
Hari demi hari berlalu, usia kandungan dira saat ini sudah memasuki usia kandungan 3 bulan.
" Di minum ya " rai meletakkan susu hamil rasa coklat di meja samping ranjang
Dira tersenyum melihat kegiatan rutin rai yang selalu membuat kan susu hamil untuk nya" Makasih ya " ucap nya
Rai menghampiri dira yang bersandar di ranjang dan berbaring manja di pangkuan nya sambil memainkan game di handphone nya.
" Kamu kapan periksa kandungan lagi? " tanya rai sambil fokus memainkan handphone nya
" emm, mungkin bulan depan " sahut dira sambil mengusap lembut rambut rai
" Oh, apa jenis kelamin nya belum kelihatan? "
" Belum lah, baru juga masuk tiga bulan, memang nya kamu ingin anak cewek atau cowok yank? "
" emm..apa aja sih, tapi mungkin lebih baik cowok kali ya " sahut rai
Dira mengerutkan kening nya" kenapa memang nya? "
" Kalau cewek aku takut tidak bisa menjaga nya, takut aja nanti dia di sakiti cowok "
Dira tertawa kecil mendengar ucapan rai" Maksud kamu, kamu takut anak kita ketemu cowok seperti kamu gitu? yang sering menyakiti wanita? "
Ssssttt.. rai menempelkan telunjuk nya di bibir dira" jangan berisik, aku lagi sibuk " ucap nya kembali sambil melanjutkan memainkan game di handphone nya.
__ADS_1
" Menghindar " dira tersenyum kecut.
" Aku cinta kamu, jadi jangan bahas masa lalu lagi, ok anak pintar " ucap nya sambil mencubit gemas hidung dira.
" Basi " sahut dira
***
Pagi itu rai bergegas ke kantor seperti biasanya dan menikmati Coffee di cafe sebelum masuk kantor bersama kemal.
" Rai, enggak kangen loe ke club lagi? " tanya kemal seraya menyeruput Coffee di gelas nya
.
"Enggak" sahut rai sambil fokus melihat layar handphone nya.
Sampai ada wanita cantik yang menghampiri mereka" Hay, boleh gabung kan? " ucap tania sambil membawa Coffee yang sudah di pesan nya.
" Boleh banget " sahut kemal yang merasa tania menyegarkan pemandangan nya pagi itu.
Tania tersenyum simpul dan mengobrol bersama rai dan kemal. Sampai kemal memicingkan matanya melihat sosok wanita cantik nan seksi sedang berjalan dari perkiraan menuju arah kantor.
Kemal menepuk bahu rai pelan yang sedari tadi sibuk dengan handphone nya " Rai, ada gizza" ucap kemal
Rai mengerutkan kening nya, mengikuti arah mata kemal, benar saja mereka yang sedang duduk di luar cafe melihat gizza yang tengah berjalan menuju ke dalam kantor.
__ADS_1
"Kalian memang nya enggak tau, dia sekarang kerja di sini, kabar nya sih dia minta pindah ke sini, kira kira apa ya alasannya " ucap tania saraya melirik ke arah rai
Uhuk.. uhuk.. wajah rai memerah tersendak Coffee yang di minum nya.
" Nah loe.. baru denger gitu aja udah keselek hati hati makan nya , ribet nih kayaknya " ledek kemal yang di respon tawa kecil dari tania. Rai hanya terdiam dan tidak memperdulikan ucapan kemal.
Sampai mereka masuk kantor dan melakukan perkerjaan mereka seperti biasa.
" kerja terus loe, mau makan siang bareng enggak? " ajak tomy teman satu kantor rai saat menghampiri meja nya.
" Loe duluan aja deh " sahut rai sambil merapihkan meja kerjanya.
" Eh, loe udah lihat karyawan baru belum? yang pindahan dari kantor kita yang di bali? " sambung tomy.
Rai mengerutkan kening nya seolah berpura pura tertarik dengan obrolan tomy" kenapa emang nya? "
" Loe belum lihat emang nya, cantik banget broo.. naksir deh pasti kalau loe lihat, karyawan cowok di sini udah pada ancang ancang tancap gas tuh.. sayang, loe udah nikah sih " tomy tertawa renyah ke arah rai.
Rai hanya tersenyum kecut menanggapi ocehan teman nya itu. Sampai sore hari rai bersiap siap untuk pulang. Rai berjalan perlahan keluar kantor, sampai rai melihat gizza yang tengah berdiri di depan kantor.
Rai berusaha tidak memperdulikan nya sampai gizza menahan lengan nya dan menghentikan langkah nya.
" kamu tidak ingin menyapa ku? " bisik nya di telinga rai yang berada di samping nya.
" Menyapa untuk apa? "
__ADS_1
" Untuk pertemuan kita kembali " ucap nya dengan seulas senyum di bibir nya
" Berhenti lah berbuat konyol " sahut rai yang langsung melepaskan lengan nya dan bergegas berjalan menuju parkiran meninggalkan gizza yang masih memperhatikan nya.