Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Sahabat ku


__ADS_3

**Kebiasaan ya reders Indonesia selalu aja nuduh aurthor nya baca dulu konfliknya sampai selesai baru komen, bosen thor konflik mulu? novel kalo ceritanya tentang kehidupan sehari hari yang datar datar aja bukan novel namanya tapi buku diary !  lebay ceritanya? kalau lebay enggak usah di baca. Tepokjidatdehgue#


***


Siang itu Dira mulai membuka matanya, dia melihat dirinya sedang berada di ranjang rumah sakit.


"Sayang, kamu sudah sadar? " seru mama Dira yang dari tadi menunggui putrinya.


Tiba tiba Dira teringat sesuatu yang membuat hatinya terasa sangat sesak.


"Rai, dimana Rai??!!" pekik Dira yang langsung bangun dari tidurnya.


"Tenang sayang, tenang." mama Dira mencoba menahan tubuh Dira yang hendak beranjak dari ranjang.


"Aku harus menemui Rai, di mana Rai?" serunya seraya menangis.


"Tenang sayang, Rai masih berada di ruang ICU."


Dira pun bergegas mencari ruang ICU, di lihat di luar ruangan tersebut tampak keluarga Rai dan teman temannya yang sedang menunggu di sana.


"Sayang, kamu sudah sadar? " seru mama Rai seraya menghampiri menantunya tersebut.


"Bagaimana Rai? bagaimana?" pekik Dira.


"Rai baru saja di pindahkan ke ruang ICU, dokter masih menananganinya."

__ADS_1


Tak lama dokter pun keluar dari ruangan tersebut. Dira bergegas menghampirinya.


"Bagaimana keadaan suami saya sekarang? " tanyanya panik.


"Keadaannya masih kritis, kami akan selalu berusaha yang terbaik."


"Boleh saya menemuinya?"


"Silakan tapi bergantian saja, jangan terlalu banyak orang."


Dira pun mengangguk dan bergegas masuk ke ruangan tersebut. Langkahnya perlahan menghampiri Rai yang sudah terbaring lemah dengan alat medis di beberapa bagian tubuhnya. Di lihatnya wajah Rai yang tampak pucat tidak seperti biasanya yang selalu ceria dan tersenyum pada Dira.


Dira menggengam tangan suaminya "Sayang, semua pasti akan baik baik saja kan? kamu selalu mengatakan semua akan baik baik saja, semua harus baik baik saja, iya kan?" ucapnya lirih dengan air mata yang mengenang di pelupuk matanya.


Tak lama teman teman dan orang tuanya pun bergantiian menjenguk Rai.


***


Siang itu Nanda kembali ke rumahnya, di buka jaket yang melekat di tubuhnya, dia duduk di Ranjang dan mengusap kasar wajah nya. Nanda memutar pandangannya pada foto yang tergantung di dinding kamarnya.


Dia ambil nya foto tersebut, foto saat dia dan ketiga temannya masih mengenakan seragam SMA, tampak mereka semua sedang tertawa lepas di foto tersebut.


"Kenapa harus gini sih? loe enggak inget Rai kita semua tuh udah janji kalau kita akan selalu sama sama saat senang, bukan susah, beberapa hari gue tunangan, tapi kenapa loe malah begini, gue bener bener kecewa sama loe." ucap Nanda lirih.


Sudah 5 hari keadaan Rai belum juga mengalami kemajuan, hari ini pun bertepatan dengan hari pertunangan Nanda. Pertunangan tersebut berjalan sangat lancar yang di adakan di sebuah hotel sore itu Sabrina yang terlihat sangat cantik dan Nanda yang terlihat sangat tampan, tapi acara itu tidak seperti rencananya tidak ada Rai dan keluarga pads hari itu. Setelah acara selesai Nanda menghampiri Kemal dan Arya yang sedang duduk.

__ADS_1


"Gimana keadaan si Rai?" tanyannya yang langsung duduk di samping Arya.


"Belum sadar." jawab Arya datar.


Nanda pun terdiam dengan wajah yang tampak sedih.


"Udah enggak usah di fikirin, loe fokus aja sama rencana pernikahan loe." Kemal menepuk pelan pundak Nanda.


"Iya, loe fokus aja sama pernikahan loe, kita mau ke rumah sakit lagi nih, gue yakin si Rai besok juga siuman." Arya mencoba menghibur.


Arya dan Kemal pun beranjak dari hotel tersebut untuk kembali ke rumah sakit.


"Kak Nanda."ucap Sabrina yang menghampiri Nanda yang masih duduk termenunung dan duduk di sampingnya.


"Kak Nanda enggak bahagia sama acara ini?" ucap gadis tersebut yang melihat wajah Nanda sangat murung.


Nanda tersenyum "Mana mungkin aku tidak bahagia bertunangan dengan wanita yang aku cintai, aku hanya sedikit memikirkan Rai."


Sabrina pun menatap wajah Nanda yang tak dapat menyembunyikan kesedihannya.


"Aku yakin, kak Rainan akan baik-baik saja." ucap gadis itu sambil tersenyum menenangkan Nanda.


"Bukankah aku sudah bilang, teman teman ku seperti keluarga untuk ku, kamu tau selama bertahun tahun kami berteman kami tidak pernah bertengkar." ucanya seraya tersenyum lirih.


"Banyak hal yang kita lalui, ya walaupun kita lebih banyak melakukan hal-hal yang tidak berguna, tapi itu menyenangkan, bahkan aku tidak pernah berfikir akan kehilangan salah satu dari mereka, itu benar-benar mimpi buruk untuk ku, mereka sangat penting untuk ku." sambung Nanda yang mencoba tersenyum pada Sabrina.

__ADS_1


__ADS_2