Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
Mual


__ADS_3

Pagi itu tak terhitung sudah berapa kali Dira harus keluar masuk kamar mandi karena merasa perutnya sangat mual.


aku harus cek.


Dira masih berdiri tepaku melihat tespek yang di genggam nya, Dira segera memasukkan sebagaian tespek tersebut ke urinenya pagi itu. Dira sedikit menutup mata dan perlahan membuka matanya kembali untuk melihat hasil nya.


Astaga garis dua? jadi aku benar benar hamil? bagaimana aku mengatakan nya pada rai ya? aku masih merasa kesal masih tidak ingin bicara banyak pada nya. lebih baik nanti saya aku beritahu nya setelah perasaan ku membaik dan waktunya pas.


Dira mengelus lembut perutnya dan kembali duduk di ranjang, sampai dia merasakan perutnya kembali mual dan kembali ke kamar mandi.


Rai yang mendengar suara seperti orang ingin muntah, mulai membuka matanya dan melihat Dira yang sudah duduk di ranjang dengan wajah yang sedikit pucat.


" Kamu kenapa sakit? " tanya Rai sambil memegang kening Dira tapi suhu tubuhnya tidak panas lagi.


" Enggak, enggak apa apa kok,"


" Kok mual mual gitu tadi suaranya? "


" Mungkin masuk angin," Dira mencoba berkilah.


" Yaudah ke dokter aja yuk, " bujuk rai


" Enggak usah. " sahut Dira sambil beranjak dari ranjang tapi Rai menahan lengan nya.


" Kenapa sih? masih marah sama aku? tanya Rai yang melihat Dira masih bersikap dingin padanya.


" Enggak apa-apa, aku mau buat sarapan. " ucap Dira yang langsung meninggalkan Rai ke dapur.


kenapa sih rasanya masih kesel aja sama rai? liat wajahnya itu kayak nya muak banget deh! kenapa sih aku?


Dira terus memotong sayuran sambil terus melamun pagi itu.

__ADS_1


" Aaawww" pekik Dira saat menyadari tangan nya sudah berdarah terkena pisau.


" Kamu kenapa? " tanya Rai panik yang memang berniat menghampiri Dira.


" Enggak apa apa tangan aku kena pisau sedikit."


Rai memegang tangan Dira dan menghisap telunjuk nya  yang sedikit berdarah dengan mulut nya.


" Rai apa apaan sih , aku bisa cuci pakai air kok, " ucap Dira yang langsung melepas tangan nya dari Rai.


" Astaga.. suami nunjukin sikap romantis malah gitu respon nya, " dengus Rai kesal.


" Romantis apa nya, jorok itu sih, " sahut Dira.


" iiisshh, bener bener ya kamu," ucap Rai dengan nada gemas seakan ingin sekali menjitak kepala wanita di hadapan nya itu.


" Yaudah sana, aku lagi masak.  " usir Dira dan Rai pun meninggalkan dapur dengan perasaan jengkel.


Tak lama dira mulai menata masakenya di meja makan dan rai sudah duduk di sana menanti sarapan nya.Rai perlahan menyantap sarapan nya dengan dira pagi itu, dira sesekali melirik wajah rai yang sedang makan di hadapan nya.


" Kenapa sih pandang pandang terus? kangen ya? semalem enggak kasih jatah sih jadi kangen kan, " ledek Rai yang tau Dira sedang melirik nya diam diam.


" Perut aku mual lihat wajah kamu Rai, bisa engga sih kamu tutup dulu wajah kamu, " ucap Dira.


Uhuk.. uhuk.. Raii sedikit tersendak mendengar ucapan Dira.


" Mata kamu rabun ya? wajah aku tampan gini kamu mual? tanya Rai dengan ekspresi haran bercampur kesal.


" Tapi aku benaran enggak suka sama wajah kamu, kamu tuh ngeselin banget sih, " sahut Dira yang malah lebih emosi.


" Kamu kenapa sih? aneh banget, udahlah aku pergi aja. " ucap Rai yang kesal dan langsung bergegas pergi meninggalkan dira menuju kantor nya.

__ADS_1


Pagi itu Rai sampai di kantor nya dan suasana masih sepi karena memang masih cukup pagi, Rai terpaksa pergi terlalu pagi karena kesal dengan sikap Dira dan membuat nya kehilangan selera makan pagi itu.


ngeselin banget sih si dira tampang gue ganteng gini malah dia mual lihat nya, ngajak ribut terus sih, bisa hipertensi deh lama lama gue. geram rai sambil menikmati Coffee di dekat kantornya pagi itu


" Hai broo, " sapa Radit teman kantor Rai pagi itu


" Elo, ngangetin aja loe," umpat Rai yang merasa radit sudah membuyarkan lamunannya.


" Lagian pagi-pagi udah ngelamun gitu, udah muka kusut gitu lagi, " ledek radit yang langsung duduk di hadapan Rai dan menaruh Coffee yang juga di pesan nya


" Lagi kesel nih gue,"


" Kesel? kesel kenapa? terus tumben loe pagi-pagi udah dateng biasanya rada telat loe, "


" Ya gue lagi kesel sama istri gue makanya dateng kepagian gini," ucap Rai dengan ber api api.


" Yaelah cuma berantem sama istri aja di pusingin, berantem kenapa sih? istri loe selingkuh atau loe yang ketahuan selingkuh? " tanya radit sambil menyruput Coffee di gelas nya.


" Bukan itu, masa pagi pagi dia bilang dia enggak suka lihat wajah gue, mual katanya gila enggak tuh, gue ganteng gini dia mual gimana gue jelek coba, " curhat Rai dengan nada yang semakin emosi.


" Hahahaha " sontak saja radit terkekeh geli mendengar curhatan temannya itu.


" Berarti selera istri loe tinggi juga, tampang loe gini aja dia masih mual," ledek Radit sambil terus tertawa.


" Bukan seleranya tinggi, tapi seleranya aneh itu sih. " sahut Rai.


" Eh, atau jangan jangan istri loe lagi hamil? " tanya Radit.


" Hamil? apa hubungannya? istri gue enggak lagi hamil, "


" Bukan nya gitu, setau gue kalo cewek lagi hamil itu mood nya suka aneh aneh, ada yang lengket banget sama suami nya ada juga yang benci atau mual sama suami nya ya kaya kasus loe gini, gue juga dulu gitu sih istri gue kaya benci enggak mau deket deket gue gitu. " ucap Radit yang mencoba berbagi pengalaman nya pada Rai.

__ADS_1


Rai hanya terdiam sambil meminum Coffee di hadapan nya.


Hamil? apa iya dira lagi hamil? tadi pagi juga dia kaya mual mual gitu? tapi kok dia enggak kasih tau gue? batin rai sambil terus berfikir.


__ADS_2