Menikahi Gadis Culun

Menikahi Gadis Culun
S3 Menjauhlah


__ADS_3

Rayyan hanya mematung mendengar ucapan Reska yang perlahan menghilang masuk ke dalam rumahnya.


"Apa maksudnya dia ngomong begitu?"gumamya bingung.


"Mungkin dia sedang kesal pacarnya kebanggaannya itu enggak jemput." batinya kemudian.


Keesokan harinya Rayka yang baru pulang kuliah bergegas masuk ke rumahnya.


"Loe udah pulang?" tanya Rayyan seraya menuruni tangga yang melihat adiknya itu baru memasuki rumah.


"Udah," jawabannya sambil menutup pintu.


"Si Reska udah pulang juga?"


"Belum, masih ada kelas katanya." sahut Rayka yang berjalan menuju kamarnya.


Rayyan berjalan menuju ke luar rumah.


"Mendung banget, mau hujan nih kayaknya." gumamya sambil melihat langit yang tampak gelap malam itu.


"Tuh anak pasti naik taxi, pacarnya juga pasti enggak jemput lagi.. bisa kehujanan, gue jemput aja lah." batinya yang langsung bergegas mengambil kunci mobil dan menuju kampus Reska.


Benar saja di perjalanan hujan turun dengan deras Rayyan pun semakin memacu cepat mobilnya. Sampai tak lama Rayyan sampai dan melihat Reska yang sedang berdiri menunggu hujan di depan area kampus.


"Res," panggilnya begitu keluar dari dalam mobil.


Reska menoleh dan melihat Rayyan yang sudah berdiri di hadapannya.


"Rayyan ngapain loe ke sini?"


"Loe lagi nunggu hujan, ayo pulang sama gue." ajaknya.

__ADS_1


Reska menggeleng."Enggak gue pulang sendiri aja." tolaknya mentah mentah.


"Yaudah, gue panggil taxi ke sini."


"Enggak usah, gue busa sendiri."


"Yaudah, kalau gitu pulang sama gue." menarik tangan Reska ke dalam mobil.


"Hentikan Rayyan!!!" pekik Reska yang sudah habis kesabarannya.


"Berhenti memperhatikan gue... gue enggak butuh perhatian loe!!!"


Rayyan perlahan melepaskan lengan Reska dari genggamanya, entah kenapa perkataan Reska begitu menusuk hatinya.


Rayyan tersenyum kecut."Loe emang benar-benar berubah." ucapnya lirih.


"Iya, gue emang berubah dan enggak akan pernah kaya dulu lagi." tegasnya yang sudah lelah dengan semua perhatian Rayyan tapi Reska tidak mengerti seperti apa perasaan Rayyan yang mungkin hanya menganggapnya adik.


Reska menghela nafas, ingin sekali dia berteriak dia tidak mempunyai pacar dan hanya Rayyan yang di cintainya tapi rasanya itu terlalu memalukan untuknya menyatakan perasaan cinta lebih dahulu pada seorang pria.


"Apa sih arti semua perhatian loe sama gue?" tanyanya lirih.


"Ya karena gue menyayangi loe.. "


" Sayang seperti adik?" tanya Reska kembali.


"Iya.. karena kita tumbuh bersama dan gue sudah menganggap loe bagian dari hidup gue."


Reska tersenyum tipis, lagi lagi dia harus mendengar ucapan yang tidak ingin di dengarnya dari Rayyan.


"Dengarkan gue, kita memang tumbuh bersama, tapi gue bukan bagian dari hidup loe dan gue mohon untuk saat ini anggap lah loe enggak pernah kenal gue." ucapnya dengan nada bergetar.

__ADS_1


"Omongan loe makin ngelantur." cibir Rayyan.


"Rayyan, gue mohon jangan ganggu gue lagi!!" pekik Reska yang sudah merasa tersika dengan perasnnya sendiri tapi Rayyan tetaplah tidak mengerti.


Rayyan terdiam untuk sesaat melihat matw gadis itu yang sudah berkaca kaca.


"Baiklah kalau itu mau, gue benar-benar kecewa sama loe." ucap Rayyan yang langsung bergegas masuk ke dalam mobil dan meninggalkan Reska sendiri.


Reska perlahan menghapus air matanya yang membasahi pipinya. Tak lama Rayyan sampai rumah dan bergegas masuk ke kamarnya. Di bukannya jaket yang melekat di tubuhnya dan merebahkan tubuhnya di ranjang.


Rayyan menatap langit langit kamarnya, hatinya teras begitu sakit mendengar semua ucapan Reska padanya. Sakit yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya entah merasa kehilangan atau hanya merasa tidak bisa jauh dari Reska. Rayyan tidak mengerti.


"Kenapa sama gue? kenapa gue sakit hati sama ucapannya?"


Rayyan menghela nafas, lalu menyalahkan laptop yang berada di ranjangnya untuk sejenak mengalihkan perhatiannya. Tapi matanya tertuju pada sebuah folder yang berisi foto fotonya bersama Reska dan teman temannya dulu.


Rayyan memandangi foto tersebut. foto gadis yang dulu ceria dan selalu menggodanya dengan centil kini seakan sangat berubah dan Rayyan tidak pernah melihat senyum gadis itu lagi.


"Kenapa sih loe berubah? bertahun tahun gue kuliah selalu ingin pulang buat ketemu loe, tapi sekarang loe udah beda." gumamya lirih sambil terus memandangi foto Reska di laptopnya.


Rayyan menghela nafas, merebahkan tubuhnya dan kembali menatap langit langit kamarnya.


"Kenapa gue selalu mikirin dia? apa karena dulu sudah terbiasa sama sama?" gumamya.


"Atau.. jangan jangan gue jatuh cinta sama dia?"


Rayyan tersenyum tipis dengan fikirannya sendiri.


"Apa iya gue jatuh cinta sama dia? sejak kapan?" batinya bingung seraya membayangkan kembali kebersamaannya dengan gadis itu dulu.


Nanti malam aku up lagi yak.. kalau votenya kenceng.. ❤️❤️❤️

__ADS_1


__ADS_2