
"Udah lama kayaknya kita enggak liburan bareng nih," ucap Nanda saat mereka kembali berbincang di sebuah cafe.
"Iya, udah lama ya," Arya mengangguk setuju.
"Gimana, kalau kita liburan di villa loe lagi Rai, kan udah lama tuh enggak ke situ," Kemal memberikan usul.
"Oh, boleh.. atur waktunya aja," Rai pun setuju.
***
1 minggu kemudian mereka pun sepakat untuk kembali liburan bersama keluarga mereka masing-masing. Setelah menempuh perjalanan cukup lama akhirnya sire hari mereka tiba di villa tersebut. Mereka pun beristirahat sampai pagi menjelang.
"Mbak Dira, jadi rencana kita?" tanya Shanum pada Dira pagi itu.
"Jadi lah, kalian juga setuju kan?" melirik Sabrina dan Chika yang juga mengangguk setuju.
"Rencana apa mah?" tanya Reska bingung.
"Bukan apa-apa, pagi ini kita jalan jalan, biar bapak bapak dan anak anak muda itu yang memasak," jelas Shanum.
"Hah? memangnya bisa?" Reska tampak terkejut.
"Harus bisa," balas Dira dengan senyum jahilnya.
Mereka semua pun menghampiri para pria yang sedang berolahraga di halaman belakang.
"Anak anak dan bapak bapak sudah ya olahraganya, kita mau minta tolong nih sama kalian." seru Dira.
"Minta tolong apa sayang?" Rai memasang wajah bingung.
"Begini, kita mau jalan-jalan pagi, jadi kalian tolong bantu masak ya, tenang aja bahan bahannya sudah ada kok, kalian tinggal praktekan saja," jelas Chika sambil tersenyum.
"Hah? memasak??!!" seru mereka bersamaan.
"Iya bisa kan." paksa Shanum.
"Mah, Devan enggak bisa masak," seru sang anak pada Sabrina.
"Sayang, enggak bisa bukan berarti enggak mau mencoba kan?" ucap Sabrina dengan nada lembutnya, membuat Devan memasang wajah pasrah.
"Yaudah, kita pergi ya.. happy honey," pamit para wanita itu dengan senyum cerianya.
__ADS_1
"Sayang, tunggu.. ini Derran enggak ikut?!" protes Rayyan pada Reska seraya menujuk Derran yang tampak kotor wajahnya dengan tanah.
"Tolong jaga ya, Ribet kalau bawa Derran," pinta Reska.
"Justru ribet kalau Derran ikut masak," sambung Kemal dengan wajah gusarnya.
"Papa kok gitu sih?!! enggak sayang sama Derran?" gerutu Reska.
"Sayang.. sayang banget kok.. " berusaha tersenyum menjawab pertanyaan sang putri.
"Yaudah, kita pergi dulu ya." pamit kembali wanita wanita itu dan bergegas pergi.
"Yaudah ayo kita masak." sahut Rai pasrah yang langsung menuju dapur.
Mereka semua memutar pandangan mereka, tampak bahan makanan yang sudah di siapkan di dapur.
"Mau masak apa nih? caranya juga gimana coba?" tanya Nanda yang tampak bingung.
"Pah, aku masak nasi aja deh," sahut Rayka yang langsung mengambil posisi.
"Anak pintar, tadinya papa mau ambil posisi itu keburu kamu duluan," Rai menepuk bangga pundak Rayka.
"Caranya kita lihat di yutub aja," ucap Nanda kemudian.
"Loe lagi bikin apa?" Rai menghampiri Nanda yang tampak sibuk memotong seraya melihat handphonenya.
"Masak sayur," sahutnya serius seperti chef proporsional.
"Loe motong sayur gede gede banget? loe kira yang makan kambing?" protes Rai saar melihat sayuran yang di potong Nanda sangatlah besar besar.
"Nanti juga kalau di masak menciut," sahutnya santai yang di respon genengan kepala dari Rai.
Rai pun menghampiri Kemal yang juga sedang sibuk memotong."Menghayati banget loe, sampe bahagia banget tuh muka?" ucap Rai yang sedikit geli melihat ekspresi temannya itu.
"Loe jangan banyak ngomong dari tadi mondar mandir aja kaya mandor, bantuin gue nih iria bawang!!" serunya dengan beecurcuran air mata membuat Rai terkekeh geli melihatnya.
"Aduh.. sepi banget, anak gue enggak ada suranya." batin Rayyan yang langsung menengok ke belakang tapi Derran sudah tidak ada di tempatnya.
"Aduh, Derran ke mana?" gumamnya gelisah seraya memutar pandangannya.
"Lah, ini ayam kemana?" Rayyan menengok potongan ayam mentah di plastik yang di letaknya di lantai sudah tidak ada.
__ADS_1
Rayyan terus memutar pandangannya.
"Inallilahi!! Derran!!" serunya saat melihat Derran memasukan potongan ayam ayam tersebut ke dalam tempat sampah yang ada di dapur.
"Ya ampun sayang, kenapa di masukin ke situ!!" seru kembali Rayyan sambil menghampiri Rayyan membuat mereka semua menoleh ke arahnya.
"Astagfirullah! itu ayam masuk ke situ?!!" seru Nanda tak kalah heboh, membuat mereka semua menghampiri tempat sampah tersebut.
Tampak potongan potongan ayam tersebut telah berbaur dengan sampah yang ada di dalamnya.
"Rai, cucu loe boleh gue iket pake lakban enggak sih biar diem?" ucap gemas Arya.
"Ya ampun sayang, kenapa di masukin ke tempat sampah, mana montok montok lagi tuh daging ayam." ucap Kemal nelangsa.
"Di cuci aja, gimana?" Elang memberikan usul.
"Sampahnya banyak, udah banyak bakteri yang masuk bahaya." cegah Rayka.
"Jangan di cuci atau di makan, nanti kamu masuk rumah sakit biayanya mahal, cicilan mobil baru mu belum lunas," Arya memperingati putranya yang di respon anggukan dari Elang.
Mereka semua pun hanya termenung meratapi menu utama yang akan mereka masak telah berakhir di tempat sampah.
Tak lama para wanita wanita itu pun pulang." Sayang, kalian sudah selesai masak?!" seru Dira yang langsung menghampiri dapur.
"Sudah, ada di meja." jawab Rai yang berusaha tersenyum.
Dira dan yang lainnya pun melihat ke meja makan." Lho kok cuma masak nasi goreng? kan bahan bahannya banyak?!" tanya Shanum.
"Emm.. ayamnya di buang Derran ke tempat sampah mah," ucap Rayyan pelan.
"Apa?!!" seru mereka bersamaan yang langsung melirik ke arah Derran yang sedang duduk di lantai dengan wajah polosnya.
"Ya ampun sayang, kok enggak di jagain sih Derrannya!!" gerutu Reska pada Rayyan.
"Ini kok, masak nasi goreng pakai sayur?" tanya Sabrina yang melirik ada wadah sayur di. meja makan.
"Aku udah terlanjur buat, di coba ya sayang," balas Nanda sambil tersenyum.
"Sejak kapan nasi goreng pakai sayur?" Rai menggelengkan kepalanya.
Mereka pun menghela nafas pasrah dan sarapan dengan nasi goreng bersama sama pagi itu.
__ADS_1
Guys.. semoga terhibur yak.. tapi aku negok ke rengking, rengkingnya terjun payung gitu.. 😭😭 walaupun udah tamat di sumbang atuh votenya buat salam perpisahan, biar aku semangat juga tulis ektra part berikutnya.. ❤️❤️❤️