Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Tidak terkontrol


__ADS_3

Minggu itu Kemal mengajak Shanum untuk menempati rumah baru yang telah di siapkannya, untuk mereka berdua tempati. Kemal memberhentikan mobilnya di depan rumah yang tampak besar dan bagus.


"Ayo turun." ajak Kemal.


Shanum turun dari mobil dan memutar pandangannya pada rumah yang tampak besar dan bagus persis seperti rumah yang selalu di impikannya selama ini. Kemal menuntun Shanum ke dalam rumah, Shanum hanya terdiam dan terpaku melihat dalam rumah yang juga tak kalah bagus.


"Kamu suka?" tanya Kemal yang melihat Shanum masih memutar pandangannya pada isi rumah tersebut.


"Ini besar banget kak." Shanum berdecak kagum.


Kemal memegang jemari gadis itu.


"Ini untuk kamu, untuk istri ku." jelas Kemal sambil tersenyum.


Shanum hanya terdiam tak mampu berkata kata hanya ada perasaan haru di hatinya.


"Aku juga punya hadiah lagi untuk mu." sambung Kemal.


Shanum mengerutkan keningnya" Hadiah apa?"


"Aku sudah menyuruh perkerja untuk memperbaiki rumah ibumu di kampung." ucap Kemal yang sangat merasa prihatin dengan keadaan rumah ibunya Shanum di kampung.


Shanum tersentak kaget mendengarnya.


"Terima kasih, terima kasih sudah memperhatikan keluarga aku." Shanum memeluk Kemal dengan air mata yang sedikit terjatuh.


Kemal melepaskan pelukan gadis itu "Sudahlah, itu sudah kewajiban ku, keluarga mu keluarga aku juga." jelasnya seraya menghapus air mata Shanum.


Gadis itu tersenyum simpul mendengarnya.


***


Malam itu Shanum menghampiri Kemal yang sedang menonton televisi di ruang keluarga.


"Di minum kak." Shanum meletakkan ice cofe kesukaan Kemal di meja.


"Makasih ya." ucapnya seraya menarik tangan Shanum agar duduk di sebelahnya.


Mereka hanya fokus menonton tv untuk beberapa saat.


"Kamu sudah selesai datang bulannya?" tanya Kemal yang sepertinya sudah hampir seminggu dia tak menanyakan hal itu pada Shanum.


"Sudah kak." sahut Shanum pelan dan sedikit malu.

__ADS_1


Kemal tersenyum dan memegang lembut tangan Shanum.


"Boleh aku memintanya sekarang?"


Shanum mengangguk pelan dengan wajah yang tampak merona. Kemal tersenyum dan mencium lembut bibir gadis itu. Kemal melepaskan ciumannya dan mengendong Shanum ke kamar.


Jantung Shanum berdegup kencang, rasanya sangat malu melihat Kemal yang terus memandang wajah dan tubuhnya, gadis itu sedikit menundukkan pandangannya. Kemal kembali mencium Shanum, dan memberikan tanda tanda kepemilikan di leher jenjang gadis itu, membuat Shanum sedikit mengeliat geli.


Tangan kemal perlahan melucuti pakaian gadis itu, dia kembali tertenggun melihat Shanum yang tampak polos di hadapannya. Shanum dengan repleks menutup bagian dadanya dengan kedua tangannya.


"Kamu malu?" tanya Kemal yang melihat wajah gadis itu tampak srmakin merona.


Shanum mengangguk pelan.


"Tidak usah malu, kamu miliki ku seutuhnya." bisiknya seraya mencium leher gadis itu dan menyingkirkan tangan Shanum yang menutupi dadanya. tampak gundukan sintal di hadapannya. Kemal menciumi setiap inci bagian itu.


"Aaahh.. kak." lengungan Shanum tak dapat tertahan merasakan Kemal menjamah tubuhnya dengan lembut.


"Keluarkan sayang, tidak usah di tahan." bisiknya kembali.


Sampai Kemal hendak melakukan penyatuan itu.


"Pelan pelan kak." ucap Shanum lirih.


"Sakit kak." rintih Shanum dan Kemal kembali mencium bibir gadis itu.


Kemal sedikit demi sedikit mempercepat gerakannya. membuat tubuhnya semakin tidak terkontrol saat hendak mencapai puncaknya.


"Aaahhh.. sayang." rancau Kemal saat mencapai puncaknya dan ambruk di atas tubuh istrinya dengan nafas yang tak beraturan.


"Makasih sayang." bisik Kemal seraya mencium pipi gadis gadis itu dan memeluknya sepanjang malam.


***


Siang itu Shanum sudah sibuk memasak dan menaruh masakannya di dalam kotak makan, dia hendak mengantarkan makan siang untuk kemal. Tak lama Shanum sampai di kantor Kemal terlihat halaman kantor yang masih sepi ingin rasanya dia masuk ke dalam tapi Shanum merasa malu.


"Cari siapa mbak?" tanya seorang pria yang melihat Shanum tampak celigukan dan bingung.


"Aku.."


"Pasti cari kakaknya ya? kakak kamu kerja di sini?" pria itu memotong ucapan Shanum dan menerka nerka pasti gadis itu mencari kakaknya di dalam kantor karena wajahnya yang terlihat masih sangat muda.


"Nama kakaknya siapa emang? boleh kenalan?" pria itu mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Kemal yang baru keluar kantor dan hendak makan siang tampak kaget melihat Shanum ada di halaman kantor dan tampak sedang di goda dengan temannya.


"Shanum." ucap Kemal yang langsung menghampiri Shanum.


"Kak Kemal."


"Ngapain loe? mau godain istri gue?" ucap sinis Kemal pada tomy yang terkenal mata keranjang seantero kantor.


"Istri loe? sory gue enggak tau." ucapnya santai.


Kemal terdiam dan mengingat Kembali kalau tomy tidak datang ke acara pernikahannya jadi jelas dia tidak mengenal Shanum istrinya.


"Kita ke sana saja." Kemal menarik tangan Shanum ke taman kantor dan duduk di sana.


"Ini aku bawa makan siang untuk kakak." Shanum memberikan kotak makan yang di bawahnya pada Kemal.


Kemal menyantap makanannya tanpa mengucapkan apa pun.


"Sebaiknya kamu tidak usah lagi ke kantor ku." ucap Kemal dengan nada dingin.


Shanum terdiam dan raut wajah gadis itu seketika berubah sedih.


"Kenapa? karena ada kak Tania?" Shanum mengerti kalau Tania sepertinya masih menyukai Kemal.


"Bukan, bukan karena itu." bantah Kemal.


Shanum beranjak dari kursinya "Aku pulang dulu kak." ucapnya pelan.


Kemal menaruh kotak makannya dan menahan lengan Shanum.


"Aku tidak suka kamu di goda pria lain, di sini banyak pria nakal yang sudah beristri." jelas Kemal.


"Tapi tidak harus melarang ku datang ke sini kan? aku juga tidak tegoda." sahut Shanum.


"Dengarkan kata kata ku tidak usah membantah, mengerti!! " sentak Kemal yang sontak saja membuat Shanum kaget dan sedih untuk pertama kalinya suaminya itu membentanya.


Kemal terdiam dan tersadar kalau dirinya kehilangan kontrol karena tidak suka melihat tomy yang menatap istrinya dengan mata nakalnya. Shanum menghapus air matanya yang sedikit terjatuh.


"Maafkan aku." sesal Kemal.


Shanum bergegas pergi meninggalkan Kemal ke luar halaman kantor.


"Ya ampun, kenapa jadi emosi sih gue!" gerutu Kemal yang tampak kesal pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Guys jangan lupa tinggalkan jejak like, komen, dan votenya.. terima kasih ❤️❤️


__ADS_2