Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Senyum bahagia


__ADS_3

Pagi itu dalam ruangan rawat ViP terlihat keadaan Rai yang sudah berangsur membaik, Dira dengan semangat menyuapi Rai makan dengan senyum yang selalu menghiasi wajahnya.


"Suapan terakhir, ayo makan." serunya seraya mendekatkan sendok berisi makanan pada Rai.


Rai pun melahapnya dengan segera.


"Apa kamu menangis sepanjang hari?" tanya Rai saat melihat lipatan mata Dira yang masih membengkak.


"Sedikit." jawabnya datar.


"Apa kamu begitu mencintai ku? tidak berniat menikah lagi? bukankah waktu itu kamu bilang kalau aku mati kamu akan menikah lagi?"


Dira pun tertawa kecil mendengar ucapan Rai" kenapa lelucon ku masih di anggap serius."


"Oh lelucon, baguslah, aku beruntung bisa di cintai kamu, aku merindukanmu."


Dira pun tersenyum dan memeluk Rai"Aku juga sangat merindukan mu, jangan lagi meninggalkan ku." ucapnya dengan air mata bahagia di pipinya.


Rai pun melepaskan pelukannya dan menghapus air mata Dira dengan jarinya.


"Tidak akan pernah, maaf sudah membuatmu bersedih, mau kan memaafkan aku yang nakal ini?"


Dira pun tersenyum dan mengganguk pelan. Sampai terdengar suara ketukan pintu dari ruangan tersebut.


"Assalamualaikum." ucap beberapa orang dari luar seraya membuka pintu.


Dira dan Rai pun menoleh, tampak keluarga mereka dan Shanum yang datang menjenguk.


"Walaikumsalam." sahut Dira dan Rai berbarengan.


"Pagi papa.. Rayyan kangen nih." ucap mama Rai yang sedang menggendong Rayyan.


Dira pun bergegas mengambilnya dan menciumi gemas putranya "Halo papa, terima kasih ya sudah melindungi Rayyan, Rayyan janji tidak akan nakal lagi, Rayyan sayang papa." ucap Dira dengan logat anak kecilnya.

__ADS_1


Rai pun tersenyum dan mengendong Rayyan menghujaminya dengan banyak ciuman di wajahnya "Papa rindu kamu." ucapny haru karena merasa sudah cukup lama tidak melihat sang anak, mereka pun bercengkama riang, tampak tidak ada lagi suasana sedih di ruangan tersebut.


Malam hari Dira pun masih menemani Rai bersama mama Rai. Sampai terdengar suara ketukan pintu malam itu.


"Assalamualaikum."


"Walaikumsalam."


Dira dan mama Rai pun menoleh tampak ke tiga teman Rai dan Sabrina yang datang menjenguk malam itu.


"Rai, sehat loe?" ucap Kemal yang merasa lega melihat Rai sedang bersandar di ranjang.


"Loe, masih inget loe semua sama gue?" ketus Rai dengan kurang ajarnya.


"Sayang, teman teman kamu itu selalu ada saat kamu koma." Dira memberi informasi yang mungkin Rai tidak tau.


"Oh gitu, emang harusnya gitu sih." sahut Rai santai.


Rai pun tertawa.


"Rai, loe waktu koma ngapain aja? udah nego sama malaikat?" tanya Nanda dengan pertanyaan tidak bergunanya.


"Iya gue nego, supaya pernikahan loe batal." cletuk Rai.


"Sialan loe, waktu tunangan gue enggak dateng sekarang malah doain gue batal nikah." umpat Nanda.


"Lho memangnya Nanda mau nikah?" tanya mama Rai seraya mengerutkan keningnya.


"Iya mah, itu calonnya di sampingnya." sahut Dira yang melirik Sabrina yang berdiri di samping Nanda, gadis itu pun tampak tersenyum malu.


"Aduh cantik banget calonnya Nanda, kok mau sama Nanda?" ucap mama Rai heran yang sudah hafal dengan kelakuan teman teman Rai sedari dulu.


Mereka semua pun tertawa.

__ADS_1


"Makasih tante pujiannya." dengus Nanda kesal.


"Sabrina coba deh kamu buka mata batin kamu, nanti juga keliatan aslinya si Nanda." ledek Kemal yang di respon tawa dari mereka semua.


Sampai kembali terdengar suara ketukan pintu.


"Assalamualaikum sayang," tampak mama Dira datang sambil menggendong Rayyan.


"Walaikumsalam, mama kok kesini?" tanya Dira heran karena seharusnya mamanya tidak menemaninya di rumah sakit malam ini.


"Sayang, tadi mama ke rumah kamu mau ambil baju Rayyan, tapi enggak ada yang buka untung mama bawa kunci cadangan dari kamu, Shanum enggak ada di rumah sayang, mama nemuin surat ini di kamar kamu." Mama Dira memberikan sepucuk surat pada Dira.


Dira dan Rai pun bergegas membacanya.


*Assalamualaikum mbak Dira.


Sebelumnya aku sangat berterima kasih karena mbak Dira sudah mengijinkan aku berkerja di rumah mbak Dira, aku sangat senang, mbak Dira dan pak Rainan sangat baik, kalian menganggap ku seperti keluarga. Aku juga minta maaf yang sebesar besarnya atas kecelakaan yang menimpa pak Rainan, tapi syukurlah sekarang pak Rainan sudah membaik.


Mbak Dira maaf sepertinya aku tidak lagi biss berkerja di rumah mbak Dira, bukan karena aku tidak nyaman berkeja di sana, tapi aku merasa tidak layak untuk menjaga Rayyan, maafkan aku, terima kasih untuk semuanya.


Walaikumsalam


Shanum*.


Dira pun tertenggun membaca surat tersebut.


"Shanum tidak mau berkerja lagi?" tanya Rai setelah membaca surat tersebut.


Dira mengangguk.


"Iya sepertinya dia merasa sangat Bersalah dengan kecelakaan yang nenimpah mu, dia terlihat terus menyalahi dirinya sendiri, padahal Rayyan sudah sangat dekat dengannya." ucap Dira dengan raut wajah yang sedih.


Guys, nanti malam aku up lg, tapi vote dulu yang banyak.... ok ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2