
" Kerja mulu, enggak kaya kaya juga, udah jam makan siang nih" ledek kemal saat menghampiri meja kerja rai siang itu
Rai tersenyum dan menghentikan perkerjaan nya untuk makan siang. Dan bergegas keluar kantor siang itu.
"Rainan "
Terdengar suara wanita di belakang mereka. Rai dan kemal menoleh dan melihat tania yang setengah berlari mengiringi jalan mereka.
" Ada apa? " rai mengerutkan kening nya
" Mau makan siang ya, bareng ya " pinta tania dengan senyum manisnya
" Oh, boleh " sahut kemal tanpa menunggu jawaban dari rai. Tania tersenyum sumringah dan mulai berjalan bersama untuk keluar kantor.
" Rai "
Terdengar kembali suara wanita saat mereka baru beberapa langkah keluar dari kantor, mereka menoleh bersamaan ke arah suara tersebut.
Seketika, rai, kemal dan tania cukup terkejut dengan apa yang mereka lihat. Tampak seorang wanita dengan rambut yang teruarai indah dengan mengunakan dress cantik selutut berwarna navy dan make up natural di wajahnya tersenyum ke arah mereka.
"Dira? " rai mengedipkan mata nya beberapa kali dengan ekspresi heran.
" Itu dira? " kemal menyikut pelan lengan rai dengan ekspresi tidak percaya dan di respon anggukan pelan dari rai
Dira tersenyum dan menhampiri rai.
" Mau makan siang ya? "
" Iya, kita mau makan siang bareng " sahut tania
Bibir dira sedikit cemberut melihat wanita di hadapan nya tersebut, dan bergegas menarik lengan rai dan melingkarkan tangan nya di lengan rai dengan erat.
" Aku sudah, bawa makan siang, ayo kita makan " ucap dira yang semakin erat memegang lengan rai seolah takut rai akan terhempas bersama wanita yang ada di hadapan nya.
" Yaudah, kita makan bareng di cafe ajak yuk" ajak tania sambil berusaha tersenyum seramah mungkin
" Enggak, aku mau makan ber dua aja sama suami aku, iya kan sayang? " sahut dira dengan nada menekan
Rai melirik ke arah dira dan menatap nya dengan tatapan geli melihat eksperesi dira seperti anak ayam yang takut kehilangan induk nya.
" Oh, yaudah gue makan sama dira di taman aja ya, loe berdua makan di cafe aja ya " ucap rai pada tania dan kemal
" Oh iya enggak apa-apa, kalau rame rame enggak enak emang " kemal menjawab antusias seolah mendapat kesempatan emas bisa makan siang ber dua dengan tania.
Tania hanya bisa pasrah dan memasang wajah cemberut yang akhirnya pergi meninggalkan rai dan dira.
Rai dan dira berjalan menuju taman di dekat kantor, dan mulai duduk di sana.
" Kok tumben kamu ke sini? "
__ADS_1
" Emang kenapa? enggak suka ya? lebih suka makan sama si tania itu ya? " sahut dira dengan nada jengkel
" Astagfirullah, enggak lah yank "
" Bohong, tadi juga mau makan bareng kan "
" Iya tadi dia yang minta pertama kali itu juga lagian juga kan sama kemal enggak ber dua aja "
" Iya kalau kemal enggak masuk kan jadi ber dua aja"
" Astaga.. ampun deh " ucap rai yang mulai gemas meladeni dira
" Pokoknya aku enggak suka kamu dekat dekat sama dia " sahut dira dengan nada menekan
" Iya, iya, yaudah jangan cemberut aku makan dulu ya" ucap rai sambil menyantap masakan yang sudah dira bawa.
" Ehem "
Dira berdehem dan tersenyum semanis mungkin dan penuh arti pada rai. Rai sedikit di buat geli dengan tingkah dira, rai mengerti dira mengharapkan pujian dari rai atas penampilan nya siang ini.
" Iya, kamu cantik " puji rai sambil tersenyum
" Lebih cantik aku atau tania? "
Rai kembali tersenyum dan mengambil tisu dari saku nya lalu mengusap lipstik dira yang berwarna merah.
" Lebih cantik begini, aku tidak suka kamu memakai warna lipstik seperti wanita wanita itu "
" Sudah jangan cemberut, kamu cantik kok, aku suka " ucap rai sambil kembali tersenyum walau di hati nya masih merasa bingung dengan perubahan perubahan dira.
Dira tersenyum simpul mendengar ucapan rai, tak lama dira pun pulang karena waktu istirahat akan selesai. Rai bergegas kembali masuk ke kantor nya.
" Gimana dinner nya lancar? " goda kemal saat rai kembali ke meja kerjanya
" Dinner pala loe, masih ada matahari gini, bilang dinner "
" Oia ya, sory gua lupa sekarang masih siang " sahut kemal sambil tertawa
" Oia dira kenapa tuh, tumben beda banget penampilan nya, loe yang nyuruh? " sambung kemal yang juga cukup terkejut dengan perubahan penampilan dira.
" Enggak, gue enggak nyuruh, gue juga bingung , apa dia lagi puber ke dua kali ya? "
" Puber ke dua gimana? " kemal mengerutkan kening nya
" Ya dia berubah banget, kalau mandi aja tuh hampir satu jam lebih, kata nya sih luluran terus yang bikin gue kesel kemaren dia pesen obat aneh gitu katanya biar seksi " ucap rai yang mencoba bercerita pada sahabat nya yang error tersebut.
Kemal pun terkekeh geli mendengar ucapan rai.
" Lah ngapain loe bingung , harusnya loe tuh bersyukur dira berubah jadi cantik seksi lagi " sahut kemal sambil terus tertawa.
__ADS_1
Rai hanya terdiam, dengan fikiran nya, entah kenapa rai tidak terlalu menyukai perubahan dira dan masih bingung dengan alasan dira yang tiba-tiba merubah penampilan nya.
***
Sore itu dira menghampiri rai yang tengah menonton televisi setelah pulang berkerja.
" Sayang " panggil dira manja
" iya sayang "
" Aku mau popcron " pinta dira
" Oh, yaudah kita beli di supermarket ya "
" Enggak mau, aku mau nya popcron yang di bioskop "
" Ya ampun, apa beda nya si yank "
" Beda lah, anak aku mau nya gitu " sambil mengelus pelan perutnya
Rai pun menghela nafas" yaudah, aku ganti baju dulu ya " ucap rai yang langsung beranjak dari sofa
Dira pun mengikuti rai ke kamar dan memakai make up tipis di wajahnya. Rai melirik dira yang sedang asik di meja riasnya.
" Cuma beli popcron aja enggak usah pakai make up sayang " ucap rai yang gemas melihat istrinya yang semakin centil tersebut
" Enggak apa apa, cuma tipis kok, enggak tebel kan? "
" Yaudah, yaudah " ucap rai yang akhirnya mengalah
Sampai akhirnya mereka sampai di sebuah mall dan menuju bioskop untuk membeli popcron yang di inginkan dira
" Aduh, ngantri banget lagi " keluh rai yang melihat antrian panjang di tempat popcron tersebut
" Ya wajar antri kan malam minggu yank " sahut dira sambil tersenyum
" Yaudah, kamu tunggu situ dulu ya " Rai menunjuk kursi kosong tak jauh dari tempat antrian popcron tersebut
Dira pun mengangguk dan duduk manis sambil menunggu rai yang sedang mengantri.
Cukup lama rai mengantri sambil memperhatikan dira yang sedang duduk sambil melamun di tempatnya.
Rai memutar pandangan nya melihat suasana di sekitar dan melihat seorang pria muda yang sedang duduk sendirian tak jauh dari tempat duduk dira. Terlihat pria tersebut terus memperhatikan dira dan mulai berjalan menhampiri nya.
" Mbak, boleh enggak saya duduk di sini? " sapa pria tersebut dan meminta ijin untuk duduk di sebelah dira. Dira terdiam sejenak dan akhirnya mengangguk pelan.
" Ayo pulang " ucap rai yang sudah ada di hadapan dira dan memegang tangan nya untuk bangkit dari kursi tersebut
" Udah beli popcron nya? " tanya dira dengan ekspresi bingung karena tak melihat popcron pesanan nya di tangan rai
__ADS_1
" Kita beli di tempat lain saja " Rai menuntun tangan dira untuk keluar dari tempat tersebut. Dira hanya terdiam mengikuti rai dengan ekspresi bingung.
Guys.. ini minggu terakhir untuk vote mingguan , aku usahakan untuk up setiap hari kalian juga usahakan ya untuk vote tiap hari di novel ini, terus vote supaya aku makin semangat up nya.. ❤️❤️