Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Kabar baik


__ADS_3

" Bagaimana perkerjaan nya sejauh ini?" tanya papa Rai pada bawahan nya pagi itu.


" Baik pak, perkerjaan nya cukup bagus dan tidak mengecewakan. " jawab pria tersebut.


" bagus lah, " papa Rai tersenyum puas mendengar laporan tentang perkerjaan putranya.


" Iya pak, tapi hari ini Rainan tidak masuk kerja pak," sambung pria itu.


" Tidak masuk kerja? kenapa? "


" Tidak tau pak, Rainan tidak memberi kabar,"


" Oh begitu, yasudah biar saya nanti hubungi dia,"


" Baik pak. " jawab bawahannya tersebut yang langsung meninggalkan ruangan atasanya.


***


" Kamu istirahat ya, " Rai merapihkan kotak obat setelah memberikan Dira obat pagi itu.


" Iya,"


" Aku juga mau bobo lagi deh yah, ngantuk. " Rai mulai menguap dan berbaring di samping Dira lalu memejamkan matanya perlahan.


Kring.. kring.. terdengar suara handphone Rai beberapa kali tapi Rai tidak mengiraukan nya.


" Rai, handphone kamu bunyi," panggil Dira yang merasa terganggu dengan suara handphone Rai.


" Astaga. baru juga mau otw mimpi, siapa sih? ganggu aja." gerutu Rai sambil mengambil handphone nya di meja


" Siapa Rai? " tanya Dira sambil mencoba bangkit dari tidurnya.


" Papa " ucap Rai yang langsung mengangkat telepon nya.

__ADS_1


" Halo Rai," terdengar suara papa dari balik telepon.


" Iya pah, "


" Kenapa kamu tidak masuk kerja hari ini? "


Rai terdiam, dia baru ingat kalau dia belum memberi kabar hari ini tentang alasannya tidak masuk kerja, dan pasti atasannya memberitahukan hal itu pada papa nya.


" Oh iya, Rai lupa hari ini Rai enggak masuk kerja soalnya Dira sakit, " jelas Rai


" Oh begitu , sakit apa Dira? sudah ke dokter? " tanya nya panik.


" Dira enggak mau ke dokter, tapi tadi Rai sudah kasih obat demam, "


" Oh, begitu, yaudah mungkin nanti malam papa ke sana." ucap papa Rai yang langsung menutup telepon nya.


Seulas senyum merekah dari bibir papa Rai setelah dia menelepon putranya tersebut.


seperti nya kamu sudah banyak berubah, tidak sia sia papa menikah kan mu. batinya sambil terus tersenyum pagi itu


***


" Papa? mama? " Rai cukup terkejut melihat wajah orang tua nya malam itu.


" Sayang, kok kaget gitu? " tanya mama Rai yang melihat wajah putranya cukup terkejut dengan kedatangan nya malam itu.


" Kok tiba-tiba ke sini? "


" Bukan nya papa sudah bilang tadi di telepon kalau papa akan ke rumah malam ini," sahut papa Rai


" Iya sayang, mama mau jenguk menantu mama," sambung mama Rai.


" Oh gitu, yaudah ayo masuk Dira ada di kamar, " Rai mempersilahkan orang tuanya masuk dan mengantarkan nya ke kamar.

__ADS_1


" Dir, ada orang tua aku." panggil Rai yang melihat Dira yang masih berbaring di kasur.


" Papa, mama? kok mendadak banget ke sini? ucap Dira yang langsung beranjak bangun dari tidurnya dan melihat mertua nya sudah di kamar.


" Iya sayang, kata Rai kamu sakit, jadi papa sama mama khawatir, " ucap mama Rai yang langsung duduk di samping Dira.


" Enggak apa apa kok mah, cuma demam biasa, " sahut Dira sambil tersenyum.


" Rai, papa mau bicara dengan mu, " bisik papa Rai yang langsung meninggalkan kamar Dira dan membiarkan istri dan menantu nya itu mengobrol.


Rai mengerutkan kening nya dan mencoba menerka nerka apa yang ingin papa nya bicarakan dengan wajah nya yang terlihat serius, dan mengikuti langkah papa nya ke ruang keluarga.


ingin bicara apa papa? perasaan aku enggak buat ulah deh? batin rai


" Bagaimana perkerjaan mu? ada kesulitan? " ucap papa Rai begitu putranya sudah duduk di hadapan nya


" Tidak, tidak ada kesulitan, lancar saja," sahut Rai dengan nada santai.


" Baguslah, jadi kamu benar-benar tidak merasa ada kesulitan berkerja di sana? atau ada kendala? "


" Tidak pah, walaupun papa menganggap aku anak nakal otak aku ini lumayan encer, jadi aku sama sekali tidak merasa kesulitan berkerja di sana, " jawab Rai dengan sombong nya.


" Baguslah, kalau begitu mulai besok kamu akan naik jabatan, papa harap kamu bisa berkerja lebih baik lagi, karena akan banyak proyek yang akan papa serahkan pada mu."


Rai mengerdipkan mata nya beberapa kali ada perasaan kaget sekaligus tidak percaya dengan apa yang di ucapkan papa nya.


" Serius nih? " Rai mencoba meyakinkan diri nya sendiri.


" Apa wajah papa tidak terlihat serius? "


wajah papa gitu gitu aja, kaya tv led, datar banget gimana bisa bedain nya. batin rai


" Ok, aku pasti akan berkerja lebih baik lagi." jawab Rai sambil tersenyum puas.

__ADS_1


Gue enggak menyangka secepat ini papa percaya sama gue, akhirnya gue bisa naik jabatan, enggak lama lagi gue pasti bisa ambil alih perusahaan, rai.. rai.. loe emang jenius, nikah sama dira banyak banget manfaatnya ternyata. gumam rai sambil terus tersenyum.


__ADS_2