Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S2 Peresmian cafe baru


__ADS_3

Shanum melepas perlahan pelukan Kemal dari tubuhnya.


"Kamu mau kan bertemu orang tua ku?" tanyanya kembali.


Gadis itu hanya terdiam dengan wajah yang tampak bingung.


"Shanum, aku benar-benar serius, aku mencintaimu bukan hanya sekedar suka." ucap Kemal yang menatap tajam Shanum


"Aku akan memikirkannya, sekarang aku ingin pulang." sahut Shanum pelan dan hendak beranjak pergi, tapi Kemal kembali menahan lengannya.


"Aku tidak dapat menunggu mu berfikir, cukup katakan, iya, bisa kan?" ucap Kemal yang tampak gemas dengan wanita di hadapannya tersebut.


"Kenapa kakak memaksa?"


"Karena aku mencintaimu, aku tidak akan melepaskan mu kalau kamu tidak mengatakan iya." paksa Kemal yang semakin erat memegang lengan Shanum.


"Iya, aku mau." ucap Shanum pasrah.


Kemal tersenyum sumringah mendengarnya.


"Sekarang bisa lepaskan lengan aku?" pinta Shanum pada Kemal yang masih memegang lengannya dan perlahan melepaskannya.


"Maafkan aku, aku akan mengantar mu pulang."


Shanum mengangguk dan mereka bergegas masuk ke mobil. Tak lama mereka sampai di rumah Rai.


"Shanum, besok peresmian cafe baru aku sama Rai, kamu ikut kan?" tanya Kemal saat Shanum hendak turun dari mobilnya.


Shanum mengangguk yang di respon senyum dari Kemal dan bergegas turun dari mobil. Shanum segera masuk ke rumah.


"Shanum?" panggil Dira saat melihat Shanum baru memasuki rumahnya.


"Mbak Dira?"


Dira tersenyum dan menghampirinya" Kamu sudah pulang? boleh aku bicara sebentar di kamar mu?"


Shanum mengangguk dan mempersilahkan Dira masuk ke kamarnya.


"Kamu sudah bertemu Kemal? maaf ya tadi Rai mengarjai mu, itu permintaan Kemal." ucap Dira sambil tersenyum.


"Iya enggak apa-apa mbak."


"Apa yang Kemal katakan?" tanya Dira yang tidak dapat menahan rasa penasarannya.


"Kak Kemal mengajak aku bertemu orang tuanya lusa." jawab Shanum sedikit malu.

__ADS_1


"Sungguh?" Dira tampak terkejut.


Shanum mengangguk.


"Syukurlah, dia benar-benar serius sama kamu, kamu mencintainya kan?" tanya Dira kembali yang tampak senang.


Shanum terdiam.


"Shanum, kamu tidak boleh membohongi perasaan mu sendiri? kamu mencintainya?"


"Iya, aku mencintai kak Kemal, tapi aku merasa tidak pantas sama kak Kemal, aku hanya gadis biasa." ucapnya lirih.


"Kenapa kamu berkata seperti itu? kalau Kemal mencintaimu, berarti dia menganggap mu bukan gadis biasa, percaya sama aku Kemal pasti benar benar mencintai mu." ucap Dira meyakinkan gadis itu yang tampak terlihat ragu.


Shanum mengangguk dan tersenyum simpul.


Dira pun tersenyum lega "Besok, peresmian cafe, kamu ikut ya?"


"Iya aku ikut mbak."


Dira tersenyum dan meninggalkan kamar Shanum.


***


Keesokan harinya pagi itu Rai dan keluarga kecilnya bergegas menuju cafe, karena sore ini cafe tersebut resmi di buka.


"Kamu tuh selalu telat." gerutu Dira  pada Rai yang tampak susah di bangunkan pagi ini.


Rai menoleh ke arah Dira yang tampak cemberut.


"Kan kamu yang ajak begadang semalam?" sahut Rai sambil tersenyum nakal.


"Aku enggak ajak kamu begadang, kamu yang bangunin aku tidur." gerutu Dira yang kesal Rai selalu membangunkannya untuk meminta jatah.


"Enggak iklas nih.. dosa loh nolak ajakan suami." sahut Rai yang tiba-tiba membawa bawa dosa.


"Iklas.. iklas.. banget kok.. " ucap Dira dengan senyum yang di paksakan.


"Gitu dong." Rai mencium gemas pipi Dira lalu keluar kamar dan bergegas masuk ke mobil untuk menuju cafe.


Tak lama mereka sampai cafe tampak teman temannya yang sudah datang.


"Lama loe, karyawan udah nunggu tuh." omel Nanda saat Rai baru keluar mobil.


"Sory." sahut Rai singkat yang langsung masuk ke cafe yang pintunya masih tertutup tapi sudah banyak karyawan yang menunggunya.

__ADS_1


"Lama banget loe." omel Arya.


Rai pun bergabung bersama teman temannya dan mengumpulkan  karyawan tersebut.


"Ok, Nanti sore cafe ini akan di buka, kalian yang sudah resmi berkerja di sini saya harap dapat melakukan perkerjaan kalian masing masing dengan baik." ujar Rai pada karyawannya.


"Masih ada waktu sebelum opening kalian bersih bersih dan rapihkan dulu barang barang yang belum rapih ya." sambung Nanda.


Karyawan mereka pun bergegas merapihkan cafe itu kembali Rai dan teman-temannya pun ikut membantu.


"Shanum." ucap Kemal yang menghampiri Shanum yang sedang membantu membersihkan meja.


"Kak Kemal?"


"Haus enggak? kita beli ice Coffee di depan yuk." ajak Kemal.


"Shanum, hati hati dia belum jinak." ledek Nanda yang tampak geli melihat Kemal.


"Shanum, kalau kamu mual liat dia muntahin aja." timpal Arya sambil tertawa.


"Jangan dengerin, yuk kita beli minum." ajak Kemal, Shanum pun mengangguk dan berjalan keluar cafe bersama Kemal.


Mereka berjalan beriringan menuju penjual ice Coffee tak jauh dari sana.


"Kemal." terdengar suara wanita memanggilnya.


Kemal dan Shanum menoleh dan melihat Tania yang berjalan menghampiri mereka.


"Tania?" ucap Kemal yang tampak terkejut.


"Kemal kamu lagi apa di sini?" tanya Tania seraya melirik Shanum yang berdiri di samping Kemal dengan tatapan sinis.


"Oh, hari ini peresmian cafe baru aku, kamu sendiri kok ada di sini?"


"Rumah sepupu aku di sekitar sini, gimana kalau habis ini kamu mampir ke rumah sepupu aku?" ajak Tania dengan senyum menggodanya.


Shanum yang mendengarkan percakapan mereka hanya terdiam seraya sedikit menundukkan kepalanya. Shanum melangkahkan kakinya untuk menjauh dari mereka tapi Kemal memegang tangannya erat yang membuat Shanum tampak terkejut dan menoleh ke arahnya.


"Jangan pergi." ucap Kemal.


Tania tampak terkejut dengan pemandangan di hadapannya.


"Apa gadis kampung ini sudah berhasil merayu mu?" ucap Tania yang tampak kesal.


"Dia tidak merayu ku, aku yang mencintainya." ucap Kemal yang terus memegang tangan Shanum di hadapan Tania yang sudah terlihat sangat jengkel.

__ADS_1


Guys.. nanti malam aku up lagi yak..tapi vote dulu yak... ❤️❤️❤️


__ADS_2