Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Tanda tanda


__ADS_3

Sepulang sekolah Reska merebahkan tubuhnya di ranjang, mengambil handphonenya di tas dan membaca sebuah artikel di handphone pintarnya.


"Ciri ciri anda sedang jatuh cinta." gumamya membaca judul artikel tersebut.


"1.Jantung anda berdegup sangat cepat jika di dekat si dia, tekanan darah normal dan tidak ada riwayat penyakit tertentu.


2.Wajahnya selalu ada di kepala anda, dalam berbagai tempat dan situsi dan akan berhenti membayangkannya jika anda sedang tidur atau sudah tidak bernafas lagi.


3 .Anda ingin selalu di dekatnya, tapi saat di dekatnya kadar grogi anda akan meningkat sangat tinggi, dapat menyebabkan, bibir keluh, wajah memerah, dan sulit bernafas tapi tidak sampai menyebabkan kematian.


4.Hal yang paling berbahaya, saat si dia dekat dengan wanita lain, anda akan merasa dunia anda hancur, hidup segan mati pun tak mau."


Reska melempar handphonenya ke sembarang arah selesai membaca artikel tersebut.


"Artikel yang sangat bermanfaat." gumamya seraya menatap langit langit kamarnya.


"Apa gue jatuh cinta sama Rayyan?" gumamya kembali yang langsung menggelengkan kepalanya."Enggak gue enggak mungkin jatuh cinta sama Rayyan." bantahnya pada dirinya sendiri.


Keesokan harinya.


Pagi itu Reska baru saja tiba di halaman sekolahnya dan hendak menuju kelasnya.


"Res," panggil Rayyan yang sudah ada di sampingan berjalan beriringan dan merangkulnya.


Lagi lagi Reska merasakan jantungnya berdetak sangat cepat.


"Degupan jantung ini lagi lagi kumat? tadi waktu ngobrol sama pak jamal (satpam sekolah) enggak gini deh." batin Reska bingung.


"Res!! ngelamun aja loe pagi pagi?" ucap Rayyan tepat di telinga Reska yang membuat Reska terlonjak kaget.


"Kuping gue bisa enggak berfungsi lagi tau enggak, loe teriak gitu." dengus kesal Reska.

__ADS_1


Rayyan tertawa."Lagian loe pagi pagi ngelamun aja." sahut Rayyan sambil memperlihatkan senyum menawanya yang membuat kepala Reska di penuhi wajah dan senyum Rayyan.


Malam harinya Reska makan malam bersama dengan orang tuanya tapi wajah dan senyum. Rayyan terus menggantuinya.


"Sayang, makan kok ngelamun aja?" tanya Shanum yang melihat putrinya itu tampak sedang memikirkan sesuatu di saat makan malam.


"Enggak apa-apa kok mah." jawabannya yang sedikit merasa kaget.


"Buat ulah lagi kamu?" tanya Kemal yang sudah bosan mendengar laporan tentang Kenakalan Reska, Elang, Devan dan Rayyan di sekolah.


"Enggak kok, hari ini enggak buat ulah." bantah Reska.


"Hari ini enggak? lalu besok buat lagi?" tuduh Kemal.


"Papa apaan sih." Reska tampak jengkel.


"Sudah sudah, kok jadi ribut.. sudah habiskan makanya sayang." ucap Shanum dengan senyum ramahnya.


Selesai makan malam Reska kembali ke kamarnya dan kembali merebahkan tubuhnya di ranjang.


Siang itu Reska sedang menyantap makanannya saat jam istirahat bersama dengan Rayka, Devan dan Elang di kantin. Tak lama Rayyan datang dan duduk bersama mereka. Reska yang merasa jantungnya kembali berdebar berusaha tidak melihat ke arah Rayyan yang duduk di hadapannya.


"Besok kita bolos lagi enggak?" tanya Devan pada teman temannya.


"Bolos aja lah, males gue besok banyak tugas belom gue kerjain." sahut Elang antusias.


"Yaudah," sahut Rayyan kemudian.


"Loe ikut enggak?" tanya Devan pada Rayka.


"Enggak deh, besok ada bu melisa." sahut yakin Rayka.

__ADS_1


"Bu Melisa setiap hari juga ada." cletuk Elang.


"Iya, tapi enggak setiap hari masuk kelas kita." jelas Rayka.


"Cintailah wanita sewajarnya.. loe cinta sama bu Melisa kayaknya enggak wajar deh." cibir Devan.


"Wajar lah, bu Melisa juga wanita." sahut cuek Rayka.


Rayyan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah adiknya. Lalu dia melirik Reska yang tampak asik menyantap bakso tanpa melihat ke arahnya sedikitpun.


"Enak banget emang tuh bakso Res?" tanya Rayyan yang membuat Reska melihat Rayyan yang duduk di hadapannya.


"Kenapa emangnya?" jawabannya sedikit gugup.


"Sampai khusuk banget makan, coba gue minta." Rayyan mengambil sendok Reska dan mencicipi baksonya.


"Enak sih." ucapnya sambil tersenyum pada Reska yang membuat Reska terhipnotis di buatnya.


Rayyan mengambil tissu dan membersihkan sudut bibir Reska di mana ada sisa makanan di sana.


"Loe makan kaya anak TK." ucap Rayyan.


Reska masih diam membisu, tangannya mendadak dingin, dan detak jantung kembali berdetak sangat cepat.


"Gue mules." ucap Reska yang langsung beranjak dari duduknya dan berlari meninggalkan kantin, membuat teman temannya memasang wajah heran melihatnya.


"Si Reska lagi diare emangnya?" tanya Devan pada teman temannya yang di respon gelengan kepala dari mereka ber tiga.


Reska berlari menuju toilet dan mencuci wajahnya di wastafel sekolah berkali kali seraya memegangi dadanya.


Kayanya gue bener bener jatuh cinta sama Rayyan.. " batin Reska yang terus memandangi wajahnya di cermin toilet dan menyadari bahwa saat ini dia sedang jatuh cinta pada teman kecilnya itu.

__ADS_1


 


Bayar aku dengan like, komen dan vote sebanyak banyaknya ya cinta. . ❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️❤️


__ADS_2