Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Menghilang


__ADS_3

Reska masih menangis di samping Rayyan yang masih memejamkan matanya. Reska memandangi cincin di jari manisnya yang dulu pernah di berikan Rayyan, kemudian melepaskannya.


"Maafkan aku.. aku selalu mencintaimu." Reska mencium kening Rayyan kemudian beranjak dari duduknya.


Reska keluar kamar dengan mengendap ngendap, melihat situasi tampak rumah yang sepi dan Reska bergegas keluar dari rumah Devan.


Siang hari Rayyan mulai membuka matanya, memegangi kepalanya yang masih terasa berat. Dilihatnya Devan, Elang dan Rayka yang masih tertidur di kamar tersebut. Rayyan duduk di Ranjang tak lama dia memicingkan matanya, melihat sebuah cincin yang berada di sampingnya.


"Cincin ini??!!"


"Bangun loe!!" Rayyan menepuk kencang tubuh Devan yang membuat pria itu membuka matanya dengan berat.


"Kenapa?"


"Reska ke sini?"


Devan terdiam.


"Loe tuli?? Reska ke sini?!!!" sentak Rayyan yang membuat Elang dan Rayka yang sedang tertidur di sampingnya terbangun.


"Iya," sahut pelan pelan Devan.


"Di mana Reska?" tanyanya lagi.


"Di rumah neneknya." balas Devan

__ADS_1


Rayyan hendak beranjak untuk pergi namun Rayka menahan lengannya.


"Enggak usah kejar cewek seperti itu kak!" larang Rayka.


Rayyan tidak perduli dan melepaskan paksa tangan Rayka lalu bergegas keluar kamar dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju rumah nenek Reska. Tak lama Rayyan sampai dan segera mengetuk pintu serta mengucap salam dengan tergesa gesa, sampai ada pembantu rumah tersebut yang membukakan pintu.


"Den Rayyan?" ucap pembantu tersebut yang sudah mengenal Rayyan yang dulu sering menghabiskan masa kecilnya bermain dengan Reska di sana.


"Reskanya ada di sini kan bi?"


"Non Reskanya baru saja pergi,"


Rayyan mengerutkan keningnya."Pergi? pergi ke mana?"


"Ke bandara, semua keluarga mengantar kepergian non Reska yang akan melanjutkan kuliahnya di luar negeri,"


"Saya.. saya tidak tau den.." ucapnya dengan nada takut.


"Katakan bi!! jangan bohong pada saya!!" Rayyan menguncangkan tubuh wanita itu.


"Saya sungguh tidak tau den, nyoya hanya bilang mereka semua akan mengantar non Reska untuk berangkat ke luar negeri.. itu saja." jawabannya dengan wajah yang semakin takut melihat Rayyan.


Rayyan terdiam dan bergegas masuk ke mobilnya menuju bandara.


"Aku harap kamu belum pergi." gumam Rayyan yang semakin melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


Sampai Rayyan tiba di bandara dan berlari masuk ke dalam. Memutar pandangannya melihat begitu banyak orang yang berlalu lalanh di sana tapi Rayyan tak juga melihat sosok Reska berserta keluarganya.


Cukup lama Rayyan menyusuri tempat tersebut tapi nihil dis tidak dapat menemukan Reska di sana. Rayyan duduk di kursi dengan wajah yang frustrasi, dia menundukan kepalanya dan mengusap kasar wajahnya.


"Kenapa loe ngelakuin ini sama gue." gumamya seraya mengenggam erat cincin di tangannya.


Ke esokan harinya Rayyan kembali mendatangi rumah nenek Reska berharap bertemu dengan salah satu keluarganya tapi pembantunya bilang mereka semua pergi ikut serta ke negara tersebut menemani Reska yang akan berkuliah di sana. Namun Rayyan tak juga menemukan jawaban di mana Reska akan melanjutkan kuliahnya. Siang itu Rayyan kembali ke rumah dengan wajah gusarnya.


"Sayang," panggil Dira yang melihat putranya itu baru memasuki rumah.


"Kamu dari mana?" tanyanya sambil menghampiri Rayyan.


Rayyan hanya terdiam dan berjalan menuju kamarnya. Dira mencoba masuk ke kamar Rayyan dan melihat Rayyan yang sedang duduk di ranjang dengan lamunannya.


"Kadang sesuatu yang terjadi tidak selalu sesuai dengan keinginan kita," ucap Dira yang mencoba duduk di samping Rayyan.


"Tapi percayalah, di balik semua itu akan ada sesuatu yang lebih baik menanti." sambung Dira seraya mengusap lembut rambut Rayyan.


"Sepertinya, aku ingin kembali melanjutkan kuliah ku." balas Rayyan yang menatap wajah sang ibu.


"Oia? baguslah, kapan kamu akan ke Singapura lagi?" tanyanya yang merasa senang dengan keputusan Rayyan yang memutuskan untuk kembali menunntut ilmu dari pada harus terpuruk dalam kesedihan.


Rayyan menggeleng."Aku tidak ingin melanjutkan di Singapura,"


Dira mengerutkan keningnya." Tidak ingin di sana? lalu di mana?" tanyanya dengan ekspresi bingung.

__ADS_1


Rayyan terdiam sesaat." Tempat yang lebih jauh dari itu." ucapnya kemudian dengan satu tempat tujuan yang sudah di fikirannya.


Aku up lagi.. kalau votenya kenceng.. ❤️❤️


__ADS_2