
"Jadi mau ikan apa mas?" tanya penjual ikan pada tiga pria di hadapannya yang masih memasang wajah bingung.
"Ikan apa aja lah yang menurut ibu enak." ucap Nanda pasrah.
"Oh, mau berapa ikannya?" sambung penjual itu lagi.
"Banyak kali ya? kan orangnya banyak?" tanya Nanda pada Arya dan Kemal.
"Yaudah banyak bu." sahut Arya, ibu penjual pun bergegas mbungkus belanjaan mereka.
Selanjutnya mereka mencari Ayam, sayuran, dan buah. Hanya kata banyak yang mereka katakan saat penjual berkata jumlahnya. Setelah selesai mereka menghampiri Rai dan Rayyan yang tengah asik jajan di pasar tersebut.
"Woy, enak loe ya kita belanja loe santai santai." ucap Kemal yang tampak gemas pada Rai yang sedang asik mengunyah makanan sambil mengendong Rayyan.
"Lah, anak gue ngajakin jajan." kilah Rai dengan wajah tanpa dosa dan melirik teman temannya yang tampak repot membawa banyak bahan makanan.
"Loe beli bahan makanan enggak salah? banyak banget? kaya mau adaain acara nikahan? " ucap Rai yang tampak terkejut.
" Iya enggak ada keterangan jumlahnya, kata Sabrina masaknya banyak kan orangnya banyak." sahut Nanda mengingat kata kata sang istri tercinta.
Rai menggelengkan kepalanya dan mereka pun bergegas masuk ke mobil menuju kembali ke villa.
"Kalian sudah pulang? lama banget?" ucap Dira di susul Sabrina dan Shanum yang melihat kedatangan empat pria tersebut.
"Udah." sahut Nanda, mereka pun bergegas mengeluarkan barang belanjaan dari dalam bagasi.
"Ya ampun kok banyak banget?" ucap Shanum yang tampak terkejut.
"Iya kok banyak banget?" Dira tak kalah terkejut.
"Di catatan enggak ada jumlahnya, yaudah kita beli yang banyak dari pada kurang." sahut Kemal.
"Astagfirullah, aku lupa cantumin jumlahnya, maaf ya." sesal Sabrina.
"Kamu enggak salah kok sayang, mereka yang salah." sahut Nanda yang menunjuk ke tiga temannya.
"Kalo enggak ada Sabrina udah gue santet tuh si Nanda tadi kan dia yang bilang suruh beli banyak." gerutu Arya.
__ADS_1
"Apa kata gue juga loe belinya kebanyakan kaya mau acara nikahan." Rai tertawa renyah.
"Ikannya banyak banget lagi, macam macam ikan kayaknya ada nih, bisa mabok ikan deh." keluh Dira.
Para wanita itu pun hanya bisa pasrah dan membawa bahan makanan tersebut ke dapur untuk segera di olah. Semtara bapak bapak error itu pun menunggu di halaman belakang.
Tampak Rai yang sibuk membuntuti putranya yang tengah asik berlarian.
"Loe bawa gitar?" tanya Nanda pada Arya yang menghampiri Kemal dan Nsnda yang tengah duduk di gazebo.
"Ya, kaya anak muda ya gue." Arya menertawai dirinya sendiri.
"Kaya abg tua loe, sini gue pinjem." Kemal merampas gitar yang di pegang Arya dan memaikannya.
"Kalo maen gitar gini jadi inget SMA ya, ganteng banget gue dulu, cassanova gitu." puji Kemal pada dirinya sendiri yang membuat Nanda dan Arya merasa geli.
"Eh tuh mantan cassanova lagi momong anak." ucap Nanda sambil menujuk ke arah Rai yang tengah berulang kali mengendong Rayyan menjauh dari kolam renang.
Mereka pun tertawa geli melihat perubahan Rai yang dulu sangat aktif tebar pesona dengan para gadis cantik sekarang tengah sibuk mengasuh anak.
Rai yang merasa mereka menertawainya bergegas mengendong Rayyan menuju teman temannya.
"Enggak." sahut mereka bersamaan sampai Rayyan menarik narik gitar yang di pegang Kemal.
"Rayyan, kamu enggak bisa maennya sini om aja." Kemal hendak menjauhkan gitar tersebut tapi Rayyan menangis.
Kemal pun menyerah dan memberikan gitar itu pada Rayyan, mereka hanya termenung melihat Rayyan dengan tangan mungilnya tertawa senang saat bisa memetik senar hitar yang menghasilkan suara.
Sampai tak lama mereka semua sarapan kemudian menuju tempat wisata yang tak jauh dari sana. Malam hari Kemal melihat Arya yang sudah tertidur, tapi dirinya tak kunjung mengantuk. Kemal pun keluar kamar kemudian matanya terfokus pada gadis yang tengah duduk di teras halaman belakang sendirian.
"Shanum?" ucap Kemal sambil menghampiri Shanum yang tengah melamun sendirian.
Gadis itu menoleh" Kak Kemal?" ucapnya yang tampak terkejut.
Kemal duduk di sampingnya.
"Kok belum tidur? sendirian aja lagi?" tanyanya pada Shanum yang fokus melihat kolam renang di hadapannya.
__ADS_1
"Enggak apa-apa, belum ngantuk." jawabnya singkat.
"Sama sih aku juga belum ngantuk." Kemal tersenyum.
Mereka hanya saling terdiam untuk beberapa saat.
"Kayaknya sekarang aku udah ngantuk, aku ke dalam dulu ya." pamit Shanum yang hendak beranjak pergi tapi Kemal menahan lengannya.
"Kayaknya sekarang kamu beda banget sama aku?" tanya Kemal yang merasa gadis itu seperti menghindarinya sekarang.
"Aku enggak merasa beda kok." kilah Shanum seraya melepaskan tangannya tapi Kemal menahannya erat.
"Apa karena Tania?" Kemal mencoba menerka nerka.
"Kakak ini ngomong apa? ini bukan karena siapa siapa, aku ini hanya baby sister memang seperti ini seharusnya sikap aku kan?"
"Tapi aku tidak menganggap mu seperti baby sister." Kemal menatap tajam ke arah gadis itu.
Shanum mengerutkan keningnya " Maksudnya?"
Kemal terdiam ada sesuatu yang sulit untuk dia ucapkan, tidak seperti dirinya yang biasanya selalu mudah melontarkan kata kata rayuan pada banyak wanita.
"Aku ngantuk, aku mau tidur." ucap Shanum yang masih berusaha melepaskan tangannya.
"Kalau aku menganggap lebih dari itu bagaimana?"
"Aku tidak mengerti." sahut Shanum.
"Aku suka kamu." kata kata itu pun tiba tiba terlontar dari bibir Kemal.
Shanum tampak terkejut mendengar ucapan itu, tapi sesaat kemudian ekspresi gadis itu menjadi sedih.
"Ini bukan cerita dongeng, aku ini hanya gadis biasa, maaf aku tidak menyukai kakak." tolak Shanum yang langsung melepaskan tangannya dan berlalu pergi meninggalkan Kemal yang hanya diam mematung.
Shanum bergegas ke kamarnya dengan air mata yang sedikit membasahi pipinya.
Aku enggak boleh lupa diri, aku harus selalu sadar diri aku ini hanya gadis desa, kalau pun kak Kemal menyukai aku belum tentu orang tua nya menyukai aku, mana ada orang tua yang rela anak kesayangan nya yang sempurna berhubugan dengan gadis seperti aku. gumam Shanum seraya menghapus air matanya.
__ADS_1
Guys, votenya yang banyak donk.. padahal aku udah usahain up setiap hari lho 😂😂😂😂😂😂