
Reska beranjak dari tidurnya dan duduk di sofa.
"Kok diam aja?" Rayyan duduk di sebelahnya memandang gadis itu yang terlihat gusar.
"Loe bercanda?" tanyanya tidak percaya.
Rayyan mencoba memegang tangan Reska."Gue serius, kita menikah dan bokap gue juga sudah menyuruh gue untuk mengurus perusahaan karena kakek gue enggak lagi bisa mengurusnya, gue akan membahagiakan loe." jelas Rayyan.
"Gue.. belum siap, masih ingin fokus kuliah." tolak Reska.
Rayyan menghela nafas."Ok,gue akan tunggu sampai loe siap.. tapi loe mau kan jadi pacar gue?" tanyanya lembut.
"Maaf gue enggak peka selama ini, mungkin gue juga sudah lama suka sama loe tapi karena kita terbiasa sama sama gue hampir enggak bisa bedain perasaan cinta atau bukan..maaf." meremas lembut tangan Reska.
Reska tersenyum tipis mendengar ucapan Rayyan.
"Mulai saat ini kita akan selalu bersama, gue akan tunggu loe sampai loe siap untuk menikah, mau kan jadi pacar gue?" tanya Rayyan kembali.
Reska pun mengangguk pelan. Rayyan tersenyum dan mencium lembut punggung tangan gadis itu.
"Mulai sekarang enggak boleh pakai bahasa loe dan gue, mengerti?" pinta Rayyan.
"Iya." Reska kembali tersenyum, pria yang telah lama di cintainya kini membalas perasaannya.
"Aku mau pulang, bahaya kalau di sini terus."
"Yaudah kita lewat pintu belakang aja."
Rayyan mengangguk dan mereka pun keluar kamar. Terlihat suasana rumah yang sudah sepi. Mereka berjalan mengendap ngendap bak maling malam itu menuju pintu belakang rumah Reska.
"Kamu bawa mobil?" tanya Reska saat sudah keluar dari rumahnya.
"Tadi di bawa Rayka."
"Terus nanti pulang naik apa?"
"Naik taxi aja, yaudah aku pulang ya.. besok pagi aku antar ke kampus."
Reska mengangguk.
Cup.
Rayyan memberikan kecupan di pipi Reska membuat wajah gadis itu kembali merona.
"Love you." ucap Rayyan tersenyum dan bergegas pergi dari halaman rumah Reska.
Reska kembali masuk ke dalam rumah. Tapi fikirannya seakan ada di tempat terindah. Reska masuk ke kamarnya di pandanginya wajahnya di cermin seraya mengelus lembut pipinya yang tadi di kecup Rayyan. Senyum mengembang di pipinya sampai dia merebahkan tubuhnya di ranjang wajah Rayyan selalu memenuhi fikirannya bahkan dalam alam mimpinya.
***
Pagi hari Rayyan sudah memandangi tubuhnya di cermin dengan pakaian casual yang membalutnya. Rayyan tersenyum dan bergegas keluar kamar untuk menfanrar Reska ke kampus pagi itu.
__ADS_1
"Mau ke mana kamu?" tanya Rainan yang melihat penampilan putranya pagi itu dengan aroma parfum yang menusuk lubang hidung.
"Keluar." jawabannya singkat sambil menuruni anak tangga dan melihat orang tuanya yang sedang berada di meja makan.
"Sayang, sarapan dulu." ucap lembut Dira.
"Rayyan sarapan di luar aja, oia Rayka mana?"
"Sudah ke kampus barusan," sahut Dira.
"Yaudah Rayyan pergi dulu." pamitnya yang langsung bergegas ke luar rumah.
"Itu anak kayaknya mau ketemu cewek deh." ucap Rainan menerka nerka sambil mengunyah makanannya.
"Oya? masa sih?" sahut Dira tak percaya.
"Iya, pakai parfumnya sampai nusuk ke bulu hidung." cletuk Rainan sambil menggelengkan kepalanya.
Dira hanya tertawa mendengar ucapan suaminya.
***
Tak lama Rayyan sampai di depan gerbang rumah Reska.
aku udah di depan..
Tulis Rayyan dalam pesannya. Tak lama terlihat Reska yang baru keluar rumah dab berjalan menuju mobil Rayyan dan masuk ke dalam mobil tersebut. Rayyan tersenyum melihat kembali senyum Reska pagi itu.
"Hadiah kecil, untuk Areska wijaya." memberikan bunga mawar cantik pada Reska.
Rayyan tersenyum dan bergegas melajukan mobilnya menuju kampus Reska. Tak lama mereka sampai.
"Kamu udah sarapan?" tanya Rayyan pada Reska.
Reska menggeleng."Kamu udah?"
"Belum juga,"
"Yaudah gimana kalau kita sarapan di kantin aja, Devan sama yang lainnya juga pasti lagi sarapan di sana." ajak Reska.
"Oh yaudah," Rayyan kembali melajukan mobilnya menuju perkiraan dan berjalan menuju kantin bersama Reska.
"Bengong aja loe!!" seru Rayyan pada Devan yang sedang melalun bersama Elang dan Rayka pagi itu di kampus.
Devan terlonjak kaget di buatnya."Sialan loe hampir aja jantung gue kabur!!" umpatnta seraya mengelus elus dadanya.
Rayyan tertawa."Lagian pagi pagi udah pada loyo loe."
"Tumben loe berdua pergi bareng?" tanya Elang yang melihat Reska dan Rayyan pagi itu.
"Iya ngapain loe kak, pagi-pagi ke kampus?" tanya Rayka heran.
__ADS_1
"Anter pacar gue." sambil melirik ke arah Reska.
"Maksud loe?" Elang memasang wajah heran.
"Gue sama Reska sekarang pacaran." Rayyan memegang tangan Reska.
Uhuk.. uhuk..
Wajah Devan memerah tersendak teh botol yang di minumnya mendengar ucapan Rayyan.
"Serius loe?" mereka bertiga memasang wajah tak percaya.
"Iya.. iya kan sayang?" Rayyan kembali melirik ke arah Reska.
"Iya, sekarang gue sama Rayyan pacaran." sahutnya dengan ekspresi malu malu kucing.
"Kak, masa si Reska jadi calon kakak ipar gue??" protes Rayka.
"Kok loe ngomong gitu, emang kenapa gitu kalau gue jadi kakak ipar loe?" dengus kesal Reska.
"Kan banyak yang lebih indah.. " cletuk Rayka.
"Maksud loe gue enggak indah gitu? Sayang.. Rayka jahat." rengeknya pada Rayyan.
"Rayka, hormati calon kakak ipar loe atau enggak gue tambahin uang jajan." ancam Rayyan dan Rayka memasang wajah pasrah sedang Reska tersenyum puas.
"Kalau baru jadian traktir lah." palak Devan.
"Yaudah loe belum pada sarapan kan, loe pesan aja sepuas loe sama penjaga kantinnya juga loe pesan sekalin." ucap Rayyan yang langsung duduk bersama mereka.
"Gitu donk.. "Elang tersenyum sumringah.
" Masa traktir di kantin aja? murah banget?" protes Devan.
"Di kasih hati minta jantung.. yaudah minggu besok gue traktir di restoran." sahut Rayyan.
"Gitu donk.. " Devan cengengesan.
Mereka semua pun akhirnya sarapan bersama. Selesai sarapan Rayyan mengantar Reska ke depan kelasnnya yang sebentar lagi akan ada jadwal mata kuliah.
"Kamu masuk sana, aku pulang dulu, oia nanti pulangnya aku enggak jemput ya, papa suruh aku ke kantor siang ini, aku masih harus belajar banyak tentang perusahaan." jelas Rayyan.
Reska mengangguk." iya enggak apa apa kok."
"Oya, nanti malam aku jemput ya, aku mau ajak kamu ke suatu tempat." sambung Rayyan.
"Kemana?" tanya Reska antusias.
"Rahasia.. aku sayang kamu." bisiknya di telinga Reska dan berlalu pergi.
Reska tidak dapat menyembunyikan perasaan senangnya. Senyum terus mengembang di bibirnya sampai dia duduk di kelas.
__ADS_1
"Berarti nanti malam gue kencan ya sama Rayyan? aduh.. jadi enggak sabar pengen cepat cepat malam.." batinya yang sangat merasa senang pagi itu.
Guys. aku up lagi.. vote terus ya.. kalau mau aku up lagi secepatnya.. ok. terima kasih ❤️❤️❤️