
Sore itu rai baru saja pulang dari kantor dan bergegas masuk ke rumah nya, rai melangkah kan kaki nya ke dalam kamar yang tidak terkunci dan melihat dira yang sedang merapihkan tempat tidur dan hanya mengenakan kaos dan celana pendek ketat, entahlah dira sekarang mengunakan pakaian pakaian yang tidak seperti biasanya walau hanya di rumah dan rai cukup di buat heran dengan nya.
Rai menelan silvanya melihat dira yang sedang sibuk menganti sprai di kasur nya dan memperlihatkan paha mulus nya dan tentu saja membuat birahi rai tiba-tiba meningkat.
"sayang " panggil rai seraya berjalan perlahan
menghampiri dira
" kamu sudah pulang? " dira menoleh dan tersenyum pada rai
Rai menghampiri dan memeluk tengkuk dira, menyandarkan dagu nya di bahu dira dan sedikit menciumi leher jenjang dira.
" geli rai " keluh dira sambil menahan sensasi sentuhan rai di tubuhnya
" lagi pengen nih " bisik rai yang langsung membalikkan tubuh dira dan mendorong nya perlahan ke kasur
"Rai, aku belum mandi" keluh dira seraya menghentikan aktifitas bibir rai yang sudah menjalar nakal di dada nya
"enggak apa apa , aku juga belum mandi " rai kembali melanjutkan aksinya
aku bau dapur rai habis masak , aku mandi dulu ya " pinta dira
"enggak apa apa kok, engga masalah " tolak rai yang seakan enggan menyudahi permainan nya dan hasrat nya yang sudah memuncak
" aku mandi dulu ya, enggak enak lengket nih.. pliiissss " dira memohon dengan wajah yang memelas
Rai menghela nafas dan melepaskan pelukan nya.
" yasudah, mandi dulu cepat ya, masih tegang nih " ucap rai dengan wajah yang sedikit di tekuk
" iya, rainan sayang " dira tersenyum dan memberikan kecupan di pipi rai agar rai tidak terlalu jengkel di buat nya dan bergegas ke kamar mandi
Rai sedikit tersenyum dan merebahkan tubuhnya di ranjang, sekian detik dan menit rai menunggu dira, tapi dira tak kunjung keluar dari kamar mandi. Rai bangkit dari ranjang nya dengan wajah yang frustrasi seakan tentang hidup dan mati, bagaimana tidak ketika hasrat nya sudah memuncak tapi dia harus menunda nya dalam waktu yang cukup lama.
"sayang, belum selesai juga? " rai mengetuk pintu kamar mandi dengan gemas
" belum bentar lagi ya " sahut dira dari dalam
astaga dia lagi mandi atau bukan sih? lama banget. gerutu rai
Rai kembali merebahkan dirinya di ranjang dengan wajah yang semakin frustrasi setelah cukup lama akhirnya dira keluar dengan menggunakan kimono handuk.
" sayang " panggil dira sambil menghampiri rai yang masih berbaring di ranjang
Rai merubah posisi nya dan duduk di samping dira.
" kamu ngapain sih di kamar mandi? lama banget? " tanya rai dengan nada jengkel mengingat sudah satu jam dia menunggu dira
__ADS_1
" maaf ya tadi aku luluran dulu " jelas dira dengan wajah tanpa dosa
" apa?? luluran? aku tuh nungguin kamu lama banget dan kamu malah luluran buat apa coba " gerutu rai yang mulai gemas dan ingin sekali rasanya menjitak kepala wanita di hadapan nya itu.
" buat jadi cantik, supaya kulit aku mulus dan cantik " ujar dira yang tetap memasang wajah tanpa dosa padahal pria di hadapan nya kepala nya sudah sangat panas seperti air yang mendidih.
astaga.. cantik lagi cantik lagi. geram rai yang sudah bosan mendengar kata cantik dari bibir dira.
Rai beranjak dari ranjang nya dan melangkah kan kakinya tanpa bicara apapun pada dira. dira dengan sigap memeluk tubuh rai dari belakang.
"marah ya, maaf ya " ucap nya
" aku mau mandi " sahut rai dengan nada dingin
" enggak boleh " dira semakin memperat pelukan nya.
" kenapa enggak boleh? tadi aja kamu mandi hampir satu jam"
" enggak boleh sebelum kamu balik badan dulu " pinta dira
Rai mengerutkan kening nya dan membalikkan tubuhnya menghadap dira. Dira tersenyum dan melingkarkan tangan nya di leher rai . Dira sedikit berjinjit dan berusaha mendekatkan bibir nya pada bibir rai, agak sedikit sulit karena rai jauh lebih tinggi dari nya, sampai dira mencium bibir rai dengan lembut rai merspon hangat ciuman dira untuk beberapa saat sampai dira melepaskan nya.
" tumben agresif? " goda rai mengingat dira tidak pernah mencium nya duluan
" habis, dari pada kamu marah " dira sedikit malu menjawab pertanyaan rai. Rai tersenyum dan kembali mencium bibir dira dan mendorong nya perlahan ke kasur di belakang mereka , rai kembali menuntaskan hasrat nya yang sempat tertunda.
***
Perlahan dira mulai memperaktekan tutorial tersebut di wajahnya, cukup lama, karena tangan nya masih terlalu kaku untuk mengaplikasikan make up make up tersebut di wajahnya, sampai akhirnya dia selesai memperaktekan semuanya.
Dira perlahan berjalan menuju cermin besar di kamarnya, dia melepas ikat rambutnya sampai rambut panjang hitam itu teruarai indah.
" ya ampun, ini aku? " dira mengedipkan matanya berkali kali di depan cermin
" aku berhasil, ternyata make up benar-benar membuat aku berbeda " dira tersenyum puas dengan hasil riasan nya sendiri
Dira terus memandangi seluruh tubuhnya di cermin dan sesekali berputar senang nya. tiba tiba bibir mungil nya cemberut saat melihat bagian tubuhnya yang kurang menarik untuk nya.
" dada aku kecil banget ya? bokong aku juga tipis, jauh berbeda dengan wanita wanita yang dekat dengan rai, tubuhnya seperti gitar Spanyol " gumam nya sambil terus memperhatikan tubuh mungil nya tanpa ada tonjolan tonjolan yang menggoda. Dira kembali duduk di kasur nya dan kembali mengambil handphone nya.
***
Malam hari rai sedang sibuk dengan laptop nya di ranjang seraya mengerjakan kembali perkerjaan perkerjaan kantor nya yang sempat tertunda.
" sayang, nih aku buat kue kering coba ya " ucap dira yang menghampiri raisambil membawa toples berisi kue buatan nya dan duduk di samping rai.
" makasih ya " rai tersenyum dan memakan kue tersebut sambil terus fokus pada laptop nya.
__ADS_1
Sampai terdengar suara bel dari pintu depan
" siapa ya? " rai mengerutkan kening nya
" biar aku aja yang buka " dira bergegas keluar dari kamar untuk membuka pintu. Tak lama dira kembali sambil memegang sebuah barang dan terus tersenyum.
" siapa? " rai bertanya dan mematikan laptop nya.
" kurir, anter paket"
" paket? kamu pesan paket? rai mengerutkan kening nya sambil membuka soft drink nya yang di letakan di meja
"iya, aku pesan paket " dira dengan semangat membuka bungkusan paket tersebut
" pesan apa? "
" ini, aku pesan pembesar dada dan bokong " sahut dira dengan wajah polos nya sambil menunjukkan botol kaca yang berisi cairan.
uhuk.. uhuk..
wajah rai memerah karena tersendak soft drink yang di minum nya
" apa tadi kamu bilang? " rai mengerutkan kening nya
" pembesar dada dan bokong " dira kembali mengulang ucapan nya dan tersenyum
" tidak, tidak, aku tidak suka kamu pakai seperti itu " rai bergegas merampas botol tersebut dari tangan dira
" Lho kamu kenapa sih? " dengus dira kesal
" kamu yang kenapa? kenapa beli barang seperti ini? "
" memang nya kenapa sih kalau aku beli itu? aku kan ingin seksi " ucap nya pelan
" seksi? kamu sadar enggak sih kamu lagi hamil? " rai semakin gemas dengan wanita di hadapan nya
" sadar kok, ini aman kok, obat herbal " jelas dira
" aku tidak perduli, jangan pakai seperti ini, mengerti kamu " tegas rai yang langsung keluar kamar sambil membawa botol obat tersebut.
Dira menhela nafas sambil terus menekuk wajah nya.
kenapa sih? aku kan cuma pengen tubuh aku lebih berisi. batin dira
Rai keluar rumah nya dan bergegas membuang botol tersebut pada tempat sampah di halaman rumahnya.
dia kenapa sih? makin aneh aja tingkah nya. gumam rai sambil menahan emosi nya.
__ADS_1
aku enggak bosen bosen nih minta vote dari kalian, jangan pelit donk, sisain koin kalian yak untuk novel aku.. ❤️❤️❤️❤️❤️