Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Hari yang di nanti


__ADS_3

Besok adalah hari di mana Shanum dan Kemal akan menikah. Ibu, adik dan saudara Shanum pun sudah datang ke rumah Kemal dari tiga hari yang lalu, orang tua Kemal sangat menerima kedatangan mereka dan Shanum sangat bersyukur karena orang tua Kemal tidak seperti yang di fikirannya.


Keesokan harinya acara pernikahan pun di gelar di sebuah hotel tampak teman teman Kemal datang dan acara pun berjalan sangat lancar sampai akhir acara. Malam harinya Kemal dan keluarganya menginap di hotel tersebut termasuk orang tua dan adik Shanum sedangkan saudaranya memilih untuk segera pulang.


Kemal dan Shanum mulai memasuki kamar hotel tersebut, tampak tempat tidur yang di hias cantik untuk pasangan pengantin baru tersebut.


"Kamu suka?" Kemal memperhatikan Shanum yang tampak terkesan dengan kamar pengantinnya.


"Iya suka, makasih ya." Shanum tersenyum.


Kemal melepaskan jas pengantin yang di kenakakannya.


"Kamu mau mandi?" tanya Kemal pada Shanum yang hanya terdiam duduk di ranjang dan masih mengenakan baju pengantin.


"Oh iya, aku mau mandi." jawab Shanum gugup yang langsung bergegas ke kamar mandi.


Tak lama Shanum selesai mandi dan mengekan piyama lengan pendek warna pink. Kemal yang sedang bersandar di ranjang memperhatikan gadis itu yang tampak cantik natural dengan rambutnya yang sedikit basah.


"Kenapa diam saja? sini." tanya Kemal yang melihat Shanum hanya berdiri di depan pintu kamar mandi. Kemal menepuk kasur agar Shanum mendekat ke arahnya.


Shanum segera duduk di samping Kemal.


"Kenapa tidak pakai baju tidur yang aku berikan? " tanya Kemal yang sudah membelikan lingerie untuk Shanum.


"Nanti saja ya, dingin kak, bajunya terlalu terbuka." Shanum mencoba mencari alasan yang sebenarnya malu harus memakai baju yang mirip jala ikan menurutnya.

__ADS_1


Kemal tersenyum jahil dalam hati, yang sengaja membelikan baju itu untuk seserahan nikah karena ingin tau respon Shanum dan benar saja Shanum pasti menolak untuk memakainya.


"Ya sudah, aku mandi dulu ya." Kemal beranjak dari kasur dan bergegas ke kamar mandi.


Tak lama Kemal selesai mandi dan mengeringkan rambut basahnya dengan handuk. Shanum yang bersandar di ranjang tanpa sadar memperhatikan Kemal yang tampak tampak tampan.


"Sudah puas memandang ku?" goda Kemal yang tau Shanum sedang memperhatikannya.


Shanum segera mengalihkan pandangannya dengan wajah yang tampak malu.


"Aku enggak lihat kakak kok." bantah Shanum.


Kemal segera duduk di sampingnya dan memegang wajah Shanum yang tampak membuang pandangannya karena malu.


"Aku ini sekarang suami mu, kenapa harus malu?" Kemal tampak gemas dengan ekspresi wajah gadis itu.


"Benar-benar mencintai ku kan?" tanya Kemal seraya memegang lembut tangan Shanum.


Shanum hanya mengangguk pelan.


"Boleh aku menyentuh mu?" tanya Kemal kembali yang sudah tidak dapat menahan hasratnya.


Shanum kembali mengangguk dan di respon seulas senyum dari Kemal yang langsung memegang pipi gadis itu dan menciumnya dan melumatnya lembut membuat Shanum yang awalnya canggung perlahan menikmatinya.


Kemal mendorong pelan tubuh Shanum ke kasur seraya terus menciumnya lalu perlahan membuka kancing piyamanya. Kemal tertenggun melihat tubuh gadis itu yang sangat putih dan mulus.

__ADS_1


Shanum segera menarik selimut di kasur dan menutupi tubuhnya.


"Kenapa di tutup?" Kemal mengerutkan keningnya heran.


"Aku malu." ucapnya pelan.


"Tubuh mu sangat indah, tidak perlu malu, aku menyukainya." puji Kemal sambil tersenyum.


Lalu kembali mencium Shanum dan menyingkap selimut yang menutupinya. Kemal mengusap lembut perut rata gadis itu yang membuat tubuh Shanum seperti merasakan getaran aneh. Sentuhan Kemal perlahan turun ke bawah dan hendak nenyentuh area sensitifnya.


"Jangan kak." seru Shanum yang langsung melepaskan ciumannya.


"Kenapa? tidak usah malu." sahut Kemal yang sudah tidak dapat menahan hasratnya.


Shanum mendorong tubuh Kemal yang berada di atas tubuhnya.


"Aku sedang datang bulan kak." ucapnya pelan.


"Apa?!! " Kemal tersentak kaget mendengar ucapan gadis itu yang merasa seperti tersambar petir di siang bolong.


"Iya, maaf kak." wajah gadis itu memelas.


"Kenapa baru bilang sayaaaaang." ucap Kemal yang merasa gemas kenapa Shanum membiarkan dia menyentuhnya jika harus berakhir seperti ini.


"Aku takut bilangnya tadi, takut kakak kecewa." ucapnya dengan wajah yang semakin memelas membuat Kemal tidak tega untuk marah padanya.

__ADS_1


"Yasudah, lain kali bilang saja ya, aku lebih kecewa kalau harus berhenti di tengah jalan seperti ini." keluh Kemal yang berusaha tetap tersenyum dan mengusap lembut kepala Shanum.


Besok di lanjut lagi ya guys.. tapi tinggalkan vote, like dan komen yak ❤️❤️❤️


__ADS_2