Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Untuk mu


__ADS_3

Sore hari rai kembali ke kamar hotel nya, ini hari terakhir dia berada di kantor nya yang berada di bali. Rai bergegas mandi dan merebahkan tubuhnya di ranjang, mengambil ponsel nya yang tergeletak di kasur dan mencoba video call dengan dira.


" Sayang " ucap dira saat baru mengangkat video call dari rai, terlihat rai yang sedang berbaring di ranjang.


Rai tersenyum" Sudah mandi? " tanya nya


" Sudah kok "


" Sudah, minum susu dan vitamin? " tanya nya lagi


" Sudah juga kok "


" Oh, yaudah aku tutup ya telepon nya"


"Kok gitu doang sih " dengus dira kesal yang di respon tawa renyah dari rai.


" Besok jadi pulang kan? "


" Jadi.. "


Dira tersenyum sumringah" jam berapa pulang dari sana? "


" Emm, siang.. kangen banget memang nya sama aku? " tanya rai sambil memasang earphone di telinga nya


" Enggak juga sih " sahut dira


" Baguslah, kalau gitu besok aku ke rumah nanda dulu deh " goda rai


" iiishh.. kok gitu sih? jadi lebih penting nanda dari pada aku? " dira kembali menekuk wajah nya


" Tadi katanya enggak kangen aku.. "


" Iya, iya kangen " sahut dira yang di respon senyum puas dari rai.


" Aku capek banget hari ini, aku istirahat dulu ya " ucap rai


" Oh, yaudah "


" Love you "


" Love you too " rai tersenyum dan mematikan telepon nya lalu perlahan memejamkan matanya.


***


Pagi hari dira bergegas bangun dari ranjang nya, dan mulai memasak.


Aku masak banyak makanan kesukaan nya, pasti dia senang. gumam nya sambil terus tersenyum pagi itu.


Sampai siang hari dira terus melirik jam di kamarnya nya, sudah siang tapi rai belum juga tiba, semua pesan dan telepon nya sama sekali tidak di respon. Dira terus mengecek handphone nya berulang kali tetap tidak ada jawaban, sampai akhirnya dia tertidur.


Cukup lama dira tertidur. Dira kembali membuka matanya perlahan di lihat nya jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 15.00. Dira menekuk wajah nya, dan kembali mengecek handphone nya yang tetap tidak mendapat balasan dari rai.


katanya pulang siang, ini sudah hampir sore, kemana sih kamu. gerutu dira


Sampai akhirnya telepon dira berbunyi, tertera nama rai di handphone, dira bergegas mengangkat nya.


" Halo, kamu di mana? " ucap dira dengan nada panik

__ADS_1


" Masih di bali, maaf aku enggak jadi pulang "


wajah dira yang tadinya antusias seketika berubah menjadi murung" kok gitu? " tanya nya dengan suara yang sangat pelan dan tidak bersemangat.


" iya, aku masih banyak kerjaan, maaf ya "


Dira terdiam, tak tau harus menjawab apa, dia sangat berharap rai akan pulang hari ini.


" Kamu masih dengar aku kan? " tanya rai yang tidak mendengar suara dira


" Masih kok " jawab nya pelan


" Berbalik lah "


Dira mengerutkan kening nya" berbalik? "


Dira segera membalikkan tubuhnya dan melihat rai yang sudah berada di samping pintu kamarnya.


" Aku sudah pulang, cepat tutup telepon nya, nanti pulsa ku habis " rai tersenyum melihat dira yang masih menempel kan handphone di telinga nya.


Dira tersenyum. Rai perlahan berjalan menghampiri nya.


" Kata nya kangen, kok enggak peluk? "


Dira kembali tersenyum dan memeluk rai yang sudah berdiri di hadapan nya.


" kenapa sih nyebelin banget " gerutu dira sambil memukul gemas tubuh rai yang sedang di peluk nya.


" Emm.. kalau aku beneran enggak jadi pulang, gimana? "


" aku akan menyusul mu "


" iisshh nyebelin "


Rai menuntun dira untuk duduk di ranjang.


" Besok, mama aku ulang tahun, malam ini kamu temani aku ya cari kado untuk mama aku " pita rai


" Mama ulang tahun? "


" Iya, mau kan temenin aku cari kado? "


" Mau banget " jawab dira antusias


Setelah itu rai bergegas mandi, makan malam lalu pergi ke sebuah mall bersama dira malam itu.


" Sayang, kamu mau beli kado apa memang nya? " tanya dira saat mereka baru memasuki mall tersebut


Rai tersenyum" ikut saja "


Tak lama rai memberhentikan langkah nya di depan sebuah toko besar di mall tersebut" kita beli di sinj ya " ucap nya


Dira mengerutkan kening nya melihat toko perhiasan besar di hadapan nya" perhiasan? "


" Iya, mama ku suka perhiasan, ayo masuk " rai segera memasuki toko tersebut bersama dira.


Tampak beberapa pelayan toko menyapa nya" mau beli apa rai? " tanya dira sambil melihat perhiasan yang berada di hadapan nya dan tampak begitu indah dan berkilau.

__ADS_1


" Kalung, aku tidak tau selera wanita, kamu bantu pilih ya, aku yakin mama ku suka selera mu, pilih lah yang paling bagus dan mahal, mama ku tidak suka barang murahan " ujar rai


Dira hanya mengangguk pelan dan mulai memilih perhiasan yang menurut nya bagus.


" Ini seperti nya bagus " ucap dira sambil memperlihatkan  sebuah kalung cantik pada rai.


" Bagus, pakailah " pinta rai


" Lho kok aku yang pakai? " tanya dira dengan ekspresi heran


" Iya, aku mau lihat kalau di pakai bagus enggak " rai menyuruh pelayanan di sana untuk memakai kan nya di leher dira.


Rai tersenyum melihat kalung tersebut terlihat cantik di leher jenjang dira" cantik " puji nya


" Sekarang pilih cincin ya " sambung rai


Dira kembali mengerutkan kening nya" cincin? "


" Iya, kan aku sudah bilang mama ku suk perhiasan, tolong pilihkan ya yang paling bagus menurut mu " pinta rai


Dira kembali mengangguk dan mulai memilih cincin yang berjejer cantik di hadapan nya.


" Seperti nya ini cantik " ucap dira sambil memperlihatkan sebuah cincin cantik pada rai


" Iya cantik, pakai lah "


" Kok aku lagi yang pakai? "


" Iya aku mau lihat cantik atau enggak kalau di pakai "


" Tapi sayang ukuran jari itu tidak sama, jari ku seperti nya lebih kecil dari jari mama mu? " protes dira


" Enggak apa apa, mama ku suka yang kecil kecil kok, sini aku pakaikan " ucap rai yang mengambil cincin tersebut dari tangan dira dan memakaikan nya di jari manis dira.


" Benar cantik " rai tersenyum


" Ok, saya mau yang ini ya " ucap rai pada pelayanan toko tersebut dan bergegas menghitung total belanjaan rai.


Dira bergegas hendak melepaskan kalung yang masih di kenakakan nya.


" Tidak usah di lepas " ucap rai sambil menahan gerakan tangan dira


" Lho kenapa? kan harus di taruh di kotak perhiasan nya? "


" Ini untuk mu " rai tersenyum


Dira mengerutkan kening nya dengan ekspresi heran" untuk ku? "


" Iya untuk mu, aku berbohong, ini untuk mu bukan untuk mama ku, kamu suka kan? "


Dira terdiam sejenak lalu senyum tipis mulai menghiasi wajah cantik nya.


" Suka kan? " rai kembali bertanya


" Suka, makasih ya, aku mau peluk kamu tapi malu banyak orang " ucap dira dengan wajah yang sedikit memerah.


Rai terkekeh geli mendengar ucapan dira" Yasudah nanti peluk nya di kamar saja ya" goda nya yang membuat dira semakin tersipu malu dan senang malam itu.

__ADS_1


Guys. sebenarnya aku pengen sih sering up, tapi aku sering up kalian juga tetap jarang vote kok, kelihatan dari rengking novel ini yang semakin menurun jauh.. 😢😢😢 jadi sedih dan enggak semangat aku tuh.. 😢😢😢


__ADS_2