
Saat mereka sedang mengobrol Dira melihat Dokter dan perawat yang masuk ke ruang ICU.
"Bentar ya, aku ke dalam dulu." ucap Dira pada Nanda dan Sabrina dan bergegas masuk ke ruangan tersebut. Tampak dokter sedang memeriksa keadaan Rai.
"Bagaimana keadaan suami saya?" tanya Dira dengan binar mata penuh harap dokter akan mengatakan hal baik padanya.
"Apa belum ada pergerakan dari tubuh pasien?" dokter tersebut balik bertanya.
Dira hanya menggeleng pelan.
"Seharusnya sudah ada tanda tanda pergerakan dari tubuhnya, kita lihat kedepannya jangan pernah berhenti berharap ya bu." ucap dokter itu menenangkan Dira dan berlalu pergi meninggalkan ruangan Rai.
Nanda dan Sabrina pun masuk.
"Apa kata dokter?" tanya Nanda penasaran.
"Tidak lebih baik." nada Dira bergetar dan air mata perlahan jatuh di pipinya.
"Kak, kakak harus kuat." ucap Sabrina yang tampak sedih melihat Dira.
Dira bergegas menghapus air matanya "Aku enggak apa-apa kok." ucapnya yang berusaha tersenyum.
__ADS_1
Tak lama Nanda dan Sabrina pulang, malam ini Dira memilih untuk tetap menjaga Rai walau orang tua dan mertuanya menyuruh nya pulang. Dira pun menolak ditemani, saat ini dia hanya ingin ber dua dengan suaminya, selalu di sisinya.
"Sayang, bukankah kamu pernah bilang kalau kamu bisa mati jika hidup tanpa ku? aku pun begitu aku benar-benar merasa seperti mati saat ini, cepat bangun, aku sangat merindukanmu." ucapnya sambil memegang lembut tangan Rai.
Ada sesuatu yang dira rasakan saat tangan nya memegang tangan Rai, tampak Rai perlahan mengerakan jarinya. Dira memperjelas pandangannya saar jari Rai sedikit demi sedikit mulai tergerak. Dira pun bergegas bangkit dari kusinya.
"Dokter! " serunya yang langsung menekan tombol darurat berulang kali. Tak lama dokter dan perawat pun datang ke ruangan Rai.
Seorang dokter menyalahkan senter kecil ke mata Rai yang sempat bergerak pelan.
"Matanya sudah merespon cahaya." ucap dokter tersebut.
"Fungsi organ yang lain juga sudah membaik dok." sahut perawat dengan laporannya.
"Ganti alat bantu pernafasannya." perintah dokter tersebut.
Tak lama perawat pun melepas beberapa alat medis yang selama beberapa hari melekat di tubuh Rai, hanya menyisakan alat bantu pernasan dan jarum infus yang mensncap di punggung tangan kirinya.
Dira kembali duduk di samping ranjang Rai dengan senyum yang masih mengembang di bibirnya, di pegangnya kembali tangan Rai.
"Sayang kamu dengar? kata dokter kamu sudah melewati masa koma.. terima kasih ya, aku akan selalu di sisi kamu sampai kamu bisa membuka mata mu." ucap Dira yang tak lama kemudian mulai tertidur di sisi Rai.
__ADS_1
Menjelang pagi Rai kembali mengerakan jari jarinya, matanya perlahan sedikit terbuka. Di lihatnya wajah dira yang sedang tertidur di kursi dengan kepala yang menompang di ranjang. Mata sayu Rai memandang lekat wajah Dira yang tampak lelah dan lipatan mata yang sedikit membengkak.
"Sayang." ucapnya pelan, ingan rasanya Rai mengeraskan suaranya tapi sangat sulit rasa sakit di sekujur tubuhnya semakin terasa saat dirinya mulai siuman.
Rai kembali mencoba mengerakan jarinya mencoba menyentuh wajah Dira yang masih terlelap, sampai jari jarinya yang masih sedikit terasa kaku bisa menggapai wajah Dira, di pegangnya perlahan wajah istri yang di cintanya itu.
Dira yang sedang tertidur perlahan merasakan ada yang menyentuh wajahnya, perlahan Dira membuka matanya di lihatnya tangan Rai yang masih menyentuh wajahnya. Mata Dira membulat sempurna saat melihat mata sayu Rai mulai terbuka dan memandangnya tanpa mengucapkan apa pun.
"Sayang! kamu sudah sadar?" seru Dira yang di respon seulas senyum dari Rai.
Dira pun kembali menekan tombol darurat dan tak lama dokter serta perawat datang ke ruangannya. Dengan segera dokter memeriksa keadaan Rai.
"Kondisinya sudah stabil, sudah bisa di pindahkan ke ruang rawat inap." ucap dokter tersebut.
"Baik dok." sahut perawat di sisinya.
"Selamat ya bu, kondisi pasien sudah stabil, kami akan terus memantau perkembangannya." sambung sang dokter.
"Terima kasih dok." senyum bahagia terpancar di wajah Dira kemudian dokter dan perawat pun meninggalkan ruangan tersebut.
"Kamu dengar keadaan mu sudah membaik sayang." ucap Dira yang kembali menatap wajah Rai yang sudah tak lagi pucat.
__ADS_1
Rai hanya tersenyum dan belum bisa untuk berbicara banyak.
Jangan lupa tinggalkan jejak, like, komen dan vote ya guys ❤️❤️❤️