Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Kecewa


__ADS_3

Tak lama mereka semua sampai di rumah sakit dan langsung menuju ruangan Dira di rawat.


Ceklek.


Terdengar suara pintu terbuka, Dira dan keluarga nya serta keluarga Rai yang sudah menunggu langsung mengarahkan pandangan mereka pada pintu yang terbuka tersebut.


Seulas senyum mengembang di bibir Dira yang tengah duduk di kasur " Sayang." seru nya begitu melihat bayi mungil yang sangat di rindukan nya di gendongan Rai.


Rai berjalan perhalan menghampiri Dira " Dia rindu kamu katanya." ucap nya seraya memberikan bayi mungil yang tengah tersenyum ceria tersebut pada Dira.


" Sayang.. mama juga kangen banget sama kamu, syurlah kamu baik baik saja." haru Dira dengan meneteskan air mata setelah beberapa hari perasaan nya di liputi fikiran buruk tentang nasib anaknya.


" Alhamdulillah, cucu oma, pulang lagi." mama Dira tersenyum lega saat melihat cucu semata wayang nya kembali, begitu pula keluarga Rai yang akhirnya bisa bernafas lega.


" Sayang, ini semua berkat Sabrina, dia yang melihat Rayyan di supermarket dengan wanita asing, lalu dia menelepon Nanda." jelas Rai.


" Sabrina, terima kasih ya, kalau kamu enggak lihat Rayyan mungkin sampai sekarang Rayyan belum kembali." ucap Dira pada gadis cantik yang hanya diam mematung sedari tadi.


" Iya sama sama kak." balas Sabri dengan Seulas senyum di bibirnya.


" Wanita itu siapa Rai? " tanya papa Rai penasaran.


" Entahlah, sepertinya saat Rayyan keluar rumah dia langsung membawa Rayyan." sahut Rai.


" Berarti dia culik Rayyan gitu? " seru mama Rai yang tampak terkejut.


" Sepertinya begitu, tapi tenang aja, dia sudah di tangani polisi sekarang." Rai mencoba menenangkan keluarga yang yang sudah memasang wajah tegang.


" Syukurlah, sayang habis ini kamu tinggal di rumah mama dulu ya, kondisi kamu kan masih lemah." pinta mama Dira mengingat Dira masih merasakan mual parah tidak seperti kehamilan pertama nya.


" Di rumah mama juga enggak apa-apa sayang." sahut mama Rai.


" Mah, Dira tinggal di rumah mama Rai aja ya, soalnya rumah kita kan lumayan jauh dari kantor, kasian Rai." sahut Dira meminta persetujuan mama nya.


" Oh, yasudah kalau gitu." mama Dira hanya bisa pasrah dab membenarkan perkataan putrinya kalau rumahnya memang cukup jauh dari kantor Rai.

__ADS_1


Tak lama teman teman Rai pun pamit pulang dan keluar dari rumah sakit.


" Sabri, aku anter pulang ya." tawar Nanda saat Kemal dan Arya sudah meninggalkan rumah sakit.


" Enggak usah kak, aku naik taxy aja, soalnya aku mau ke kampus, ada sedikit urusan." tolak Sabri halus.


 


l" Yaudah aku anter ke kampus aja sekalian, gimana? " Nanda masih belum menyerah dengan perjuangan nya.


" Enggak usah kak, ngerepotin." Sabri kembali menolak.


" Enggak kok, aku udah enggak ke kantor lagi, mau ya? " bujuk Nanda setengah memaksa membuat wajah gadis itu tampak bingung.


" Eheemm..yaudah kalau gitu." Sabri akhirnya mengangguk setuju, sorak gembira pun bergema di hati Nanda.


Mereka segera masuk ke mobil menuju kampus Sabri. Tak lama Nanda memberhentikan mobil nya di depan kampus sore itu.


" Makasih ya kak." Sabri tersenyum dan hendak membuka pintu mobil.


" Enggak usah kak, aku naik taxy aja, lagi pula udah sore."


" Enggak apa-apa kok, rumah kita kan searah, aku tunggu ya." ucap nya dengan kembali stengah memaksa.


" Oh yaudah, bentar ya, enggak lama kok." sabri bergegas keluar mobil dengan wajah pasrah.


Sejenak Nanda menunggu Sabri di mobil dengan rasa bosan akhirnya dia pun memutuskan memarkirkan mobil nya di parkiran kampus dan keluar dari mobil nya.


" Lama juga, katanya sebentar." ucap nya seraya berjalan jalan di kampus tersebut untuk membeli soft drink dan duduk di halaman kampus.


" Luas juga nih kampus." gumam nya sambil menengguk soft drink yang di pegang nya.


Tak lama Nanda memicingkan matanya saat melihat Sabri yang sedang berjalan dan di hampiri seorang pria, mereka tampak mengobrol dan terlihat akrab. Nanda tampak membuang pandangan nya karena merasa tak suka dengan apa yang di lihat nya, cukup lama mereka mengobrol membuat Nanda tak nyaman dan perlahan menghampiri Sabrina.


" Sabri, sudah selesai urusan nya? " ucap Nanda yang sontak saja membuat Sabri dan pria itu menoleh ke arah nya.

__ADS_1


" Oh iya, sudah kak."


" Yaudah ayo pulang."


" Siapa sab? kakak kamu? " tanya pria tersebut saat melihat pria yang lebih dewasa dari pada nya yang masih mengenakan kemeja kantor.


" Bukan, Nino, aku pulang dulu ya." pamit Sabri pada pria tersebut.


Tampak Nanda yang memperhatikan pria di hadapan nya itu, begitu pula pria itu yang masih memperhatikan Nanda, pandangan mereka saling bertemu dengan ekspresi dingin.


" Ayo kak." Sabri membuyarkan lamunan Nanda, mereka pun begegas melangkah pergi meninggalkan kampus menuju rumah Sabri.


Sepanjang perjan mereka hanya saling terdiam untuk beberapa saat.


" Tadi itu siapa? " tanya Nanda memecah keheningan yang tak dapat menahan rasa penasaran nya pada pria yang di lihat nya tadi.


" Yang mana? "


" Yang mengobrol sama kamu di kampus tadi. "


" Memang nya kenapa? "


" Ya enggak apa apa pengen tau aja."


" Ya iya, memang nya kenapa pengen tau? "


Ampun deh,  ribet banget sih di tanya malah balik tanya, udalah, gue juga bukan siapa siapa nya. batin Nanda yang mulai gemas.


" Ya udah, kalau enggak mau jawab enggak apa-apa." Nanda mulai putus asa dengan wanita di samping nya yang seperti tidak peka padanya.


Mereka kembali terdiam, sampai mobil Nanda berhenti di depan rumah Sabrina.


" Makasih ya kak." ucap gadis itu seraya membuka pintu mobil.


" Sama sama." sahut Nanda datar. yang cukup kecewa pada Sabri hari itu dan kembali melajukan mobil nya saat Sabri hendak masuk ke rumahnya.

__ADS_1


Guys.. jangan lupa tinggal kan jejak, like, komen dan vote sebanyak banyaknya yak.. semoga sukak dengan cerita hr ini. 🤗🤗


__ADS_2