
Setelah makan siang mereka pun kembali ke rumah mereka masing masing. Sampai di rumah Dira meletakkan Rayyan di box bayinya yang sudah tertidur saat perjalanan pulang.
"Sayang tadi kamu lihat enggak sih Shanum kaya sedih gitu Tania datang?" tanya Dira pada Rai yang sedang mengganti pakaiannya.
Rai menghampiri Dira yang duduk di kasur" Iya, kayanya cemburu gitu." sahut Rai.
"Masa Shanum suka sama Kemal?" Dira tidak percaya gadis itu begitu cepat menyukai Kemal.
"Kayaknya si Shanum baper deh, pasti si Kemal udah gombal macam macam nih waktu jemput Shanum di kampungnya." ucap Rai yang hafal betul kelakuan mahluk satu itu yang mudah melontarkan kata kata rayuan pada gadis cantik.
"Ya ampun benar benar ya si Kemal tuh, Shanum tuh masih polos banget, kamu bilang donk ke dia jangan gitu." dengus Dira kesal.
"Iya emang minta di jitak tuh orang, yaudah nanti aku kasih tau dia, sekarang temenin bobo yuk capek nih." sahut Rai dengan senyum nakalnya.
"Masih sore, jangan minta lebih." ucap Dira yang tau arah fikiran suaminya.
Rai tersenyum dan mencium gemas pipi Dira.
***
Di dalam kamar Shanum merebahkan tubuhnya di kasur, matanya menatap langit langit kamar tapi fikirannya terus di penuhi dengan Tania.
Wanita tadi cantik sekali, pakaiannya modis, tubuhnya seksy benar benar cocok sama kak Kemal. ucapnya lirih.
Shanum beranjak dari kasurnya menuju cermin di kamarnya, di lihat tubuhnya yang mini serta wajah pucatnya yang tanpa menggunakan make up apa pun.
Beda sekali sama aku, harusnya aku sadar diri aku ini hanya gadis desa, benar kata ibu lebih baik aku fokus berkerja saja. gumam gadis itu dengan wajah yang tampak sedih.
***
Keesokan harinya Dira merasa kepalanya sangat pusing sedangkan Rayyan tampak rewel sekali. Dira bergegas ke dapur menghampiri Shanum yang sedang mencuci piring.
"Shanum." panggil Dira.
"Iya mbak."
__ADS_1
"Biar aku saja nanti yang cuci piring, kamu jaga Rayyan saja ya dia rewel banget nih ajak main di taman kompleks saja ya, kepala aku pusing banget nih." keluh Dira.
"Oh iya mbak, mbak enggak ke dokter aja?" Shanum tampak khawatir melihat wajah Dira yang tampak pucat.
"Enggak apa-apa kok, kalau hamil aku memang sering pusing nanti istirahat sebentar juga hilang." Dira tersenyum.
"Oh yaudah, aku ajak Rayyan main di luar dulu ya kayaknya Rayyan bosan nih." pamit Shanum seraya mencium gemas Rayyan yang sedang merengek.
"Yaudah hati hati ya."
Shanum mengangguk dan bergegas ke luar rumah. Sore itu Shanum tampak duduk di taman kompleks dan memperhatikan Rayyan yang sedang bermain dengan anak anak yang lain. Sampai tiba tiba mobil Kemal yang sedang melintas hendak menuju rumah Rai melihat gadis itu, Kemal memberhentikan mobilnya dan menghampiri Shanum.
"Shanum."
Gadis itu menoleh dan melihat Kemal yang sudah berdiri di hadapannya.
"Kak Kemal." ucapnya sedikit terkejut.
"Kamu lagi apa di sini?"
"Oh, aku boleh duduk." tanya Kemal pada bangku kosong di sebelah Shanum.
Gadis itu mengangguk dan Kemal duduk di sampingnya. Mereka hanya saling terdiam cukup lama.
"Shanum, minggu depan aku, Rai sama yang lain mau jalan-jalan, kamu ikut kan? Rai sudah bilang belum?" Kemal memulai percakapan.
"Iya mbak Dira sudah bilang kok, tapi aku enggak ikut."
"Lho kenapa? "
"Enggak apa-apa, aku mau di rumah saja." sahut gadis itu yang tetap fokus memperhatikan Rayyan tanpa menoleh ke arah Kemal yang menatapnya.
"Ikut aja ya." bujuk Kemal.
Shanum menggeleng.
__ADS_1
Kemal terdiam dan merasa gadis itu bersikap dingin padanya saat ini. Shanum menghampiri Rayyan dan mengendongnya.
"Kak, aku pulang dulu, sudah sore."
"Yaudah bareng aku aja, aku mau ke rumah Rai kok."
Shanum pun akhirnya pulang bersama Kemal.
"Loe ngapain loe ke sini?" tanya Rai yang sudah pulang kantor dan melihat Kemal yang baru memasuki rumahnya.
"Lah kan tadi loe yang suruh ke sini, kata loe mau bahas anggaran cafe yang kurang." sahut Kemal yang tampak bingung.
"Oia ya lupa gue, tunggu si Nanda sama si Arya dulu deh."
"Masih muda udah pikun loe." umpat Kemal yang langsung duduk di sofa Rai.
"Eh gue mau ngomong sama loe." ucap Rai dengan wajah yang serius dan duduk di samping Kemal.
Kemal mengerutkan keningnya " Ngomong apa?"
"Loe ngombalin si Shanum apa aja?" tanya Rai menyelidik
"Maksud loe?"
"Enggak usah pura pura loe, si Shanum kayanya baper sama loe dia kaya sedih gitu lihat loe mesra sama Tania kemarin."
Kemal terdiam dan kembali mengingat wajah Shanum yang memang terlihat sedih kemarin dan dia langsung berfikir mungkin itu sebabnya sekarang sikap Shanum jadi lebih dingin padanya.
"Di tanya diem aja, loe mau maenin si Shanum? " tanya Rai yang tampak kesal.
"Enggak lah." bantah Kemal.
"Awas loe ya kalau maenin dia, masih kecil tuh anak, loe sama Tania aja deh sama sama centil, cocok." Rai memperingatkan.
Kemal hanya terdiam, dan merasa telah mengecewakan gadis polos tersebut.
__ADS_1
Guys jangan lupa vote yak❤️❤️❤️❤️