Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Sandiwara part II


__ADS_3

Setelah turun dari mobil Rayyan dengan cepat Reska bergegas menuju kamarnya, di rebahkan tubuh lelahnya di ranjang. Reska menarik nafas panjang dan memejamkan matanya sejenak.


"Kenapa sama gue? perasaan gue ke Rayyan enggak juga bisa hilang.. tapi dia enggak pernah mencintai gue, hanyalah adik untuknya, tapi menghindarinya sekarang pun sulit." batin Reska yang sedikit meneteskan air matanya.


***


"Res, kamu pergi kuliah jam berapa?" tanya Kemal saat sedang menyantap sarapan pagi itu bersama putrinya.


"Agak siang kayaknya, mata kuliah juga sedikit." jawabannya sambil mengunyah penuh makanan di mulutnya.


"Oh, papa boleh minta tolong?"


Reska mengerutkan keningnya."Minta tolong apa pah?"


"Ini ada laporan tentang cafe, tolong antarkan ke kantor papa Rayyan ya, papa buru buru nih enggak sempat ke sana." sambil memberikan laporan pada putrinya itu.


"Kantor papa Rayyan?" gumamya.


"Bisa kan? yaudah papa pergi dulu ya." pamit Kemal yang mencium kening istri dan putrinya lalu bergegas ke kantor pagi itu.


Tak lama Reska bersiap siap untuk pergi ke kampus dan ke kantor papa sahabatnya itu terlebih dahulu. Reska menaiki taxy lalu tak lama sampai di kantor tersebut. Langkah kakinya menuju sebuah ruangan Rainan.


"Nih kantor sepi banget? enggak ada sekretarisnya apa ya? Bener enggak ya ini ruangannya?" menuju sebuah ruangan lalu mengetuk pintunya pelan.


"Masuk," terdengar suara pria dari dalam ruangan.


Reska membuka pintu dan tampak terkejut melihat sosok pria yang sangat di kenalnya sedang duduk di kursi kerja ruangan tersebut.


"Rayyan?" gumamya melihat Rayyan yang terlihat dewasa dengan kemeja dan jas yang di kenakakannya.


Rayyan meonoleh yang juga tampak terkejut dengan kedatangan Reska pagi itu."Reska?"


"Sepertinya gue salah masuk ruangan." ucapnya yang hendak menutup pintu tapi Rayyan dengan cepat beranjak dari kusinya dan menghampiri Reska.


"Loe cari bokap gue?" menahan lengan Reska.


Reska mengangguk.


"Bokap gue lagi ada kerjaan di luar kota, gue bantu bantu di sini sekalian belajar ngurus perusahaan juga, ayo masuk." jelasnya yang langsung menutup pintu dan mempersilahkan Reska masuk ke ruangan tersebut.


"Gue cuma mau kasih laporan ini, tadi papa gue titip ini buat bokap loe," memberikan laporan tersebut pada Rayyan.


"Ok, nanti gue beritahu bokap gue."

__ADS_1


"Yaudah, gue balik dulu," berbalik badan dan hendak keluar dari ruangan tersebut tapi Rayyan kembali menahan lenganya.


.


"Loe mau ke kampus? gue anter ya?" tawar Rayyan.


"Enggak usah, gue bisa naik taxi." mencoba melepaskan tangan Rayyan dari lenganya.


"Gue anter!!!" paksa Rayyan.


"Enggak usah." melepaskan paksa tangan Rayyan tapi dengan cepat Rayyan kembali menarik kembali tangan Reska dan mendorongnya ke dinding, menahan pergerakan tangannya.


"Loe kenapa sih?!! jangan kasar gini!!" pekik Reska yang sedikit merasakan sakit di lengannya karena cengkaraman Rayyan.


"Loe yang kenapa?!! kenapa selalu menghindari gue??!!!" sentak Rayyan yang mulai terpancing emosi.


"Ya seharusnya loe ngerti gue ini bukan anak kecil lagi, dan juga sekarang gue udah punya pacar." Reska kembali mencari alasan menjawab pertanyaan Rayyan.


Rayyan melepaskan tangannya."Pacar? pacar dan pacar itu terus alasan loe?" Rayyan kembali meninggikan suaranya.


"Ya memang gue harus kasih alasan seperti apa? gue balik dulu." enggan melayani Rayyan yang sudah terlihat emosi dan hendak keluar ruangan tersebut tapi Rayyan kembali menahan lenganya.


"Minggu besok ada acara reuni, loe bawa pacar kebanggaan loe itu." ucapnya menatap tajam mata Reska.


"Ok." melepaskan tangan Rayyan dan keluar dari ruangan tersebut.


***


"Kenapa jadi begini? gue kan enggak punya pacar mau bawa siapa nanti reuni?" batinya yang semakin bingung.


Reska memejamkan matanya untuk sejenak berfikir.


"Gue harus cari cowok yang mau jadi pacar gue." batinya.


Reska mengambil handphonenya dan menuliskan sesuatu di layar handphone pintarnya itu.


"D CARI PACAR SEMALAM UNTUK DI AJAK JALAN.


Kriteria.


1.Berwajah tampan tapi tidak pasaran.


2.Tinggi dan bertubuh atletis

__ADS_1


3.Berwajah putih tapi tidak pucat seperti mayat.


4.Pandai bicara sesuai situasi.


5.Rajin menabung dan tidak sombong.


Selesai memasang iklan di handphonenya Reska memejamkan matanya dan teridur siang itu. Sore hari Reska membuka matanya dan kembali mengambil handphonenya, melihat kembali iklan yang dia pasang di sosial media.


"Wah, udah banyak banget nih yang daftar." gumamya melihat banyak orang yang mendaftar di iklan pacar seharinya.


"Harus cari yang lebih ganteng dari Rayyan nih.. tapi kok mukanya pasaran semua?" batinya sambil melihat foto foto pria kandindatnya.


"Kayanya cocok nih." memilih salah satu foto dan tersenyum tipis.


***


Hari minggu berikutnya Rayyan dan teman temannya sudah berkumpul pada satu hotel tempat di mana acara reuni SMA mereka di langsungkan.


"Si Reska jadi dateng?" tanya Rayka yang tak juga melihat Reska di acara tersebut.


"Katanya dateng." sahut Rayyan yang tetap fokus menatap layar handphone.


"Udah jam segini kok belum datang?" Devan melihat arloji di pergelangan tangannya.


"tuh si Reska." tunjuk Elang yang melihat Reska baru memasuki tempat acara.


Mereka semua memutar pandangannya pada Reska yang tampak anggun dan cantik dengan pria tampan yang berjalan di gandengan dengannya .


"Sory ya gue telat." Reska tersenyum sambil menghampiri teman temannya


"Saiapa tuh?" tanya Devan yang memperhatikan pria di sisi Reska dari ujung kepala sampai ujung kaki.


"Kenalin ini pacar gue." memperkenalkan sosok pria di sisinya sambil tersenyum semanis mungkin.


Uhuk.. uhuk.


Elang tersendak minuman mendengar ucapan Reska.


"Pacar? emang loe punya pacar?" tanya Elang tak percaya.


"Iya, gue punya pacar kok, selama ini kita LDR soalnya pacar gue kerja di luar kota, iya kan sayang? ucanya dengan nada menekan seraya melirik pria di sisinya itu.


"Oya, kenalin gue Nico." ucapnya sopan seraya mengulurkan tangannya pada teman teman Reska.

__ADS_1


"Gue keluar dulu," Rayyan beranjak dari kursinya dan tidak menanganggapi uluran pria bernama Nico itu.


Jangan lupa, like, komen dan votenya yak biar aku semangat.. ❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2