
Sepanjang perjalanan ke rumah Rai hanya terdiam dengan lamunan nya sambil terus menyetir.
Siapa sebenarnya pria itu? kenapa dia begitu percaya diri? sepertinya tidak mungkin jika dia hanya karyawan kantor biasa tapi kepercayaan dirinya sebesar itu. batin Rai
Selama beberapa hari Rai mencoba menyelidiki tentang Dimas dengan bantuan bawahannya.
Tok Tok Tok
"Masuk,"
Terlihat bahawan nya yang perlahan menghampiri nya dengan beberapa berkas di tangan nya.
" Saya membawa beberapa informasi tentang identitas pria itu," ucap nya sambil memberikan berkas berkas pada Rai.
Rai membuka berkas berkas itu perlahan dan membacanya.
" Dimas Michael Anthony nama aslinya, dia menggunakan nama dan identitas palsu untuk masuk ke kantor tersebut , Rudi hartono Anthony orang tuanya pemilik beberapa perusahaan besar di Jakarta, dia putra tunggal sekaligus pewaris mutlak semua warisan dan perusahaan rudi hartono Anthony," jelas bawahan Rai pada nya.
Rai memicingkan matanya sambil terus membaca berkas berkas tersebut.
Benar ternyata dia bukan orang biasa, tapi kenapa dia lebih memilih berkerja di kantor Dira? apa hubungan dengan orang tuanya tidak harmonis? batin Rai.
" Oh, begitu, lalu apa lagi? "
" Rudi hartono Anthony penanam saham besar di perusahaan ini pak, " sambung bawahnya tersebut.
" Apa? "
" Iya, sudah sejak lama perusahaan nya berkerja sama dengan perusahaan ini pak,"
"Baiklah, selidiki terus tentang nya " titah Rai yang di respon anggukan dari bawahannya dan bergegas meninggalkan ruangan Rai.
__ADS_1
Rai menyandarkan kepalanya di kursi kerjanya, menghela nafas dan mencoba berfikir lebih jernih.
Ternyata papa nya sudah lama berkerja sama dengan perusahaan ini, pantas saja dia bergitu terlihat percaya diri dan menyebalkan. gumam Rai.
Sore itu Rai mencoba melangkah kan kaki nya ke ruangan papa nya. Rai mengetuk pintu dan bergegas masuk, melihat papa nya yang duduk di kursi kerja nya.
" Ada apa? " tanya papa begitu Rai duduk di hadapan nya.
" Aku mau bertanya beberapa pertanyaan tentang perusahaan ini, "
Papa Rai mengerutkan kening nya, melihat wajah Rai yang semakin terlihat serius di matanya.
" Pertanyaan apa? "
" Tentang, Rudi hartono Anthony, apa dia sudah lama berkerja sama dengan perusahaan ini? " tanya Rai menyelidik
" Oh, kenapa menanyakan nya? " tanya papa Rai dengan nada curiga.
" Benar, Dia termasuk penanam saham terbesar di perusahaan ini, sudah lama kita berkerja sama dengan nya"
" Aku rasa lebih baik kita putuskan saja kerja sama dengan nya "
Papa mengerutkan kening nya" kenapa? "
" Aku rasa dia bukan kolega bisnis yang baik" sahut Rai.
Papa Rai tersenyum tipis mendengar ucapan putranya " Dari mana kamu tau? kita tidak bisa sembarangan memutuskan kerja sama dengan perusahaan nya, Dia berperan besar untuk kelangsungan perusahaan ini,"
Rai terdiam, menghela nafas yang bercampur kecewa di raut wajah nya mendengar ucapan papa nya. Tidak mungkin Rai menceritakan semuanya terlebih menyangkut rumah tangga nya.
Aku harus menyelesaikan ini sendiri, aku tidak ingin melibatkan papa dan membuat nya semakin pusing. gumam Rai.
__ADS_1
***
Malam itu Rai sedang menyantap makan malam nya dengan Dira.
" Sayang, boleh aku bertanya sesuatu? " ucap Rai sambil melirik Dira yang tengah lahap menyantap makanan nya.
Dira menatap Rai yang duduk di hadapan nya sambil terus mengunyah makanan nya" Bertanya apa? "
" Tentang Dimas, sejak kapan dia masuk ke kantor mu? "
Dira mengerutkan kening nya dan menelan perlahan makanannya" Kenapa bertanya seperti itu? "
" Aku hanya ingin tau saja "
" Emm, Lebih dulu aku masuk ke kantor itu baru setelah itu Dimas, " jelas Dira.
" Oh begitu " Sahut Rai yang tidak bertanya lagi dan mencoba fokus pada makanan nya.
***
Pagi itu setelah Rai berangkat ke kantor Dira duduk di ranjang dengan lamunan nya, Dira merasa Rai menaruh curiga pada Dimas begitu pula dengan Dira yang tiba-tiba teringat perkataan Dimas tempo hari yang mengatakan dia bukanlah karyawan kantor biasa.
Sebenarnya siapa Dimas? gumam Dira.
Dira kembali mengingat ingat tentang sosok Dimas yang memang dari awal bertemu Dimas memang lah orang yang terkesam tertutup dan jarang berbaur dengan teman teman kantornya, hanya Dira lah yang paling dekat dan paling sering mengobrol dengan nya.
Dira beranjak dari ranjang nya mengambil laptop nya dan mencoba melihat data diri karyawan di kantor nya yang masih tersimpan di laptop nya. Dira memicingkan matanya melihat data diri Dimas yang sedang di bacanya.
Dimas Michael pratama? di sini tertulis data diri yang biasa saja? universitas nya dulu juga universitas biasa dalam negri? tapi kenapa dia mengatakan dia bukan karyawan biasa? sebenarnya siapa Dimas? gumam Dira dengan perasaan bingung nya.
Guys.. aku up lagi nih.. boleh minta vote nya yak ❤️❤️❤️
__ADS_1