.