Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Ingin cantik


__ADS_3

Malam itu rai dan dira sedang bersantai di kamar rai berbaring di pangkuan dira dan sibuk dengan game di handphone nya , sejenak rai melirik dira yang juga tampak sibuk dengan handphone nya tidak seperti dira yang biasanya tidak terlalu sering menatap layar handphone nya.


"Lagi lihat apa sih? serius banget? " terdengar nada curiga dari bibir rai dan sejenak menghentikan permain game di handphone nya


" oh, ini, aku lagi lihat tutorial make up " sahut dira sambil tetap fokus menatap layar handphone nya


Rai beranjak dari pangkuan dira.


" tutorial make up? untuk apa? "


Dira menoleh ke arah rai yang tampak bingung


" untuk jadi cantik " sahut dira sambil tersenyum


" jadi cantik? " rai mengerutkan kening nya seolah tidak mengerti dengan ucapan dira


" iya, cantik " dira kembali mengulang kata katanya


" sayang " terdengar suara manja dira seraya menyandarkan kepala nya di bahu rai


" iya sayang "


" boleh enggak aku minta uang lebih " pinta dira


" untuk apa? " rai kembali mengerutkan kening nya karena selama ini dira tidak pernah meminta yang macam macam dan selalu menerima uang yang di berikan rai tanpa protes sedikit pun.


" aku mau beli skincare, baju sama peralatan make up " jelas dira


" untuk apa beli seperti itu? tumben? " rai semakin bingung dengan kelakuan dira yang tidak seperti biasanya


" untuk jadi cantik " dira kembali mengulang kata katanya


cantik lagi, cantik lagi, kenapa sih dia? . batin rai yang sudah bosan mendengar kata cantik keluar dari bibir dira.


" boleh kan? " dira kembali bertanya saat melihat rai hanya terdiam


" oh, yaudah besok aku temenin ya belanja nya "

__ADS_1


" enggak usah, kalau di temenin kamu kelamaan, aku mau pergi sendiri aja besok siang " tolak dira


" kenapa sih, buru buru banget? " rai semakin memasang wajah heran


" iya, aku mau cepat cepat jadi cantik " dira tersenyum dengan wajah polos nya


" tapi aku khawatir kamu pergi sendiri, aku temenin aja ya " bujuk rai


" enggak apa-apa kok, aku bisa jaga diri "


Rai menghela nafas dan mengambil dompet nya di meja yang berada di samping ranjang mereka.


" yaudah, nih pakai ini aja ya, uang cas aku sisa sedikit " rai mengambil kartu kredit di dompet nya, dira tersenyum dan mengerakan tangan nya untuk mengambil kartu kredit yang masih di pegang rai.


" eeeiiitzz.. tidak gratis dira " rai menjauhkan kartu kredit tersebut dari tangan dira


" kok gitu? enggak gratis gimana maksudnya? "


" harus bayar lah " rai tersenyum jahil


Rai tertawa kecil melihat wajah dira yang tampak kesal.


" bayar dengan tubuh mu " ucap rai yang langsung menjatuhkan tubuh dira ke kasur dan melampiaskan hasrat nya malam itu.


***


Sisng itu dira bersiap siap untuk pergi ke mall dan bergegas menaiki taxy yang melintas di depan rumah nya.


Dira dengan semangat melangkah kan kaki nya yang terus menyusuri mall tersebut dan membeli semua barang barang yang dia inginkan, setelah cukup lama dan mendapatkan barang barang yang di inginkan nya dira bergegas kembali ke rumahnya.


" akhirnya aku sudah dapat semuanya " dira tersenyum puas dan menaruh beberapa paper bag di atas ranjang nya.Dira kembali membuka barang barang belanjaan yang sudah di beli nya.


" cantik banget sih " ucap nya pada beberapa dress yang sudah di beli nya. Dira bergegas memakai kembali dress dress tersebut


" bagus, bagus " ucap nya sambil terus tersenyum memutar tubuhnya di depan cermin yang memperlihatkan tubuhnya yang mengenakan dress cantik tersebut.


***

__ADS_1


Sore hari rai bergegas pulang dari kantor nya, tak lama rai sampai di rumah dan bergegas masuk ke dalam.


" Rai, sudah pulang " ucap dira saat melihat rai baru memasuki rumah.


Rai menoleh ke arah dira dan mengedipkan mata nya beberapa kali seolah tidak percaya dengan apa yang di lihat nya. Rai menghampiri dira dengan perlahan dan berputar mengelilingi tubuh dira yang tampak berbeda.


" Dir, kok kamu enggak pakai kaca mata? memang nya ke lihatan? "


" enggak, aku mau pakai soflens aja sekarang " sambil mengedipkan matanya dan memperlihatkan soflens berwarna coklat yang sudah di kenakan nya.


" lalu ini, kenapa? kok rambutnya enggak di ikat? habis keramas? " rai memegang rambut panjang dira yang teruarai


" kok habis kramas sih? lihat dong kan rambut aku enggak basah, aku bosan di ikat terus " dengus dira kesal yang berharap mendapatkan pujian dari rai tapi malah pertanyaan pertanyaan aneh yang di terima nya.


" terus, kok itu pakai baju pendek banget? " rai menunjuk terusan yang di kenakan dira yang melewati lutut padahal dira biasanya selalu memakai rok atau terusan yang di bawah lutut.


" iya engga apa-apa, kan cuma kamu aja yang lihat, kamu tuh kenapa sih, aku aneh ya? enggak cantik ya? kok gitu banget nanya nya? " dira sudah tidak bisa menahan kekesalan nya pada respon rai.


Rai tersenyum melihat wajah dira yang tampak lucu karena kesal rai bergegas memeluk tubuh dira dari belakang.


" iya, iya, maaf ya, habis aneh aja, biasanya kan kamu enggak gini " bisik rai


" tapi kamu suka kan? aku enggak aneh kan? " dira menjadi tidak percaya diri karena respon rai sebelumnya.


" enggak kok, kamu cantik " puji rai yang memang sedikit terpesona karena dira tampil berbeda sore itu, dira tersenyum simpul mendengar ucapan rai.


Malam hari rai kembali sibuk dengan game di handphone nya sambil bersandar di ranjang dan sesekali melirik dira yang tengah asik di meja rias nya.


" lagi apa sih kamu, engga panas apa duduk di situ terus? " ucap rai yang melihat dira sudah cukup lama duduk di meja riasnya


" oh, ini aku lagi pakai skincare terus lihat lihat alat make up yang aku beli tadi " sahut dira sambil tersenyum pada rai


Rai kembali mengerutkan kening dan memperhatikan dira yang sedang asik di meja rias dengan alat alat make up barunya.


*Dia kenapa sih? apa lagi puber ke dua? atau sedang ada pria lain yang di sukai nya? kok tiba tiba berubah gini?. batin rai sambil terus memperhatikan dira


**hayy guys,, tambah vote nya donk biar aku makin semangat.. rangking nya tambah turun nih.. jadi sedih aku tuh 😢😢😢***

__ADS_1


__ADS_2