Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
END


__ADS_3

Pagi hari Dira mencoba menghampiri Rai di kamar tamu yang masih tertidur.


" Sayang, bagun, sudah siang," Dira menepuk pelan tubuh Rai.


Rai perlahan membuka matanya dan melihat Dira yang sudah duduk di dekatnya. Rai bergegas bangun dan beranjak dari tempat tidur.


" Kamu masih marah? " tanya Dira seraya menahan lengan Rai yang hendak meninggalkan nya.


" Aku mau mandi." jawabannya ketus.


" itu kan cuma masalah kecil tidak usah di besar besarkan, kamu juga semalam enggak makan nanti kamu sakit," sambung Dira.


"Masalah kecil yang terus kamu ulangi,"


Dira mengerutkan kening nya " Maksudnya?"


" Aku diam apa aku tidak berfikir? sudah berapa kali kamu menemuinya tanpa sepengetahuan ku kan? apa aku pernah bertemu wanita lain tanpa sepengetahuan mu? " ucap Rai yang langsung melepaskan tangan Dira dan bergegas untuk mandi.


Rai segera memakai kemeja kerja nya sambil terus merapihkan penampilan nya di depan cermin, Dira kembali menghampiri nya.


" Sarapan dulu yuk," ajak Dira.


" Aku buru buru," Rai segera mengambil tas kerja nya.


" Tapi kamu semalam belum makan, nanti sakit," bujuk Dira.


Rai hanya terdiam dan bergegas keluar kamar tanpa mengucapkan apa pun.


kenapa sih, jadi makin berlebih. gumam Dira dengan perasaan sedih.


Sampai tak lama suara handphone nya berbunyi Dira bergegas mengangkat nya.


" Halo sayang," terdengar suara mama nya dari balik telepon.


" iya mah, kenapa? "


" Sayang, kamu enggak kangen mama? mama pengen banget ketemu cucu mama.. kamu pulang ya," pinta mama Dira.


" Gimana ya mah." sahut Dira bingung.


" Kamu kan sudah lama di rumah Rai sekarang di rumah mama dong,"


" Emm yaudah Dira bilang Rai dulu ya,"


" Iya sayang, mana tunggu ya." ucap mama Dira yang langsung menutup telepon nya.


Dira pun segera mencoba menelepon Rai dan tak kunjung di angkat.


kok enggak di angkat ya? apa masih sibuk?


aku sms aja kali ya. gumam nya.


Dira pun segera menulis pesan untuk Rai.


Sayang, mama mau aku mau aku tinggal di sana pengen ketemu rayyan katanya, boleh enggak? tulis Dira.


Tak lama Rai membalas pesanya.


Terserah. balas Rai.


Dira terdiam sejenak, ada perasaan sedih dsn dan bingung harus bagaimana menghadapi Rai saat ini. Dira segera beranjak dari tempat tidur menemui mana Rai di ruang keluarga.


" Mah," ucap nya seraya duduk di samping mertua nya.


" Iya sayang,"


" Mama Dira mau Dira ke tempatnya sekarang, boleh engga? "

__ADS_1


Mama Rai tersenyum" Boleh dong sayang, itu kan orang tua kamu, nanti di anter sama Rai ya,"


" Enggak usah mah, tadi Dira udah bilang sama Rai dan dia mengijinkan,"


" Oh yaudah kalau gitu."


Dira tersenyum dan bergegas kembali ke kamar nya untuk mengemasi pakaiannya tak lama Dira segera menuju rumah orang tuanya.


" Assalamualaikum," ucap Dira sambil mengetuk pintu.


" Walaikumsalam, aduh cucu oma yang ganteng sudah datang, ayo masuk," seru mama Dira yang langsung menuntun cucu dan putri nya ke dalam.


Sore itu Dira beberapa kali mencoba menghubungi Rai tapi tak juga ada respon sampai malam hari Rai tak juga menyusul nya ke rumah orang tuanya.


Kamu kenapa sih? apa kamu udah enggak cinta lagi sama aku? gumam Dira yang langsung membenamkan wajah nya di bantal dengan air matanya yang menetes.


***


Di tempat lain Dimas mencoba menghubungi seseorang malam itu.


" Aku baru saja sampai Australia, bagaimana sudah kamu urus semuanya? " tanya nya pada seseorang di balik telepon.


" Sudah pak, mereka akan menemui pak wijaya, semua investor bapak inginkan," sahut nya.


" Bagus lah, pastikan mereka dapat berkerja sama dengan baik sampai perusahaan wijaya kembali bangkit, jangan lupa berikan hadiah manis untuk para investor itu," titah Dimas.


" Baik pak," sahut bawahannya yang langsung menutup telepon nya.


***


Tengah malam Dira merasa tubuhnya berkeringat, Dira mencoba membuka matanya dan sekelilingnya sangat gelap.


" Kenapa ini? apa mati lampu? " ucap nya panik sampai Dira melihat setitik cahaya lilin yang menghampiri nya dari balik pintu.


" Hapyy birthday too you.. Happy birthday too you, my wife.. " terdengar nyanyiian kecil di iringi senyum Rai yang menghampiri sambil membawa kue ulang tahun padanya.


" Cepat tiup lilin, jangan lupa berdoa," ucap Rai.


Dira tersenyum dan memejamkan matanya sejenak lalu berdoa dan meniup lilin kecil di hadapan nya.


" Kenapa mata mu bengkak begitu? jelek sekali," goda Rai.


" ini semua karena mu!! " dengus Dira kesal.


Rai tersenyum, meletakkan kue yang di pegang nya lalu memeluk Dira.


" Apa akting ku bagus? " goda Rai.


" Sangat bagus, sampai membuat ku menangis," sahut Dira sambil memukul gemas punggung Rai yang sedang di peluknya.


"Aku sudah tidak marah kok, mana bisa aku marah lama pada mu, aku sangat mencintaimu,"


Dira tersenyum " Aku juga sangat mencintai mu."


"Mama, papa.. kok Rayyan enggak di kasih kue??" terdengar suara mama Dira yang menghampiri mereka di kamar sambil menggendong bayinya.


" Anak mama.. sini sayang, " Dira menggendong bayinya dan mencium nya gemas.


" Anak papa mau kue juga, nanti ya, " goda Rai yang juga mencium gemas bayinya.


" Kok Rayyan aja yang di tawarin, oma di lupain nih? " protes mama Dira


" Nanti Rai pesenin ya," sahut Rai yang respon tawa dari Dira dan mama nya, sampai mereka memakan kue bersama malam itu.


***


Pagi hari Rai sedang menemani bayinya di kasur dan kebetulan hari ini hari libur.

__ADS_1


" Kamu suka kalungnya? " tanya Rai saat Dira membuka hadiah kalung darinya.


" Suka, tapi ini kan mahal? "


" aku sudah lama menyiapkan nya,"


" Makasih ya," sahut nya yang langsung mencium pipi Rai.


" Aduh mancing.. jadi pengen kan," goda Rai


" Enggak boleh berhubungan badan dulu sayang," Dira kembali memperingati.


"Manual aja yank," Pinta Rai


" Manual gimana sih? aku enggak ngerti." tanya Dira dengan ekspresi bingung.


Rai tersenyum dan melirik bayinya yang sudah tertidur.


" Di kamar mandi saja ya,"


" Maksudnya? "


Rai hendak menuntut Dira ke kamar mandi tapi tiba-tiba terdengar ketukan pintu dari kamar nya.


" Sayang, ada teman teman Rai tuh datang, " ucap mama Dira dari balik pintu.


" iya mah tunggu bentar, " sahut Dira.


" Sayang ada teman teman kamu tuh, yuk kita ke bawah," ajak Dira.


Astaga.. ngapain sih tuh orang pada dateng, ganggu aja. gumam Rai.


Tak lama Dira dan Rai pun turun sambil menggendong bayinya dan menemui teman teman Rai yang sudah menunggu di ruang tamu.


" Hay Dir," Sapa wanita cantik yang juga menunggu di sana.


" Tania? "


" Enggak apa apa kan aku ikut, aku ikut sama kemal tadi, pengen lihat bayi kamu," ucap tania sambil tersenyum manis.


" Enggak apa apa kok, senang malah," balas Dira yang duduk bersama mereka.


" Sini aku gendong," pinta tania.


Dira pun menyerahkan bayinya pada tania.


" Ya ampun mirip banget Rai sih," seru tania begitu melihat bayi mungil di hadapan nya.


" Ganteng ya," sahut Rai.


" Kalau kita nikah pasti anak kita ganteng juga kok kaya aku," cletuk kemal.


" Modus.. lagu lama," sahut Nanda.


" Rayuan loe udah enggak mujarap, makanya sekarang loe masih jomblo," timpal arya.


" Enggak punya kaca emang loe? mana pacar loe? " ucap kemal sambil tertawa.


" Loe semua emang jomblo akut.. yang paling ganteng pasti yang cepat laku, kaya gue gini," cletuk Rai yang juga tertawa. Mereka pun saling mentertawakan kejombloan mereka masing-masing dan mengobrol santai siang itu.


Beberapa bulan kemudian perusahaan Rai pun mulai bangkit, banyak investor yang menawarkan kerja sama kembali walaupun dengan bantuan Dimas di belakang nya dan Rai tidak pernah tau tentang keterlibatan Dimas dalamnya. Keluarga Rai kembali hidup normal dan bahagia walaupun masih selalu ada masalah kecil dalam keluarga kecil Rai.


______________ END_____________


Guys.. sekian dulu cerita Rai dan Dira, terima kasih ya untuk semua yang mendukung novek ini, walaupun mungkin masih banyak kekurangan di dalamnya. 😃😃


Sekian dan terima kasih.. love you all. ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2