
Pagi itu Rayyan kembali melakukan perkerjaan seperti biasanya. Dia duduk di kursi bersama beberapa kliennya saat meeting berlangsung, sampai tak lama handphonenya bergetar karena pesan masuk.
"Hari ini Reska akan cek up," tulis Shanum dalam pesannya.
"Aku akan mengantarnya." balas cepat Rayyan.
Rayyan pun segera keluar dari ruangan meeting menuju ruangan papanya.
"Pah, aku akan mengantar Reska cek up sekarang." ucap Rayyan saat sudah memasuki ruangan dan berdiri di depan meja kerja Rainan.
"Oh, ya sudah pergilah," sahut Rai yang mengerti jika Rayyan ingin memperbaiki kesalahannya.
Rayyan tersenyum dan keluar ruangan tersebut bergegas melajukan mobilnya menuju rumah Reska. Tak lama Rayyan sampai dan terlihat Reska yang sepertinya hendak pergi bersama Shanum dengan cepat Rayyan keluar dari mobilnya menghampiri Reska.
"Kamu?" tampak terkejut melihat Rayyan yang berdiri di hadapannya.
"Aku akan mengantar mu cek up,"
Reska menggeleng."Tidak usah, ada mama yang mengantar ku.. kamu berkerja saja." tolaknya.
"Sayang, Rayyan sudah datang jauh jauh dari kantornya, pergilah bersamanya Rayyan, lagi pula mama masih ada keperluan." bujuk Shanum mencari alasan.
"Aku bisa menunda perkerjaan ku, kita pergi sekarang."
Reska akhirnya pasrah dan masuk ke mobil Rayyan untuk menuju rumah sakit. Di dalam mobil Reska hanya memalingkan wajahnya melihat ke arah jendela tanpa ada percakapan di antara mereka.
"Apa masih butuh waktu lama untuk mu kembali bicara dengan ku?" ucap Rayyan seraya melirik Reska yang masih memalingkan wajahnya.
Reska tak menjawab apapun.
Rayyan mencoba tersenyum."Aku akan menunggu mu bicara, aku akan berusaha selalu ada untuk mu, tidak lagi fokus pada perkerjaan ku." jelas Rayyan.
Reska masih tetap terdiam tanpa mengatakan apapun. Sampai mereka tiba di rumah sakit dan Reska memeriksan keadaannya lalu menjenguk bayinya yang masih berada di ruang nicu.
Beberapa minggu kemudian Reska kembali ke rumah sakit karena bayinya sudah di perbolehkan pulang. Reska dan keluarganya pun bergegas menuju rumah sakit untuk membawa bayi mungil itu.
"Sayang, dia tampan sekali." pujin Shanum seraya mengoda cucunya itu di dalam mobil.
"Iya, dia tampan sekali," balas Reska dengan senyum cerianya.
Rayyan yang duduk di kursi depan bersama Kemal tersenyum melihat Reska yang tampak kembali ceria. Mereka pun tiba di rumah dan Reska bergegas membawa bayinya ke kamar lalu merebahkannya di kasur.
"Hari ini, kita sudah bisa tidur bersama.. mama sayang kamu." mencium kening bayinya lalu ke toilet.
Rayyan yang baru masuk ke kamar tersenyum melihat bayi mungil tersebut tampak membuka matanya.
"Kamu pasti akan nyaman di rumah, papa akan menjaga mu." ucapnya seraya mencium kening bayi mungilnya.
Reska yang baru ke luar dari toilet berjalan perlahan menghampiri Rayyan yang masih mengoda bayinya.
"Apa kamu sudah menyiapkannya nama?" tanyanya yang duduk di hadapan Rayyan.
Rayyan mengerjapkan matanya seolah tak percaya Reska bertanya seperti itu.
__ADS_1
"Aku boleh memberinya nama?"
Reska tertawa kecil mendengar ucapan Rayyan."Tentu boleh, ini kan bayi mu, lihatlah wajahnya sangat persis seperti mu."
Rayyan tersenyum lega." Baiklah, aku sudah menyiapkan nama untuknya.. emm.. aku akan memberinya nama." Derran Diandra Wijaya."
"Derran?"
Rayyan menganghuk."Kamu suka?" tanyanya.
"Iya, aku suka." Reska tersenyum simpul.
"Aku tidak akan mengecewakan mu lagi," mencoba memegang tangan Reska yang duduk di hadapannya.
"Aku akan memberi mu kesempatan, jangan pernah mengabaikan ku lagi, rasanya sangat menyedihkan." sahutnya lirih.
"Tidak akan pernah." Tersenyum lega dan mencium tangan Reska.
***
Pagi itu di hari minggu yang cerah Reska dan Rayyan hanya menghabiskan waktunya untuk bermain bersama bayi mungilnya di kasur.
"Sepertinya dia haus?" ucap Rayyan yang melihat baby Derran menangis.
"Sayang haus ya," segera menggendong dan memberinya asi.
Rayyan tertenggun melihat Reska yang sedang memberikan asi untuk bayi mungilnya.
"Ya ampun kenapa dia terlihat begitu menggairahkan." batinya yang merasa tiba tiba birahinya meningkat dan juga sudah cukup lama tidak menyentuh istrinya usai melahirkan.
"Aku takut khilaf,"
"Khilaf?" mengerutkan kening dan mencoba berfikir maksud dari perkataan Rayyan.
Reska tertawa saat menyadari perkataan Rayyan padanya."Kamu ingin menyusu juga?" godanya.
"Memangnya boleh?" tanya Rayyan antusias.
Reska menggeleng." Masa nifas ku belum selesai."
"Oh,begitu." menghela nafas mendengar ucapan Reska.
"Tapi sepertinya memuaskan mu tanpa melakukan itu, aku bisa." ucapnya kemudian dengan senyum menggodanya.
"Sungguh bisa? tau caranya?" tanya Rayyan tak percaya.
Reska mengangguk."Aku sempat melihatnya di video." ucapnya pelan dengan wajah yang sedikit malu.
"Astaga.. istriku ternyata seperti itu diam diam, aku jadi seneng, ya sudah kita lakukan sekarang." ajaknya antusias.
Reska mengangguk dan meletakkan babyi Derran di kasur.
"Kalau melakukan di sini akan menganggu Derran di kamar mandi saja ya." ajak Rayyan kembali yang langsung menuntun Reska ke kamar mandi. Sampai saat baru memasuki kamar mandi terdengar suara ketukan pintu.
__ADS_1
"Sayang, ada Rayka dan Friska datang." ucap Shanum dari balik pintu.
"Sayang, ada Rayka?"
"Ya ampun, ganggu banget sih!!" gerutu Rayyan.
"Sayang.." panggil Shaum kembali.
"Iya mah, Reska turun." teriak Reska.
Akhirnya Reska turun berserta Rayyan dengan wajah jengkelnya karena hasratnya menjadi tertunda.
"Reska." Friska tersenyum melihat Reska yang menghampirinya.
"Maaf ya lama." duduk di samping Friska dengan bayi di gendongannya.
"Ya ampun, dia tampan sekali." puji Friska pada baby Derran.
Mereka pun mengobrol cukup lama sampai akhirnya Friska pamit pulang bersama Rayka siang itu dan Rayka pun segera melajukan mobilnya untuk mengantar Friska ke rumahnya.
"Baby Reska lucu ya?" tanya Rayka di tengah tengah perjalanan mereka.
"Iya lucu." Friska tersenyum simpul.
"Lalu apa kamu masih mencintai kak Rayyan?" tanya Rayka kemudian yang sontak saja membuat Friska tersentak mendengarnya.
"Maksudnya?" tanyanya gugup.
"Aku tau, kamu pernah menyukainya kan?"
Friska terdiam.
"Iya aku sempat menyukainya dulu, tapi sekarang tidak lagi," ucap Friska kemudian.
Rayka tersenyum."Aku lega mendengarnya, mulai saat ini bisa tidak kamu mulai menyukai ku? aku sudah lama menyukai mu." Melirik ke arah Friska yang duduk di sampingnya.
Friska semakin terkejut dengan ucapan Rayka padanya. Gadis cantik itu hanya terdiam membisu.
"Tidak bisa ya?" tanya Rayka yang mulai merasa pesimis.
"Aku akan mencobanya.. kamu pria yang baik." sahut Friska dengan wajah yang merona.
"Akhirnya.. " batin Rayka yang bersorak sorak gembira.
"Terima kasih ya, aku sayang kamu." ucapnya kemudian yang membuat gadis cantik itu semakin tersipu malu mendengarnya.
----------------------------THE END--------------------
**Guys sampai sini dulu ya, sebenarnya masih banyak yang belum aku ceritakan di novel ini, maaf ya kalau kalian enggak puas.. tp seperti perkataan aku sebelumnya aku enggak bisa memperpanjang cerita ini. Terima kasih yak yang sudah setia membaca novel receh ini dari S1 sampai S3 walaupun masih banyak kekurangan di dalamnya.. thanks you all.. ❤️❤️❤️ Ada yg mau ektra partnya? mau liat enggak repotnya oppa Kemal dan Rainan urus baby Derran? apakah nakalnya sama seperti babeh Rayyan kecil? atau kalem seperti aurthornya? 😂 kalau banyak yang mau ektra partnya ya aku tulis ❤️❤️❤️
Oya sebagai gantinya mampir ke novel baru aku yak.. semoga kalian sukak ❤️❤️
__ADS_1