
Pagi itu Rai mencoba menghubungi Kemal.
"Kenapa loe pagi pagi telepon?" terdengar suara Kemal dari balik telepon.
"Dateng ke cafe bisa kan? Nanda sama Arya mau obrolin soal masalah cafe," perintah Rai.
"Oh, ok deh sekalian gue mau ngomongin soal mahar sama loe."
Mahar lagi mahar lagi.. sebenarnya yang mau nikah dia apa anaknya sih? batin Rai yang mulai jengkel.
"Yaudah." Rai menutup teleponnya.
Tak lama Rai sampai di cafe terlihat Nanda dan Arya yang sudah menunggu di sana. Rai pun mengobrol tentang urusan bisnis bersama mereka sampai tak lama Kemal terlihat datang dan menghampiri mereka.
"Lama loe!" umpat Nanda.
Kemal hanya cengengesan dan duduk bersama mereka.
"Eh, gue bawa daftar mahar sama seserahan yang di tulis Reska nih," Kemal memulai percakapan yang lagi lagi soal mahar pada Rai.
"Mahar?" Nanda dan Arya terlihat bingung mendengar ucapan Kemal karena mereka berdua pun belum tau soal rencana pernikahan Rayyan dan Reska.
"Loe belum pada tau ya? si Reska mau nikah sama Rayyan," sahut Kemal.
"Serius loe??" ucap Arya dan Nanda bersamaan dengan bola mata yang hampir keluar karena terkejut.
__ADS_1
Rai mengangguk."Iya, anak dia kesemsem sama anak gue yang ganteng," sahut Rai bangga.
"Enak aja, anak loe yang mepet anak gue ke Australia juga di kejar." Kemal membela sang putri.
Nanda dan Arya pun tertawa mendengar perdebatan mereka." Udahlah udah cocok loe jadi besan." cletuk Nanda sambil tertawa renyah.
"Nih, gue bawa daftar mahar sama seserahan yang di tulis sama Reska nanti loe kasih tau sama si Rayyan tapi enggak ada gunanya jg sih kan yang megang duit loe ya." ucap Kemal panjang lebar seraya mengeluarkan catatan cukup panjang dari sakunya dan memberikannya pada Rai.
"Ini daftar seserahan apa daftar belanja? panjang bener?" Rai terbelalak kaget melihat daftar barang barang yang harus di beli di sana.
"Loe punya perusahaan masa gini aja enggak sanggup," sindir Kemal.
Rai pun membaca satu persatu tulisan tersebut."Ini pake ada ikan hias berserta akuariumnya? apa coba maksudnya?" Rai memasang wajah bingung.
Rai menggelengkan kepalanya.
"Sebenernya yang mau nikah anaknya apa bapaknya sih?" cletuk Arya.
"Anak gue lah, mana mungkin Shanum ijinin gue nikah lagi, kalau di ijinin sih enggak apa-apa." Kemal nyengir kuda.
"Ini juga, rumput sintesis? buat apa coba?" Rai kembali memasang wajah bingung.
"Oh itu, perkarangan belakang gue mau gue renov pakai rumput sintetis gitu." Kemal memasang wajah tanpa dosa.
"Gila.. perkarangan pun di jadiin seserahan, sekalian aja loe minta si Rai renov rumah loe," Nanda tertawa renyah.
__ADS_1
"Iya apes bener gue punya besan kaya nih orang." gerutu Rai.
"Bukannya gitu, gue mau renov perkarangan belakang gue buat nanti arena permainan buat cucu gue gitu.. keren kan," sahut Kemal membela diri.
"Tuh anak belum juga nikah loe udah mikirin cucu." Arya menggelengkan kepalanya.
"Gue tuh perhatian sama mereka, Oia Rai nanti sekalian buat kolam renang mini gitu." pinta Kemal kembali.
"Enggak! loe tulis ulang nih semuanya gue yakin si Reska cuma nulis dikit sisanya loe.. bisa miskin mendadak anak gue." gerutu Rwi yang melemparkan kertas tersebut ke arah Kemal yang di respon kekehan geli dari Arya dan Nanda.
***
Beberapa hari kemudian hari pertunangan itu pun tiba yang di lakasnakan di cafe kebanggaan mereka. Sore itu Rainan dan keluarganya datang tampak keluarga Kemal yang sudah menunggu di sana.
Rayyan melangkah kan kakinya bersama orang tuanya dengan setelan jas yang membuatnya semakin terlihat gagah dan tampan. Rayyan tersenyum melihat Reska yang sudah menunggunya dengan dress cantik berwarna peach yang membuatnya terlihat sangat anggun dan cantik.
Acara pun di mulai yang memang hanya mengundang anggota keluarga saja dan teman teman Rai dan Kemal. Sampai acara sambutan itu pun di mulai dan berjalan lancar sampai tiba Kemal memberikan pertanyaan pada Rayyan.
"Rayyan, apa kamu benar benar siap menyayangi, menafkahi, menjaga dan melindungi putri om Areska Bramasta?" tanya Kemal yang menatap tajam Rayyan yang duduk di hadapannya.
Jantung Rayyan sedikit berdegup kencang dia cukup merasa gugup. Rayyan menghela nafas sejenak."Dengan segenap hati dan kerendahan hati, saya siap mencintai, menjaga meneruskan amanat dari orang tua untuk mengurus Reska sampai akhir hayat." jawab Rayyan penuh percaya diri.
Kemal pun tersenyum dengan jawaban Rayyan dan menganggil dua sejoli itu untuk berdiri di hadapannya. Lalu Rayyan menyematkan cincin cantik di jari Reska. Senyum mengembang dari bibir gadis cantik itu yang juga menyematkan cincin di jari Rayyan. Rasa bahagia mememenuhi perasan kedua pasangan tersebut malam itu dan acara berjalan lancar sampai akhir.
Jangan lupa votenya doong sayang.... ❤️❤️❤️❤️
__ADS_1