Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Malam yang di nanti


__ADS_3

Selesai acara resepsi Arya dan Chika menginap di hotel tersebut. Mereka memasuki kamar hotel yang di hias secantik mungkin untuk pasangan pengantin baru tersebut.


"Kamu suka enggak?" tanya Arya seraya menutup pintu hotel.


Tampak Chika yang memandang kasur yang beratabur kelopak bunga cantik.


"Aku suka." jawaban sambil tersenyum.


Mereka pun duduk di ranjang, tiba-tiba saja Chika mengambil handphonenya di tas dan menghubungi seseorang.


"Telepon siapa?" tanyanya selesai Chika menutup teleponnya.


"Pihak hotel," jawabannya singkat.


Arya mengerutkan keningnya" Pihak hotel?" tanyanya bingung.


"Iya, sebentar lagi caroline akan kesini." sahut Chika dengan ceria.


"Caroline? apa dia mengundang temannya malam ini ke kamar? ini kan seharusnya malam pertama gue?" batin Arya.


Tak lama terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar. Chika bergegas membukanya. Terdengar samar Chika yang sedang mengobrol dengan pihak hotel dan kemudian kembali menutup pintu, lalu membalikkan tubuhnya untuk menghampiri Arya.


Arya memicingkan matanya tampak Chika yang sedang menggendong kucing persia cantik di tangannya.


"Cik, itu kucing siapa?" tanya Arya dengan ekspresi bingung.


"Kamu lupa, ini kan kucing yang sering ada di rumah ku, namanya Caroline, dia tidur di sini ya malam ini, aku enggak tinggalin Caroline sendiri, dia biasa tidur sama aku." pinta Chika manja.


Arya kaget bukan kepalang mendengar nama kucing yang begitu karen seperti nama turis asing, walaupun Arya sering ke rumah Chika tapi dia tidak terlalu memperhatikan kucing tersebut. Yang lebih membuat jantungnya seperti berhenti mendadak tentang permintaan Chika yang ingin tidur dengan kucingnya di malam pertamanya.


"Apa? tidur bersama kucing ini?" ucapnya tidak percaya.


Chika mengangguk "Caroline namanya sayang," sahutnya sambil tersenyum.


"Memang dia harus di temani tidurnya?"


"Iya sayang, kalau enggak tidur sama aku di main terus malam malam, kaya insomnia gitu." jelas Chika.

__ADS_1


"Baru denger gue kucing bisa insomnia." batin Arya gemas.


"Sayang, aku mandi dulu ya," Chika tersenyum dan bergegas ke kamar mandi, meninggalkan Arya yang tampak jengkel bersama kucingnya yang tampak nyaman di kasur. Arya tidak habis fikir, kalau Chika menyanggi kucingnya sampai seperti itu.


Tak lama Chika keluar dari kamar mandi. Arya seperti terhipnotis melihat Chika yang tampak cantik malam itu. Chika tersenyum dan menghampiri Arya.


"Kamu enggak mandi?" tanya Chika yang sudah duduk di samping suaminya.


"Mandi kok," jawabnya dengan penuh semangat berharap setelah ini dia bisa bermersaan dengan istrinya.


Arya bergegas mandi. Tak lama dia keluar dari kamar mandi, tampak Chika yang sedang memanjakan kucingnya di pangkuannya, entah kenapa Arya sedikit merasa cemburu dengan kucing itu.


"Sayang, aku laper," Chika mengelus perutnya.


Arya menghampiri Chika dan duduk di sampingnya "Mau makan di luar?" tanyanya.


Chika menggeleng "Pesan di sini saja ya."


"Oh,yaudah." Arya bergegas menelepon restoran di dalam hotel tersebut untuk mengantarkan makanan ke dalam kamarnya.


"Ya ampun, aku lupa kasih makan, caroline, kamu pasti laper ya, benar ya." Chika bergegas mengambil makanan kucing di tasnya dan memberikannya pada kucing kesayangannya itu.


Arya semakin kaget di buatnya, sedalam itu kah perasaan Chika pada kucingnya sampai di hari pernikahannya pun dia tidak lupa membawa makanan kucing. Arya hanya mengehela nafas pasrah saat harus berbagi maka malam romantisnya dengan seekor kucing.


Selesai makan mereka pun merebahkan tubuhnya di ranjang, pandangan keduanya saling bertemu, Arya meyibakan rambut Chika yang sedikit menutupi wajahnya.


"Kamu cantik." pujinya.


Chika tersenyum dengan wajah yang tampak merona. Sampai tiba-tiba Caroline naik di kasur dan menghampiri Chika.


"Caroline, kamu kangen ya." Chika mengusap lembut kucing yang berada di atas perutnya.


Arya kembali menghela nafas, kali ini bukan menghela nafas pasrah tapi sudah ke arah jengkel. Cukup lama Arya melihat Chika yang tampak asik sendiri dengan kucingnya. Arya beranjak dari kasurnya.


"Kamu mau ke mana?" tanya Chika yang melihat Arya seperti hendak keluar kamar.


"Mau cari angin di luar." jawabnya datar.

__ADS_1


Chika pun beranjak dari kasurnya dan menahan lengan Arya.


"Kok keluar, kan ada aku?" tanya Chika dengan wajah polos.


"Kamu kan ada Caroline yang temanin."


"Kamu enggak suka dengan kucing aku?" Chika memasang wajah kecewa.


Arya mengusap lembut pipi Chika.


"Bukannya aku enggak suka, cuma seharusnya kamu tau ini malam pernikahan kita, aku ingin menikmatinya dengan mu." ucap lembut Arya.


Chika tertenggun dan merasa bersalah, lagi lagi dia tidak peka pada Arya yang seharusnya malam ini bisa bermesra mesraan dengannya.


"Maafkan aku ya." Sesal Chika yang langsung mengambil handphonenya dan kembali menghubungi pihak hotel.


"Caroline, kamu di tempat lain dulu ya." Chika berbicara pada kucingnya itu.


"Kamu mau titipin caroline?" tanya Arya tidak percaya.


Chika mengangguk " Iya, sekarang mengurus suami ku lebih penting dari pada mengurus caroline." sahutnya sambil tersenyum.


Tak lama datang pihak hotel, dan Chika pun menitipkan kucing kesayangannya itu. Mereka pun kembali berbaring tenang di ranjang dengan tatapan yang kembali bertemu.


"Makasih ya, sudah mengerti aku." ucap Arya seraya menatap lembut wajah cantik Chika.


"Enggak usah bilang terima kasih, aku yang seharusnya minta maaf, lagi lagi aku enggak peka sama kamu," sesal Chika.


Arya tersenyum "Sekarang, peka apa yang aku inginkan ?" goda Arya.


Seketika wajah Chika langsung merona " Aku mil milik mu seutuhnya." ucapnya malu malu.


Arya tersenyum dan memegang lembut wajah Chika lalu menciumnya, dan melakukan malam pertama mereka dengan penuh gairah sampai keduanya mencapai kepuasan masing masing.


Maaf yak enggak pake adegan ranjang, takut hambar. enggak bakat, kaya perawan aja ya enggak bisa nulis adegan ranjang.. padahal udah ibu ibu anak satuπŸ˜…πŸ˜…πŸ˜…


Ok lah.. semoga enggak kecewa dan tetap setia membaca.. jangan lupa vote yak cinta β€οΈβ€οΈπŸ€—πŸ€—πŸ€—

__ADS_1


__ADS_2