Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Dendam


__ADS_3

Malam itu dimas terus memandangi wajah nya di cermin, sambil memegangi beberapa bagian wajah nya yang masih lebam akibat pukulan Rai.


Bocah brengsek itu harus membayar nya. gumamnya.


***


Pagi itu Rai perlahan membuka matanya, mengerakan tangan nya dan merasakan tubuh dira yang tak bisa di sentuhnya. Rai mencoba lebih besar membuka matanya dan melihat dira yang sudah tidak ada di kasurnya.


Rai bergegas bangkit dari kursinya dan mencari dira di seluruh ruangan sampai rai melirik jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 07.00 pagi.


Astaga.. pasti dia sudah pergi ke kantor, kenapa aku bisa tidur nyenyak, harusnya aku mencegah nya pergi. gerutu rai.


Rai bergegas keluar dari apartemen dira untuk siap siap ke kantor juga. Sampai siang hari dira masih fokus dengan perkerjaan nya.


Aku harus memberikan brrkas berkas ini pada dimas. gumamnya.


Dira bangkit dari kursi kerjanya dan bergegas menuju meja kerja dimas, tapi langkah nya terhenti saat melihat dimas sedang menelepon seseorang.


"Rainan namanya, tunggu saja di depan kantor nya, nanti aku akan ke sana sepulang dari kantor " ucap dimas di pada seseorang yang sedang berteleponan dengan nya.


Dira mengerutkan kening nya" Rainan? kenapa dia menyebutkan nama Rainan? apa mereka janjian bertemu? " gumam dira.


Sepulang berkerja dira bergegas mengikuti dimas, dia tidak dapat menahan rasa penasaran nya mendengar percakapan dimas di telepon yang menyebut nama rainan beberapa kali. Sampai dira menunggu di dalam taxy tak lama dimas keluar dari kantor dan mengikuti mobilnya. Sampai mobil dimas berhenti tak jauh dari kantor rai.


Kenapa dia berhenti di kantor rai? apa mereka janjian bertemu? gumam dira sambil terus memperhatikan dimas dari dalam taxy.


Dimas keluar dari mobil nya dan menemui dua orang pria yang seperti nya sudah menantinya, dimas masuk ke dalam mobil pria itu. Tak lama rai keluar dari kantornya dan menuju mobilnya di perkiran, dimas keluar dari mobil pria tersebut menuju mobilnya. Dira terus memicingkan matanya memperhatikan gerak gerik mereka yang sama sekali tidak di mengertinya.


Sampai mobil rai keluar dari kantor dan mobil pria asing itu mengikuti mobil Rai. Dira pun bergegas mengikuti mobil pria asing tersebut sampai dira terjebak di lampu merah dan taxy nya kehilangan jejak.

__ADS_1


Rai terus melajukan mobil nya, sampai terdengar suara handphone nya dan rai bergegas mengangkat nya " kenapa loe?" ucap rai


"Di mana loe? gue mau otw ke rumah loe nih " terdengar suara nanda dari balik telepon.


" Oh, gue udah di jalan pulang, yaudah gue tunggu " sahut rai yang langsung menutup telepon nya.


Sampai rai melintasi jalanan yang cukup sepi dan tiba-tiba ada mobil yang berhenti di depan mobilnya dan menghalangi jalannya.


" Mobil siapa lagi nih? katarak kali matanya, parkir di depan mobil gue " umpat rai yang langsung keluar dari dalam mobil.


" Woy!! keluar loe, ngapain loe berhenti di depan mobil gue? " ucap nya sambil mengetuk kaca mobil tersebut.


Sampai dua orang pria keluar dari mobil tersebut dan tersenyum licik.


" Di tanya malah senyam senyum, udah singkirin mobil loe gue mau jalan " ucap rai


BUUKKHH!! pukulan keras tiba-tiba mendarat di wajah rai yang membuat rai tersungkur di tanah.


Di tempat lain dira terus mencari keberadaan mobil pria asing tersebut. sampai dira berfikir untuk menuju arah rumah nya karena dira yakin pria tersebut sedang mengikuti rai.


Tak lama dira melintasi jalanan sepi dan melihat rai yang sedang baku hantam dengan pria tersebut.


" Rainan!! pak berhenti pak!! " seru dira yang langsung memberikan taxy nya dan keluar dari taxy tersebut.


" RAINAN! " pekik dira yang membuat mereka semua menoleh ke arah nya. Sampai rai lengah salah satu pria tersebut memukul tubuh belakang rai dengan balok besar yang ada di dekat nya, Rai jatuh tersungkur dan pria pria itu bergegas masuk ke mobil nya dan meninggalkan tempat itu.


"RAINAN!! " pekik dira yang langsung berlari ke arah rai di susul supir taxy yang belum pergi dari tempat nya ikut menghampiri rai.


" Rai, bangun rai " seru dira yang menepuk pipi rai yang sudah tak sadarkan diri dan banyak luka lebam di wajahnya.

__ADS_1


" Mbak kita bawa ke rumah sakit aja ya " ucap supir taxy tersebut.


" iya pak, ayo kita bawa ke rumah sakit "


Dira dan supir taxy tersebut bergegas membawa rai ke rumah sakit. Sampai rai tiba di ruang IGD dan di tangani petugas medis di sana.


Tak lama dokter pun keluar dari ruang IGD tersebut.


" Dok, gimana keadaan suami saya? " tanya dira panik.


" Keadaan nya tidak apa apa, hanya punggung nya seperti nya mengalami cedera, apa dia mengalami pukulan atau benturan? " tanya dokter tersebut


" iya dok, dia mengalami pukulan " jawab dira lirih.


" Oh begitu, dia butuh penyembuhan untuk beberapa hari ke depan, untuk saat ini kondisi nya masih belum sadar , saya akan memindahkan nya ke ruang rawat inap " ucap dokter tersebut.


Tak lama rai di pindahkan ke ruang rawat inap, dira menghampiri rai yang masi terbaring tak sadar diri. Sampai handphone rai berbunyi beberapa kali dan dira mengangkat nya.


" Halo rai, gue udah di rumah loe nih, kok enggak ada orang? " terdengar suara nanda dari balik telepon.


" ini aku dira, rai sedang ada di rumah sakit "


" Hah? rumah sakit ngapain dia di situ? "


" Rai tadi di pukulin orang " sahut dira dengan suara yang semakin lemas.


" Hah di pukulin? kok bisa? yaudah kasih tau alamat rumah sakit nya, gue ke situ ya " ucap nanda yang langsung menutup telepon nya.


Ya ampun.. si rai bikin ulah apa lagi sih, masa iya dia nyuri terus di pukulin warga gitu? gumam nanda yang langsung masuk ke mobil nya menuju rumah sakit.

__ADS_1


Minta vote nya boleh yak.. ❤️❤️


__ADS_2