Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Semuanya benar


__ADS_3

Siang itu Dira memeriksa isi kulkas yang ternyata kosong dan tidak ada stok makanan sama sekali.


sepertinya aku harus kesupermarket? kalau menunggu rai pulang kelamaan, lebih baik aku pergi sendiri saja.


Dira pun bergegas mengganti pakaian nya, dan menunggu taxy di dekat rumahnya untuk ke supermarket di salah satu mall tak jauh dari rumahnya. Dira mulai mengambil barang barang sesuai catatan belanjaan yang sudah di siapkan nya. Setelah selesai dira memilih untuk berjalan jalan sebentar di mall tersebut.


Lapar sekali rasanya.


Dira mengelus pelan perutnya dan merasakan sangat lapar, karena memang sudah waktunya makan siang, Dira, memutuskan untuk makan sebentar di sebuah restoran cepat saji dan mulai memesan makanan di sana.


" Nandira, kamu nandira? " ucap seorang wanita cantik dan sexy menghampiri meja nya saat Dira sedang menyantap makanan nya.


Dira menoleh ke arah wanita yang sudah berdiri di hadapan nya.


Cantik. batin dira


Wanita dengan mata bulat, hidung mancung, kuiit putih dan rambut yang indah. Dira terdiam sesaat terpaku seperti baru menemui wanita yang bisa di katagorikan hampir sempurna menurutnya.


" Kamu benar Nandira? " wanita itu kembali bertanya membuyarkan lamunan Dira.


" i.. iya. " jawabnya saat kembali tersedar dari lamunan nya.


" Perkenalkan, aku Gizza, boleh aku duduk di sini? " tanya wanita tersebut sambil mengulurkan tangannya dan tersenyum manis.


" Dira. " ucap nya seraya menerima uluran tangan tersebut dengan perasaan bingung.

__ADS_1


" Kenapa kamu tau nama aku? " tanya Dira saat Gizza sudah duduk di hadapan nya.


" Dari Rai, Rainan, suami mu." sahut Gizza sambil menyantap makanan yang sudah di pesan nya.


" Rai? kamu temannya Rai? " Dira mengerutkan kening nya dan mulai mengingat kalau Rai tidak pernah memperkenalkan nya pada teman wanita nya.


" Aku mantan, mantan kekasihnya Rai."


uhuk.. uhuk.. Dira merasa ada yang mengganjal di tenggorokan nya saat gizza mengatakan itu.


" Mantan? "


" Iya, sewaktu kuliah aku berpacaran dengan nya, tapi di tengah tengah kuliah aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah ku di Singapura dan aku memilih meninggalkan nya." jelas Gizza sambil tersenyum.


" Aku dengar kamu teman sekolah Rai ya? kamu pasti tau kan kalau Rai itu Playboy dia mudah dekat dengan wanita manapun, tapi aku sangat mengenal nya kalau rai tidak mudah untuk benar-benar jatuh cinta pada seseorang wanita, kebanyakan hanya untuk senang senang saja dan menemaninya di klub " ucap gizza sambil tersenyum kecut.


" Iya aku tau." sahut Dira pelan.


" Tapi Rai sangat mencintai aku Dira, bahkan dulu dia rela melakukan apapun untuk ku, tapi waktu itu aku tidak terlalu memperdulikan nya, aku menyesal."


Dira terdiam mendengar ucapan gizza, dia merasakan sangat ingin menangis saat itu juga, perkataan gizza seakan membuat Dira mengetahui lebih banyak tentang Rai, dan Dira baru tau kalau ternyata Rai pernah sedalam itu mencintai wanita di hadapan nya.


" Aku tau kamu tidak mudah untuk percaya ucapan ku kan, kalau kamu mau membuktikan nya kamu periksa saja handphone rai, dan lihatlah galeri nya, aku yakin masih bnyak foto kami ber dua, dan juga password handphone nya " ucap gizza sambil berdiri dari kursinya dan membisikan password handphone tersebut pada Dira dan berlalu pergi.


Dira masih tetap terdiam dan merasakan sedikit sesak di dada nya.

__ADS_1


***


Sore itu Rai pulang, yang langsung masuk ke kamar nya dan melihat dira yang sedang merapihkan pakaian di lemari.


" Aku panggil kok enggak jawab jawab? " Rai memeluk Dira dari belakang


" Aku enggak dengar. " jawab nya pelan.


" Kita makan di luar yuk. " ajak Rai.


" Aku sudah masak, enggak ingin makan di luar. "


Rai membalikkan tubuh Dira, dan melihat wajah Dira tampak murung sore itu.


" Kamu sakit? " tanya nya sambil memegang kening Dira, tapi Dira hanya menggeleng pelan.


" Yaudah aku mandi dulu ya." Rai langsung mengambil handuk dan bergegas ke kamar mandi.


Dira memperhatikan Rai dan melirik handphone Rai yang di letakannya di meja dekat kasur, Dira perlahan menghampiri handphone tersebut. dan mulai mengambil nya, tangan nya sedikit bergetar menekan tombol password handphone Rai sesuai dengan yang di beritahukan Gizza.


clek


Nada handphone itu berbunyi tanda Dira berhasil membuka handphone tersebut dan benar saja password handphone Rai sesuai dengan yang di beritahukan gizza. Dira kembali menekan handphone Rai menuju galeri foto nya, dan mulai melihat beberapa foto di sana, dan benar saja masih banyak foto Rai dan Gizza di galeri tersebut.


Dira menaruh handphone tersebut, menghela nafas dan menghapus bulir air mata yang sedikit membasahi pipinya.

__ADS_1


__ADS_2